Online valve maintenance hanya bersifat temporary ( sementara ) dan valve itu sendiri akan direpair atau diganti pada waktu plant shutdown.
valve akan berhenti bocor dan sealantnya aman jika beberapa point terpenuhi, yang salah satunya temperatur dan pressurenya cukup stabil dan tidak fluktuatif.
Metoda ini sangat tepat untuk ‘urgent treatment’ mengingat dampak media yang bocor bisa menotori lingkungan sekitar atau kerugian yang ditimbulkan oleh media yang terbuang karena kebocoran tersebut.

Tanya – efran

Dear Rekan2 migas,

Mau tanya apakah ada rekan2 yang berpengalaman dengan Online Valve Maintenance (OVM),yaitu mengatasi kebocoran valve dengan injecti sealent.

Saya menayakan apakah perbaikan ini sifatnya permanen?atau hanya untuk saat itu saja,artinya ketika valve itu dioperasikan,maka selaent akan tebuang,dan valve bocor lagi.

Terimakasih atas perhatiannya.

Tanggapan 1 – Kadafi

Wah menarik ini pak Efran,

Kebetulan saya juga ada beberapa problem dg valve yg bocor (passing), spt yg bapak tanyakn, saya juga pengen tahu lebih jauh ttg metode sealant ini, pengoperasiannya, brand-nya dan teknis pelaksanaannya. saya jg blm tahu pak.

Sejauh ini, yg kami lakukan dg metode greasing, dg grease gun pada grease nipple di body valve, sambil open-close valve karena kebanyakan valve yg passing itu karena ada kotoran yg nyangkut di discnya, sehingga tdk bisa tight-closed, sejauh ini sebagian berhasil, kecuali yg scratch di ball-nya (ball valve) atau tdk pas posisi seatnya maka harus di repair dg dibuka valvenya dan diposisikan lagi dg baik.

Ada yg bilang jg bahwa valve ada rating/kelas bubblenya (kebolehan passingnya), kecuali SDV atau valve2 yg di fungsikan untuk tight-closed/isolate. apa memang demikian ? cmiiw.

Tanggapan 2 – efran_trg

Thanks Pak Kadafi atas infonya,
Setahu saya, produk chemola ada juga yang buat sealent.

Kalau valve setahu saya tingkat2 memang ada yang diperbolehkan bocor,seperti pada PCV (pressure control valve),tapi tidak tau juga kenapa.

Tanggapan 3 – Anpan

Broer Dafi,

On line valve Maintenance bisasanya adalah top entry valve, jadi bisa saja di maintanance pada waktu turn over atau shut down..

Saya tambahkan sedikit, sebelum Greasing/Sealant Injection..alangkah baiknya di Flushing dulu…, karena grease yang sudah lama akan mengeras sehingga grease yang baru tidak melapisi secara merata.

Kalau kondisi ball valvenya masih baik ( ball dan seatnya tidak rusak) maka methode ini cukup effective untuk beberapa bulan.

Kalau masih passing terus, maka perlu diperhatikan apakah ball dan seatnya masih bagus, kalau tidak bagus ganti sealnya dan perhatikan ballnya apakah ada goresan!

Kalau ada goresan, sebaiknya di lapping lagi …dst. Sekedar sharing untuk soft seat biasanya tidak boleh ada leaking sama sekali, tetapi untuk metal to metal seated boleh leaking sedikit sesuai dengan standard API…

Tanggapan 4 – rio.hendiga

Saya ada artikel untuk sealing case, mungkin ada gunanya. Karena kalau saya perhatikan di animasinya, sealing ini bisa dipergunakan untuk sealing pada KSB Casing Hanger yang mengalami leakage. Mungkin akan berguna untuk sealing pada ball valve yang bocor ( CMIIW ).

Attachment : Isolation Case Study.doc

Tanggapan 5 – eko prasatiyo

Dear pak Efran,

Online valve maintenance hanya bersifat temporary ( sementara ) dan valve itu sendiri akan direpair atau diganti pada waktu plant shutdown.
valve akan berhenti bocor dan sealantnya aman jika beberapa point terpenuhi, yang salah satunya temperatur dan pressurenya cukup stabil dan tidak fluktuatif.
Metoda ini sangat tepat untuk ‘urgent treatment’ mengingat dampak media yang bocor bisa menotori lingkungan sekitar atau kerugian yang ditimbulkan oleh media yang terbuang karena kebocoran tersebut.

Tanggapan 6 – efran_trg

Thanks Pak Eko atas infonya,

Artinya sealent ini hanya dipakai pada satu kondisi saja ya pak?.jadi ketika kita putar valvenya,maka selaent tadi tidak akan berfungsi lagi.dan kalau kita posiskan kembali ke posisi close maka apakah valve akan kembali bocor?

Setahu saya memang,sealent ini berfungsi untuk menekan valve seat ke ball.

Tanggapan 7 – Muktiadi Rahardjo

Dear Pak Efran,

Mengatasi kebocoran atau internal leaking pada ball valve dengan sealant injection sebenernya bukanlah rekomendasi.

Emang benar adanya bahwa untuk urgent case atau valve yang tidak terlalu kritikal bisa diatasi sementara dengan meng-inject sealant. Biasanya hal ini dilakukan untuk valve yang normally close, sebelum valve yang bersangkutan diagendakan untuk totally stripped down and repair during shut-down.
Ketika kita sudah berhasil menginject sealant dan mampu mengantisipasi kebocoran, ketika valve teresbut dioperasikan, maka sealant akan terbuang. Sealant yang berlebih karena selalu diinject tiap kali bocor juga tidak terlalu baik, karena kadang sealant tersebut akan masuk ke cavity atau ke valve2 kecil di downstream sehingga menyumbat sebagain istrumen dan check valve.
Semoga membantu.

Tanggapan 8 – Yusuf Nugroho

Pak Efran,

Senada dengan sharing dari rekan-2 lain, sifat sealant ini memang tidak permanent.
Oleh karena itu tujuannya lebih ke emergency sealant maupun untuk maintenance.

Beberapa referensi bisa kita download dari http://www.sealweld.ca/technical.htm atau http://www.valveintegrity.com/procedures.htm

Semoga ada masukan yang lebih lengkap dari para praktisi valve / pipeline maintenance.