Untuk mengetahui kandungan residu/minyak pada Natural Gas Line (bottom) jika residu/ minyak tersebut berupa kondensat: 1. Perlu diketahui komposisi gas tersebut, jika terbentuk kondensat, bisa jadi gas yang di kirim kandungan C6+ dan C7+ nya banyak; 1a. kondensat dapat terjadi jika melalui lokasi yang temperaturnya cukup rendah (crossing sungai/ laut) atau pada malam hari atau pada saat hujan deras; 2. dari komposisi gas tersebut, bisa diketahui titik temperatur pengembunan nya (dewpoint temperatur); 3. kondensat akan terbentuk jika temperatur gas didalam sistem lebih kecil dari pada temperatur pengembunannya; 4. kondensat yg terbentuk tersebut biasa nya terjebak pada tikungan atau lengkungan pipeline; 5. kondensat biasa nya akan di dapatkan pada saat pigging.

Tanya – wohadi soekiono

Dengan Hormat Bpk/Ibu Forum Migas,

Mohon bantuan informasinya untuk mengetahui kandungan residu/minyak pada Natural Gas Line (bottom). Apakah memang wajar bahwa diline bottom natural gas pasti ada residu/minyak?

Mohon bantuan pencerahannya langkah-langkah apa yang dapat kami lakukan untuk mengantisipasi supaya meminimalkan adanya residu/minyak tersebut dan kira-kira residu/minyak tersebut kandungannya apa dan analisa dengan apa.

Tanggapan 1 – And Riawan

Mas Wohadi,

jika residu/ minyak tersebut berupa kondensat:

1. Perlu diketahui komposisi gas tersebut, jika terbentuk kondensat, bisa jadi gas yang di kirim kandungan C6+ dan C7+ nya banyak;

1a. kondensat dapat terjadi jika melalui lokasi yang temperaturnya cukup rendah (crossing sungai/ laut) atau pada malam hari atau pada saat hujan deras;

2. dari komposisi gas tersebut, bisa diketahui titik temperatur pengembunan nya (dewpoint temperatur);

3. kondensat akan terbentuk jika temperatur gas didalam sistem lebih kecil dari pada temperatur pengembunannya;

4. kondensat yg terbentuk tersebut biasa nya terjebak pada tikungan atau lengkungan pipeline;

5. kondensat biasa nya akan di dapatkan pada saat pigging;

hal ini tidak wajar, karena:

1. mengurangi volume gas yg di kirim;

2. pressure drop naik;

3. ada beberapa customer seperti PLN tidak menginginkan adanya bibit2 embun (kondensat) tsb;

4. dsb.

dianalisa dengan gas kromatografi . . .

Antisipasi:

1. seblm dikirim gas tersebut di lewatkan scrubber/ separator;

2. jika gas ingin benar2 kering maka dapat di pasang condensate trap;

3. jika gas tersebut banyak C3 + C4 nya maka dapat dipasang LPG plant;

4. dsb.

jika residu tersebut berupa sisa oli atau grease dari alat instrument . . . . ? mgkn teman2 yang lain bisa bantu saya juga . . . .?

Terimakasih, semoga membantu.

Tanggapan 2 – Onei Black

Benar itu sesuatu hal yang wajar, karena minyak/residu yg biasa disebut condensate suka terbentuk jika ada perubahan kondisi operasi (tekanan, suhu).

Jika gas tersebut ingin dikonsumsi biasanya ada pretreatment dahulu (gas conditioning) untuk menghilangkan liquid carryover nya bisa menggunakan gas coalescer / membrane package.