Di project petrochemical atau oil & gas , banyak dibangun konstruksi yg tinggi, semisal kolom2 hydrochemical cracker, tower flare dll, yg tingginya bisa sampai 30 meter lebih. Para pekerja yg bekerja di lokasi kerja tsb, karena kepraktisan tetap berada disana, sampai saatnya selesai kerja, sampai ada yg diperbolehkan membawa makanan (lunch) agar praktis. Namun akan timbul masalah besar saat mereka perlu buang air misalnya, akan sangat jauh dan tidak praktis kalau mereka turun dulu ke bawah kemudian naik lagi hanya karena sekedar pergi ke toilet utk buang air kecil. Di musim dingin , dimana cuaca sangat dingin dan angin kencang, pekerja akan lebih sering buang air kecil. Saat inspeksi ke project banyak ditemukan, bekas botol air mineral yg akhirnya jadi tempat buang air kecil ( urinate at waste water bottle ) , khususnya di tempat2 bangunan konstruksi tinggi tsb ( pipe rack, column, tower dll ) . Sekali waktu pernah terjadi, botol air kotor tersebut terjatuh ke bawah dan menimpa pekerja di bawah, memang tidak sampai menyebabkan injury, tapi tidak higienis dan kotor. Ternyata memang itulah solusi praktis para pekerja yg bekerja di ketinggian, mereka buang air kecil di botol bekas tsb, daripada turun ke bawah.

Tanya – Hendra Messa

Rekan2 sekalian,

Dalam project besar sering timbul masalah2 kecil yg bisa besar juga efeknya, Semisal masalah berikut ;

Di project petrochemical atau oil & gas , banyak dibangun konstruksi yg tinggi, semisal kolom2 hydrochemical cracker, tower flare dll, yg tingginya bisa sampai 30 meter lebih. Para pekerja yg bekerja di lokasi kerja tsb, karena kepraktisan tetap berada disana, sampai saatnya selesai kerja, sampai ada yg diperbolehkan membawa makanan (lunch) agar praktis. Namun akan timbul masalah besar saat mereka perlu buang air misalnya, akan sangat jauh dan tidak praktis kalau mereka turun dulu ke bawah kemudian naik lagi hanya karena sekedar pergi ke toilet utk buang air kecil.

Di musim dingin , dimana cuaca sangat dingin dan angin kencang, pekerja akan lebih sering buang air kecil. Saat inspeksi ke project banyak ditemukan, bekas botol air mineral yg akhirnya jadi tempat buang air kecil ( urinate at waste water bottle ) , khususnya di tempat2 bangunan konstruksi tinggi tsb ( pipe rack, column, tower dll ) . Sekali waktu pernah terjadi, botol air kotor tersebut terjatuh ke bawah dan menimpa pekerja di bawah, memang tidak sampai menyebabkan injury, tapi tidak higienis dan kotor.

Ternyata memang itulah solusi praktis para pekerja yg bekerja di ketinggian, mereka buang air kecil di botol bekas tsb, daripada turun ke bawah.

HSE people di project, agak bingung juga mengenai masalah tsb, apa solusinya ?

– menyediakan portable toilet di ketinggian tidak praktis.

– suruh org turun ke bawah dulu kemudian naikutk buang air kecil, juga tidak praktis, take time.( bayangkan turun naik tower/column 40 m )

– suruh tidak banyak minum sebelum bekerja di atas, tak bagus juga dari sisi kesehatan / kuatan fisik.

– memperbolehkan saja, buang air kecil di botol air bekas, tapi kemudian ada yg
khusus mengumpulkan nya ( akan timbul masalah kesehatan, bila ternyata ada air
kotor dari org yg punya penyakit tertentu, bisa menular tsb )

Dan banyak ide2 lain nya, tapi masih belum ketemu solusi terbaik.

Mungkin rekan2 sekalian bisa sharing, bagaimana solusi praktis dan memenuhi standars HSE, utk masalah buang air kecil pada org yg bekerja di tempat tinggi tsb.

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Alvin Alfiyansyah

Mas Hendra,

Hal-hal industrial hygienis begini memang yg sulit dilakukan secara praktis. Bagaimana jika anda buat satu point buat katrol sebuah tong kecil buka-tutup atas yg nanti diisi botol-botol plastik bekas tempat urine tersebut ? Tetapi tentu harus ada orang yang ‘mengerek’ turun naik tong kecil ini. Dalam tong ini buat ruang pemisah (seperti tempat satu krat teh botol atau coke), sehingga botol urine tidak mudah terguling. Nah kalo penuh tong ini diambil oleh orang medic untuk dibuang, ambil tong kedua untuk mengantisipasi botol bekas tempat urine selanjutnya.
Kalo buat cuci/kebersihan setelah buang air, ini masalah selanjutnya, pakai air lagi di lokasi tertentu dalam setiap bay ketinggian atau ngga dicuci (maaf – agak jorok), namun pekerja harus selalu diingatkan agar sebelum makan selalu mencuci tangan, air terbatas ini yg anda harus sediakan jika pekerja dibolehkan makan di posisi 40 m tower.

Maaf cuma sekedar ide praktis, memenuhi kaidah dasar industrial hygiene – occupational health. CMIIW.

Tanggapan 2 – heru suprapto

Saran dari saya, satu pasang hose/tubing line sampai area kabin untuk keperluan itu, kedua botol air sudah benar. Selama urine dicampur air 1 : 2 buang saja dari atas, kalau spraynya bagus angin bagus kan gak jatuh kaya hujan. kali.

Tanggapan 3 – Subagja Arlan

Betul sarannya pernah kami lakukan waktu overhaul to tower 60 m, kita siapkan hose dari atas sampai bawah dan disiapkan corong untk buang air disetiap 20 meter dan air pembilasnya.
Thanks.

Tanggapan 4 – sandi handrianto

Betul Pak Hendra, sependapat seperti yg disampaikan bapak2 tadi, dan saya juga pernah menemui untuk project recovery boiler :

1. Hose/Selang dan diberi corong di setiap spot (maaf) kecing, tentunya disediakan di setiap level ketinggian (lebih baik)

2. Menyediakan air untuk bilas dan siram

3. Rutin di bersihkan (disiram karbol)

4. Saluran buang yang terkontrol, menuju septic tank

Tanggapan 5 – hdmessa

terima kasih rekan2 semua atas saran2 nya kang Alvin, mas Heru, Sandi, Arlan dll,

berharga skali masukan nya, akan kita coba,

ini real problem yg dihadapi disini, dimana saat musim dingin, suhu bisa sampai mendekati 10 derajat celcius dan angin kencang, ini smua jadi problem utk org2 yg bekerja lama di ketinggian.

masalah tsb tak timbul saat summer dimana suhu bisa mencapai 50 derajat celcius, karena para pekerja banyak berkeringat dan malah kehausan karena nya.

( btw, ternyata negeri gurun pasir tak selamanya panas..).

Tanggapan 6 – Rachman Soeaipi

Dibagiin pampers aja pak….^_^

Kan ada tuh pampers buat orang dewasa, kaya’ yg utk org sakit. Ntar kalo udah turun mereka bisa bilas.