Ada penelitian di Rusia dan Amerika yang menyatakan bahwa getaran/vibrasi malah dapat memberikan pengaruh positif bagi sumur minyak yang berdekatan dengan sumber vibrasi tsb. Penelitian tsb ceritanya diawali dengan kisah berproduksinya kembali sumur2 yang sudah mati dan meningkatnya produksi sumur2 yang letaknya kebetulan berdekatan dengan sebuah rel kereta api. Getaran dari rel KA tsb disinyalir memberikan pengaruh positif terhadap sumur2 minyak tsb. Kejadian berikutnya adalah berproduksinya kembali sumur2 yang sudah mati di suatu daerah (kalo nggak salah di rusia) setelah terjadi gempa bumi.

Tanya – R.Febry Rizqiardihatno

Selamat siang, saya Febry.. saya punya kasus yang saya belum mengerti.. Apakah getaran/ vibrasi suatu alat (misal turbin generator) itu berbahaya terhadap sumur?? karena saya ingin melakukan assessment jadi butuh acuan yg kuat untuk menjawab prsoalan itu,
terima kasih atas perhatiannya, diharapkan bantuannya dari anggota milis migas ini..

Tanggapan 1 – Indra Prasetyo

Dear Febry,

Ada penelitian di Rusia dan Amerika yang menyatakan bahwa getaran/vibrasi malah dapat memberikan pengaruh positif bagi sumur minyak yang berdekatan dengan sumber vibrasi tsb. Penelitian tsb ceritanya diawali dengan kisah berproduksinya kembali sumur2 yang sudah mati dan meningkatnya produksi sumur2 yang letaknya kebetulan berdekatan dengan sebuah rel kereta api. Getaran dari rel KA tsb disinyalir memberikan pengaruh positif terhadap sumur2 minyak tsb. Kejadian berikutnya adalah berproduksinya kembali sumur2 yang sudah mati di suatu daerah (kalo nggak salah di rusia) setelah terjadi gempa bumi.

Oleh karena itu kemudian dikembangkanlah penelitian tentang pengaruh vibrasi terhadap produksi sumur2 minyak. Dan kemudian diciptakanlah sebuah alat yang namanya VSIT (vibroseismic impact technology). Di Indonesia alat tsb pernah dicoba di daerah sumatera yaitu di Caltex (di Duri dan Minas kalo nggak salah) dan di Medco yaitu di kampar block, riau (kebetulan di medco percobaan alat itu dulu saya yang lead). Setelah beberapa bulan dicoba, hasilnya kalo menurut saya nggak konklusif, karena ada beberapa sumur yang produksinya memang mengalami peningkatan tetapi ada juga yg tidak. Saya pernah bikin papernya tentang VSIT dan saya presentasikan di SPE APOGCE di Jakarta (lupa tapi tahun berapa).

Tanggapan 2 – R.Febry Rizqiardihatno

Terima Kasih Pak Indra Prastyo,

Kalau begitu malah jadi bagus ya pak?? hehe soalnya saya mau assessment pengaruhnya ke sumur minyak.. kalau secara teoritis seperti getaran tersebut bisa membantu pembukaan jalan bagi minyak ya pak??

Sebelumnya terima kasih kembali..

Tanggapan 3 – Indra Prasetyo

Ya salah satu teorinya gitu deh… saya sebetulnya punya lumayan banyak literatur tentang itu, tapi sayangnya semua saya simpan di hard disk portable dan sekarang hard disknya rusak (nggak kebaca), padahal semua hasil kerja selama bertahun2 ada disitu. Kalo ada yg bisa betulin tuh hard disk sih saya bisa kasih file2 PDF literatur tentang pengaruh vibrasi terhadap sumur minyak, termasuk paper saya dulu tentang VSIT.

Kalau getaran ESP saya kurang tahu apakah berpengaruh atau tidak terhadap produksi sumurnya, seingat saya sih ada range frekuensi tertentu untuk VSIT, dan yang dicari sebetulnya adalah frekuensi resonansi dari reservoirnya, oleh karena itu sebelum kita mengoperasian VSIT dulu, ada semacam seismic test pendahuluan untuk mencari frekuensi yang tepat.

Tanggapan 4 – Boorham Rifai

Wah sayang sekali datanya kalau sampai hilang.. Coba direcover lagi data2nya Pak Indra. Kalau tidak salah, ada kok pihak yg bisa recover data dari HDD, walau HDD-nya sudah rusak secara fisik. Coba ditanyakan ke forum2 IT seperti di CHIP (http://forum.chip.co.id/) atau HDDstudio (http://www.hddstudio.net/).

Tanggapan 5 – Isan Sugiarto

Additional info buat Febry,

Mengenai Vibroseismic memang menjadi salah satu metode EOR dengan cara mekanis. Menurut (Alm) Vladimir belonenko, memang berawal dari sumur2 yang berada didekat rel kereta. Betul kata Mas Indra, yang dicari adalah frekunsi resonansi yang cocok untuk menggetarkan reservoir sehingga getaran tersebut mampu membuat saturasi minyak yang tadinya immobile menjadi mobile (Sorm). Logika sederhananya adalah air yang ada didaun talas, ketika kita getarkan mereka akan mengumpul di satu tempat, dalam kasus sumur adalah disekitar lubang sumur yang mempunyai tekanan lebih rendah. Lapangan Minas pernah menguji coba metode ini, kebetulan saya ikutan menganalisa hasilnya disana, dan memang ada beberapa sumur minyak yang produksinya naik pada waktu itu. Mengenai frekuensi resonansi yang cocok juga tergantung dari kedalaman lapisan minyak dan jenis batuannya. sehingga kalo ada getaran dipermukaan yang frekuensinya cocok dan sampe pada kedalaman lapisan minyak maka kemungkinan akan berpengaruh, kalo ngga ya ngga ada efek apa2 ke reservoir. ITB juga sempat melakukan penelitian pada waktu itu sehingga kalo sempat jalan-jalan ke perpustakaan ITB mungkin akan ada referensi mengenai hal itu.

semoga bermangpaat.

Tanggapan 6 – Indra Prasetyo

O iya betul, di ITB pernah dilakukan penelitian tentang vibroseismic, yang emimpin penelitiannya namanya Pak Tutuka Ariadji, saya dulu kerjasama dengan beliau waktu menganalisa hasil VSIT di medco.