Seperti yg kita ketahui bahwa pertumbuhan marine growth itu tidak bisa di kontrol, itu sudah menjadi hal yang alami. Oleh karena itu, di tempat yg akan dipasang platform harus sudah diperkirakan dari awal pada saat appraisal/selection terhadap project platform itu terhadap efek dari marine growth yg akan tumbuh disana. Pada umumnya kriteria desain penambahan ketebalan akibat pengaruh marine growth yg diizinkan antara 25-100 mm. Inspeksi pengontrol ketebalan marine growth bisa menggunakan underwater Ultrasonic Test yg dilakukan oleh diver. Cara lain pembersihan juga bisa menggunakan water jet high pressure, menurut saya pembersihan ini tidak akan mempengaruhi struktur paska pembersihan.

Tanya – Yudi Keren

Petumbuhan marine growth diluar batas design condition (k design

Yang ingin saya pertanyakan:

1. Menurut problem diatas, mekanisme apa yang paling tepat diterapkan dalam pengontrolan marine growth? adalah standard procedure sebagai acuannya?

2. Jikapun marin growth telah tumbuh melebihi design awal, metode apa yang relevant untuk membersihkan marine growth tanpa menimbulkn kerusakan akibat permbersihan tersebut.?

Mohon pencerahannya dari para experts dan atas bantuannya terimakasih banyak.

Tanggapan 1 – Firdauzi

Mas yudi,

Untuk limitasi marine growth biasanya ditentukan pada saat desain structure. Mekanisme kontrol biasanya dilakukan dgn underwater inspection by divers. Ada beberapa alat yg bisa digunakan tergantung budget yg tersedia.
Pembersihan marine growth bisa berbagai cara mulai dari cara manual dgn pahat sampai pake pressurized air gun. Yang pasti semuanya harus dilakukan oleh diver untuk pembersihan di jaket atau underwater structure lainnya.
Semoga membantu..

Tanggapan 2 – Henry Margatama

Seperti yg kita ketahui bahwa pertumbuhan marine growth itu tidak bisa di kontrol, itu sudah menjadi hal yang alami. Oleh karena itu, di tempat yg akan dipasang platform harus sudah diperkirakan dari awal pada saat appraisal/selection terhadap project platform itu terhadap efek dari marine growth yg akan tumbuh disana. Pada umumnya kriteria desain penambahan ketebalan akibat pengaruh marine growth yg diizinkan antara 25-100 mm. Inspeksi pengontrol ketebalan marine growth bisa menggunakan underwater Ultrasonic Test yg dilakukan oleh diver. Cara lain pembersihan juga bisa menggunakan water jet high pressure, menurut saya pembersihan ini tidak akan mempengaruhi struktur paska pembersihan. CMIIW.

Tanggapan 3 – uci sanusi

Mau nambahin sedikit, apa yang dimaksud nilai koefisien drag dan added mass/inertia?

Sy pernah ngecek struktur udah 30 tahun dan marine growth tidak berpengaruh secara signifikan. Koefisien drag tergantung dari Reynold number. Kalau analisa dengan regular wave height significant kita hanya memodelkan nilai 1 set parameter wave.padahal yang datang adlah wave dengan berbagai karakteristik. Dan yang lebih bisa mendekati ya analisa dengan spectrum wave.

Kata doktor Richard hartman pembuat software Seasoft, permodelan numerik senjelimet apapun tetap tidak bisa secara akurat memodelkan pengaruh wave dalam real world. Tapi sudah cukup aman.

Tanggapan 4 – Pala

Betul marine growth itu binatang laut, mereka akan menempel dimana aja, yg bisa mereka tempel, jadi mau gak mau kita harus berhadapan dengan mereka, untuk pembersihannya ya…belum ada yang lebih canggih untuk sekarang masih tetap mengunakan high pressure water jet.
masalah pembersihan betul harus dilakukan Diver, para owner dan Supervisor hanya nonton di screen di atas boat, tapi kita harus jeli sampai kedalaman berapa yg sdh di bersihkan, karena kita ga ikut terjun ke dalam laut….you have to becarefull.

Tanggapan 5 – Dwi O. Setiadi

Saya mau menambahkan sedikit mengenai paparan mas henry,

menurut Theory, ada 4 cara pembersihan yang lazim digunakan pada Underwater Inspeksi. secara singkatnya adlh sbb:

1. Hand tools

2. Pneumatic Tools.

3. Hydraulic tools.

4. Water jets.

untuk detail nya saya sertakan attachment potongan file yg saya miliki…(mohon ijin posting ya pak Budhi… Smile emoticon).

Tanggapan 6 – Henry Margatama

Mau nambahin juga, spt yg kita tahu gaya gelombang pada struktur dibangkitkan oleh gaya friksi/drag dan gaya inersia.

Nilai koefisien drag menyebabkan gaya drag pada member akibat bergesekan dengan air, semakin kecil nilai koefisien dragnya maka pengaruh ke gaya gelombangnya juga kecil. Selain pengaruh Reynlod Number, besar gaya drag juga dipengaruhi oleh bentuk penampang (Bulat, persegi, segitiga, profil beam, etc). Pada umumnya struktur jacket menggunakan tubular member karena nilai koefisien drag nya paling kecil (=0,5) dibandingkan dengan bentuk lainnya.

Gaya inersia disebabkan oleh percepatan partikel air yg selalu berubah terhadap kedalaman. Pengaruh added mass akibat marine growth ntar larinya kesini ada penambahan koefisien inersia.

Tanggapan 7 – Yudi Keren

terimakasih atas informasi yang sangat bermamfaat dari rekan-rekan semua, namun ada beberpa hal yang pingin saya tanyakan lagi..smg tidak memberatkan… jika memakai divers , biasanya cost dan safety terlalu gede, bagaimana jika dengan ROV, apakah teknologi ROV sudah aplicable untuk pengecekan seperti itu..
Terimakasih sebelumnya.

Tanggapan 8 – erik alfiandy

Sekedar sharing..

Ditempat saya bekerja, beberapa platform di-install MGP (Marine Growth Preventer). Sebenarnya MGP cukup efektif namun hanya untuk durasi yg tidak terlalu lama, sekitar 5 tahunan. Lebih dari itu, MGP akan tidak berfungsi dengan baik dan cenderung stuck dan tenggelam (ini pengalaman ditempat saya, mungkin berbeda dgn tempat lain). MGP melindungi leg platform dengan cara ‘menyikat’ leg, dibantu dengan gerakan ombak laut, karena MGP ini mengapung dipermukaan.
Masalah yg muncul adalah MGP ini yg ditumbuhin oleh marine growth sehingga dia menjadi terlalu berat dan tidak lagi mampu mengapung. Sebenernya dipermukaan MGP ada anti-fouling agent, namun lama kelamaan akan habis ataupun rusak.

Dan pernah dilakukan study untuk mengetahui perbandingan cost antara pemakain MGP (termasuk pergantiannya slama kurang lebih durasi 5 thn) dan manual cleaning dengan diver. Dan hasilnya manual cleaning lebih murah.

Untuk ROV sepertinya biaya akan jauh lebih mahal dibanding dengan diver. Apalgi bila hanya digunakan untuk platform saja. Berdasarkan pengalaman, manual cleaning lebih murah dan hasilnya memuaskan. Untuk pembersihannya dapat dilakukan bersamaan dengan annual platform inspection.

Tanggapan 9 – Henry Margatama

Berbeda kebutuhan apabila inspeksi menggunakan ROV, inspeksi mengunakan ROV hanya bisa melihat surface nya saja. Kalo dari sisi seberapa tebal marine growth yg uda tumbuh, saya rasa teknologi ROV saat ini belum sampai kesana. Kalaupun ada ROV yg sudah mampu mengukur ketebalan, dari sisi cost saya rasa akan lebih mahal daripada sewa diver. Namun perlu dilihat juga seberapa kedalaman perairan lokasi platform yg akan diinspeksi sebagai pertimbangan dari sisi cost.