Geotekstil rata-rata diterapkan untuk membantu meningkatkan sebaran daya dukung tanah, terutama lapisan tanah permukaan yang mempunyai daya dukung lemah dan bervariasi. Tentu saja sebelum penggelaran lapisan geotekstil diperlukan perbaikan lapisan tanah tersebut terlebih dahulu. Saran-saran dari rekan-rekan lainnya sudah sangat baik untuk diterapkan dan Pak Heru bisa memilih top layer up grading sesuai kondisi lahan.

Tanya – Heru Sadmiko

Saat ini untuk pengangkutan minyak dari field menuju Pump Station mempergunakan tank truck, jalan yang dilalui tank truck saat ini masih berupa tanah sehingga saat terjadi hujan mengguyur kondisi jalan menjadi tidak layak untuk dilalui. Selama ini rekan – rekan di lapangan mengatasi hal ini hanya mempergunakan batu yang ditebarkan di atas tanah yang bergelombang sehingga tidak cukup kuat untuk menahan beban karena batu yang ditimbun tersebut hanya dalam tempo sesaat sudah amblas ke dalam tanah mengingat beban tank truck yang cukup besar.

Melihat fakta diatas, apakah ada solusi lain untuk perbaikan jalan tersebut, apakah memungkinkan dengan penggunaan geotekstil.

Terima kasih.

Tanggapan 1 – haryo Bhimo

Selamat pagi Pak Heru,

Sependek pengetahuan saya geotextile bisa digunakan, akan tetapi lebih baik kalau
permukaan tanah yang akan dilapis dengan geotextile diratakan/dipadatkan terlebih dahulu
baru kemudian ditimbun dengan batu dan mungkin ditimbun lagi dengan tanah agar rata.
setahu saya pemakaian geotextile biasanya spt diatas.
karena material ini berfungsi seperti rangka baja pada lantai cor, yaitu menyebar beban yang jauh diatasnya.

Tanggapan 2 – Paulinus STG

Pak Heru,

Ada baiknya untuk keputusan yg bijak, perlu diketahui kondisi lapisan tanah di jalan tersebut. Mungkin bisa dilihat dari soil boring (jika ada) disekitar lokasi section jalan tersebut. Jika tidak ada, sebaiknya dilakukan dengan beberapa metode sederhana saja, seperti CPT / DCP setidaknya untuk mengetahui seberapa dalam lapisan lunaknya.

Lantas, ditinjau dari ketebalan dan kedalaman lapisan lunak tersebut, apakah

1. di remove saja soft soilnya (bila tipis dan dangkal). Klo soft soilnya hanya tipis, kemungkinan settlement yg sekarang hanya temporary saja, setelah 1x atau 2x recompaction + resurcafing maka jalan akan stabil. Bisanya klo truk sekelas tangki minyak tidak terlalu besar bebannya. Tinggal kombinasi beban truk dengan tebal perkerasan permukaan jalan.

2. Klo tanah lunaknya besar, memng perlu geotextile (seperti yg bapak usulkan) diatas tanah lunak tersebut, lalu diberi timbunan diatasnya. Alasannya selin removal softsoil akan makan banyak biaya, timbunan langsung juga akan kurang efektif, selain itu potensi settlement konsolidasi akan tetap ada. Dengan adanya geotextile, akan menahan timbunan diatas permukaan lunak (fungsi separasi) dan juga akan menambah daya dukung selama teknik pemasangannya sesuai.

3. Lebih jauh lagi, bila beban rencana (termasuk analisa traffic) menjadi lebih significan, perlu dipikirkan apakah solusi soil improvement yg lain ie. Soil nailing ato pondasi cerucuk bambu untuk perkerasan permanent.

Thank’s

Tanggapan 3 – Stefanus Silaban

Sependapat dengan Pak Paulinus, dan saya tambahkan sedikit:

* Dalam proses penimbunan juga harus memperhatikan jenis material tanah yang dibutuhkan untuk di bagian grade maupun bagian sub base dan base course-nya. Bagian grade sebaiknya menggunakan tanah jenis clay dan sub base jenis sandy clay yang dihampar perlapis dengan kepadatan tertentu (berdasarkan soil lab data).

* Jika jalan ini akan digunakan tidak sampai perkerasan surface bisa dibantu dengan base course menggunakan lime soil atau soil cement dengan kepadatan tertentu (berdasarkan soil lab data) dan diatasnya ditambahkan aggregate base.

Tanggapan 4 – Thomas Yanuar P

Pak Heru,

Sedikit tambahan info dari saya. Geotekstil memang rata-rata diterapkan untuk membantu meningkatkan sebaran daya dukung tanah, terutama lapisan tanah permukaan yang mempunyai daya dukung lemah dan bervariasi. Tentu saja sebelum penggelaran lapisan geotekstil diperlukan perbaikan lapisan tanah tersebut terlebih dahulu. Saran-saran dari rekan-rekan lainnya sudah sangat baik untuk diterapkan dan Pak Heru bisa memilih top layer up grading sesuai kondisi lahan.
Untuk material geotekstil sendiri, saya sarankan pilihlah yang mempunyai density yang tinggi (density bisa mencerminkan kerapatan massa penyusun material tersebut), double stitch/layer dan sistim penyambungan yang mudah dan tidak memerlukan biaya tinggi, memiliki sertifikasi. Dalam hasil sertifikasi akan ditunjukkan pula nilai kuat tarik/tensile, kuat sobek/torn, elongation, elastisitas dan parameter lainnya yang bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum material dipilih.
Advis teknis bisa juga didapatkan dari pabrikan pembuat geotekstil.