Setiap Estimator yang ahli punya kekhusus dalam bidangnya masing2. Jarang ada estimator yang bisa mencakup seluruh pekerjaan EPCI yg besar. Untuk proyek yang besar dng ketelitian +/_ 10%, biasanya koordinator estimator akan mengkoodinar dari beberapa estimator dari masing2 departemen engineering, construction, & installation work.

Tanya – Amil sandy

Dear All,

Nama Saya Amil Sandy, saya ingin bertanya tentang seorang Estimator, apakah Estimator itu kelas/level sama dengan seorang engineer? atau mereka hanya dibedakan job descriptionnya saja ? Mohon bantuan Informasinya ?

Terima Kasih

Tanggapan 1 – NURUL KAHIR

Menurut saya; setelah menjadi engineer lama maka ada posisi disampingnya dalam orgchart adalah estimator. Pekerjaan estimator tidak bisa diberikan kepada engineer fresh kecuali training. Dalam rotation program, engineer dan estimator bisa saling bergantian. Tapi menurut saya yang ideal, engineer, estimator dan manager engineering atau project manager. Itu tahapannya.

Tanggapan 2 – hadiwinoto soedar

Pak Amil,

Setiap Estimator yang ahli punya kekhusus dalam bidangnya masing2. Jarang ada estimator yang bisa mencakup seluruh pekerjaan EPCI yg besar. Untuk proyek yang besar dng ketelitian +/_ 10%, biasanya koordinator estimator akan mengkoodinar dari beberapa estimator dari masing2 departemen engineering, construction, & installation work.

Setiap perushaan punya tingkat effisiensi yg berbeda (misal di-Jepang 1 welder bisa diatas 30 ID, sedang di-indonesia sekitar 18 ID), sehingga perusahaan tsb sebaiknya membuat statistik sendiri dimana kebutuhan rata manhour / Equipment hour (per-jenis pekerjaan) akan dikoreksi setiap selesai proyek baru.

Jadi dibutuh pengalaman yang cukup untuk menjadi estimator, sebaiknya dimulai dari engineer, yr estimator, sr estimator, planner…etc. Banyak software (misal Questor, dll), tetapi masih dibutuhkan data base yg sesuai dengan kondisi negara & perusahaan masing2.

Sorry kalau ada yg kurang tepat.

Tanggapan 3 – johan noviansyah

Pak Amil,

Sama seperti tanggapan dari rekan2 sebelumnya, sebaiknya posisi estimator berangkat dari posisi engineering, karena sedikit banyak dibutuhkan skill engineering, pengalaman & pengetahuan di lapangan, procurement things, contract dan sense of forecasting. Tapi ada jg yg freshgrade kok.

Dalam perusahaan yg sudah lengkap struktur organisasinya biasanya estimator akan bnyk kordinasi dengan bagian lain seperti untuk data dari engineering (user) dan harga dari procurement. Untuk perusahaan yg lebih kecil biasanya engineer akan merangkap menjadi planner, estimating dan procurement jg. Job desc nya yg jelas adalah mendevelop data/harga dari vendor untuk dibuat menjadi penawaran dgn harga yg competitive diantara bidder lain, jg harus dpt profit loh.