Last time untuk menentukan komposisi wet gas di incoming separator atau di pipe, Team Laboratorium kami melakukan beberapa method sebagai berikut : – dilakukan sampling di gas outlet (untuk mendapatkan gas komposisi) dan liquid outlet (untuk mendapatkan liquid komposisi). ke-dua komposisi tsb kemudian direcombinasikan untuk mendapatkan wet gas komposisi ; – dengan memposisikan receiver di tengah-tengah pipe (masuk lewat PG) dengan asumsi bahwa distribusi gas & liquid sangat merata di pipe. Fluid yang didapat kemudian ditangkap dengan cooler untuk mengambil kondensatnya sehingga didapatkan liquid komposisi. Uncondensable gasnya dianalisa yang memberikan gas komposisi. Kedua komposisi tsb direcombinasikan untuk mendapatkan wet gas komposisi.

Tanya – Moh Darwis

Dear All,

Last time untuk menentukan komposisi wet gas di incoming separator atau di pipe, Team Laboratorium kami melakukan beberapa method sebagai berikut :

– dilakukan sampling di gas outlet (untuk mendapatkan gas komposisi) dan liquid outlet (untuk mendapatkan liquid komposisi). ke-dua komposisi tsb kemudian direcombinasikan untuk mendapatkan wet gas komposisi.

– dengan memposisikan receiver di tengah-tengah pipe (masuk lewat PG) dengan asumsi bahwa distribusi gas & liquid sangat merata di pipe. Fluid yang didapat kemudian ditangkap dengan cooler untuk mengambil kondensatnya sehingga didapatkan liquid komposisi. Uncondensable gasnya dianalisa yang memberikan gas komposisi. Kedua komposisi tsb direcombinasikan untuk mendapatkan wet gas komposisi.

Related dengan statement diatas, mohon pencerahan untuk hal-hal berikut :

– Bagaimana menentukan komposisi water di wet gas komposisi yang telah didapatkan? Sebab setau saya, analisa laboratorium tidak include water. Apakah kita asumsi bahwa wet gas tsb saturate atau dari data water-cut.

– Sharing method yang lain dalam sampling wet gas untuk mendapatkan komposisinya.

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Razali

Sebaiknya moisture diukur langsung dari sp point pipa ybs. Kalau nggak ada yg online, bisa dengan portable analyzer dari lab.
Jika kadar airnya banyak (visible) ini bisa ditera secara gravimetri di lab, sample diambil dari fraksi liquid.

Kayaknya itu will be fine lah.

Tanggapan 2 – andriawan

Pak Darwis,

awal desember 2009 saya ikut membantu memonitor pengambilan sampel gas dari header gas di bojonegoro. dari SOP nya:

1. moisture content di uji langsung di tempat (onsite); komentar saya: mungkin kl di bawa ke lab, moisture nya akan ikut terkondensasi sehingga
mengacaukan pembacaan . . . dimana jika boom (wadah gas) nya di panaskan kembali moisture tsb sulit ikut terdispersi kembali kedalam gas . . .

2. komposisi gas tanpa moisture di ukur di Lab;

3. H2S di ukur di tempat atau di Lab.

memang saya juga tidak bgt paham karna saya tidak ikut langsung ke lokasi .

Tanggapan 3 – Weby

Pak Darwis,

Sedikit masukan dari saya dan mudah2an bermanfaat.

Saya mengasumsikan bahwa wet gas yang dimaksud adalah campuran hidrokabon. Saya lebih condong pada metode pertama karena pada kenyataannya sulit mendapatkan pencampuran sempurna pada metode kedua kecuali terdapat semacam mixer sebelum sampling point-nya.
Mengenai kandungan air pada wet gas, bagusnya bisa mendapatkan %water cut pada sisi cairnya, sedangkan pada sisi gas bisa disaturasi dulu, baru kemudian direkombinasi antara keduanya pada simulator proses (i.e: Hysys) . Jadinya memang kandungan air pada sisi gas besarnya tidak signifikan jika %water cut-nya besar. Tetapi paling tidak menambah akurasi data komposisi wet gas jika ternyata %water cut dari hidrokarbon cairnya kecil atau trace.

Terima kasih.

Tanggapan 4 – M. Suprihat

Saya sepakat dengan pendapat Pak Weby, data lab gas komposisi selama ini yang saya dapat dari klien adalah dry gas. Untuk melakukan simulasi hysys maka dry gas tsb saya wet-kan dengan cara dicampur dengan saturated water pada P & T tertentu sehingga didapat komposisi wet gas dengan kondisi P&T sama seperti kondisi dry gas tsb.
Mohon dikoreksi jika ada metode lain yang lebih tepat.