Select Page

Fire drill adalah simulasi kondisi kebakaran untuk mengetahui berapa kecepatan reaksi dari tim firefighting, fire warden dan penghuni gedung dalam ancaman bahaya kebakaran.

Tanya – Indra Prasetyo

Dear all,

Saya mau tanya, saat ini di gedung yang saya kelola untuk urusan keamanannya saya serahkan (outsource) ke pihak ketiga. Nah, rencananya saya mau melakukan latihan kebakaran dengan dibantu oleh pihak ketiga tsb. Selama ini saya membayar cukup mahal untuk jasa pihak ketiga tsb (jauh lebih mahal ketimbang urusan keamanan dikelola sendiri).
Nah pertanyaannya, untuk latihan semacam itu, apakah peralatan untuk latihan termasuk APAR disediakan (atau merupakan bagian dari service) si pihak ketiga ini atau harus disediakan sendiri??
Barangkali ada diantara rekan2 yang pernah atau punya pengalaman untuk dibagi.

Terima kasih.

Tanggapan 1 – Novriandy D

Pak Indra,

Perusahaan saya pernah melakukan training fire drill spt yg bpak mksud bekerja sama dgn Pertamina. Berbagai jenis APAR beserta aksesoris serta perlengkapan lainnya seperti mobil pemadam, selang hydrant, dan sumber api sudah disediakan oleh pihak Pertamina. Training ini diselenggarakan slma 5 hari.
Itu saja info dr saya..

Tanggapan 2 – cak.topan@batam

Pak Indra;

Ada yang mau saya klarifikasi dulu, nih. Cuma mau memperjelas persoalan aja.

Yang di-outsource itu kan service-nya kan? Jasa keamanan saja kan?

Sedangkan fire fighting seperti APAR dan mobil pemadam itu kan equipment. Malahan bagian kelengkapan keamanan dari gedung itu sendiri.

Kalo latihan saja, apakah harus pake APAR? fire drill itu kan simulasi kondisi kebakaran. untuk mengetahui berapa kecepatan reaksi dari tim firefighting, fire warden dan penghuni gedung dalam ancaman bahaya kebakaran. Di perusahaan kami, saya belum pernah melihat sampe praktek APAR.
Paling banter ulur pipa untuk mobil pemadam sampe siap (dan ga sampe disemprot). kemudian diukur waktunya. beberapa kejadian, bisa menggunakan ambulans.

Mengenai peralatan ini, menurut saya tergantung kontrak bapak dengan perusahaan itu sih. kalo peralatan harus ditanggung, ya harusnya mereka menyediakan. Dan jangan lupa sekalian inspeksinya. tapi, kalo cuma jasa saja…. ya… ga bisa dong pak. mereka akan berdalih dengan alasan kontrak itu.

Begitu menurut saya…

Tanggapan 3 – Batut

Dear Bp. indra Prasetyo

Selama ini kami kalau melakukan latihan fire drill pemilik gedung yang menyediakan segala sesuatunya untuk kebutuhan latihan tersebut, namun tidak tertutup kemungkinan dibantu oleh outsourse (misal: bahan bakar solar,bensin,oli / snake dll utk dilapangan), sedangkan untuk APAR sebaiknya gunakan yang sudah kadaluarsa untuk latihan.
Mungkin ada rekan2 yang lain menambahkan.

Tanggapan 4 – ND

Kdang perlu jg dgn APAR nya lgsg krn APAR ada berbagai jenis. Setiap peserta harus tau kegunaan msing2 jenisnya. Jgan nanti kebakaran yg disebabkan oleh minyak di siram dgn air. Ada jg jenis foam atau powder juga. Biasanya klo terjadi kebakaran yg besar kita sering panik sehingga kdang cara membuka APAR saja kita sering lupa..

Mungkin ada tambahan dr teman2..

Tanggapan 5 – hananto adi

Indra,

kalau saya simpel aja..khan tinggal lihat di kontraknya saja dengan mereka, apakah sudah include dengan hal2 semacam itu. menurut saya urusan fire drill memang tidak sama dengan urusan keamanan gedung. lagian kalo hanya APAR itu ndak mahal kog.
Jadi fire drill ini lakukan saja mas…ditempat saya minimal 1x setahun harus dilakukan fire drill, dan biasanya saya yang create scenarionya. Saya sudah pernah lakukan drill dengan skenario kebakaran dan gempa.

Safety is number one.

Tanggapan 6 – ali azizan

Mas Indra .

Saya punya pengalaman sedikit tentang fire drill .

Dulu tempat saya bekerja juga melakukan fire drill , saya pernah bekerja di bagian badan pengelola sebuah group properti di Indonesia . Mereka juga pakai Outsourcing security , untuk drill semua alat memang kita yang sediakan , untuk drill sendiri mereka harus dilibatkan secara aktif .

Jadi intinya yang menyediakan alat adalah kita ( badan pengelola ) , kalau misal nya anda bisa negosiasi dengan mereka dan mereka punya alat serta bisa pakai alat mereka , itu tergantung negosiasi saja mas.

Tanggapan 7 – Zhuafri

Pak indra,

kalo mau neh, bikin skenario nya melibatkan semua orang kalau bisa 1 perusahaan, seperti

1. Latihan evakuasi

2. Latihan First Aid

3. Latihan penggunaan APAR

4. Cara pemberitahuan (teriaknya apa..?? kebakaran/api/..?? or else..??)

5. Siapa aja yang berugas, regu pemadam/team pemadam

6. Cara mengkontak Petugas pemadam

7. Cara menyelamatkan barang2 dokument penting

8. Alat-alat pendukung Fire drill

note : bikin cerita yang semua orang terlibat dan dokumentasi yang penting.

Tanggapan 8 – Malik Samudera

Pak indra

Sedikit nimbrung.

Fire Drill

1. Tentukan dulu drill apa yg akan dipraktekan, misal : kebakaran genset gedung

2. Peta lokasi/area (utk evakuasi, lokasi Fire Eqpmnt,dll)

3. Buat skenario Drill

– Judul drill

– Meeting drill

a. Leader (HSE, Manager, dll)

b. Susunan organisasi drill

c. Siapa saja yg terlibat (leader, petugas genset, pengawas gedung, ruang infmsi, pekerja, dll)

d. Keadaan sekeliling area gedung, dg apa adanya, dlm situasi kerja.

e. Siapa yg melihat ada kebakaran, lapor ke siapa, siapa yang action dulu, team tanggap darurat, siapa yang menghubungi Pemadam Kebakaran kalau kebakaran tak terkendali, siapa yg lapor jika kebakaran padam,dll.

f. Dengan penempatan Fire Equipment pada keadaan/susunan semula.

g. Lokasi evakuasi, petugas evakuasi, route,

h. Penyelamatan harta benda ,dan petugasnya. Team investigasi kebakaran, meeting setelah kebakaran selesai (semua yang terlibat, kondisi kebakaran, penyebab kebakaran).

i. Dll

maaf, sangatlah sederhana sekali,dan kuranglah lengkap,

Tanggapan 9 – Broto Suryono

Mas Indra,

Sharing info aja… mudah-mudahan nggak telat.

Bisanya APAR di kantor perlu di refill secara reguler tiap tahun. Naa…. saat masa jatuh temponya, APAR tersebut bisa digunakan untuk latihan dengan mengundang trainer yang expert dan certified, karena permainan api adalah high risk.

Anda juga bisa diskusi dengan pihak trainer untuk melakukan fire drill setelah training selesai dan minta mereka sebagai observer untuk provide input saat drill.

Saat drill ini, Anda bisa buat scenario yang mencakup semua hal termasuk security, medical emergency, dsb…

Contoh scenario simple: Terjadi hubungan pendek listrik di area gudang yang penuh dengan bahan yang mudah terbakar. Dua orang staff berusaha memadamkan api, namun gagal dan karena ter eskpose banyak asap mereka pingsan di tempat kejadian sehingga memerlukan evakuasi yang urgent.

Untuk drill, sebaiknya tidak diberitahukan kepada staff… hanya panitia saja yang tahu… tujuannya adalah untuk mengetahui apakah staff mengerti prosedur evakuasi atau tidak, staff panik atau tidak, mengukur waktu evakuasi, mengukur waktu kedatangan fire warden dan fisrt aider, mengukur kedatangan fire bridage dan ambulan, dll.

Jangan lupa catat gap yang ada untuk improvement.

Tanggapan 10 – Dedi Sopian

Kalau tidak salah di body nya ada keterangan mengenai kapan diperlukan penggantian seperti diliat dari berat isinya kalau berkurang berapa % dari berat yg tertulis mesti di ganti or diisi ulang, dan untuk tabung bertekanan kayaknya ada regulasi yang mengharuskan adanya hydro test tiap 5 tahun sekali.

Tanggapan 11 – Heru Suprapto

Mas Indra

Pls CMIIW

Sepanjang pengetahuan dan pengalaman saya pihak ketiga hanya melengkapi pihaknya kecuali dia punya stock dan sudah termasuk dalam deal.
Akan lebih baik kalau anda punya sendiri minimal untuk petugas ERT yang anda organisasikan. Drill didokumentasikan berapa menit dari event ke event laiinya, sukur2 di dokumentasikan dengan kamera video.
Selamat berlatih.

Share This