Filosofi Bypass Valve utamanya digunakan sbg cadangan dlm situasi emergency apabila CV bermasalah,shg tdk menghambat suatu proses yg berakibat shut down.
Pemilihan Bypass valve disesuaikan dgn spec dari proses(press,flow,temp,fluid)shg tdk berbeda ukuran dimensinya dgn CV.

Tanya – alfi azhari

Dear rekan-rekan Milis…

di tempat kerja saya, terpasang HP Feedwater Control Valve dengan bypass valve terpasang paralel. Saat ada kendala dengan CV (pembukaan tdk bertambah), biasanya kami buka valve bypass nya. namun yg terjadi adalh selalu bocor dr glandpacking bypass valve.

sbg informasi, CV 4′ class 900, dan by pass valve 2′ class 800.

Yang ingin kami tanyakan adalah:

– apakah pemilihan bypass valve salah?

– apakah cara pengoperasian bypass valve yg salah?

– bagaimana filosofi (pemilihan dan pengoperasian) pemasangan bypass valve pada CV?

Tanggapan 1 – Djohan

Kalau saya membacanya ada dua issues: 1 Maintenance dan 2 Operating Philosophy.
Gland packing bocor harus dibetulin, lihat record, kalau sudah sering diperbaiki lalu bocor lagi, coba cek lagi CV materialsnya sesuai dengan aplikasi feed water gak, kalau gak sesuai ya diganti materialsnya.

Operating filosopi bisa di trace dari fungsi/peranan feed water (FW) dalam sistim keseluruhan, apakah harus jalan terus menerus 24 jam sehari 7 hari seminggu, dengan melihat apa efek matinya FW terhadap sistim keseluruhan.
Kalau cuman lihat konfigurasi 4′ control Valve (CV) dengan bypass (manual) 2′ saja, brarti FW boleh mati selama ada maintenance sedangkan bypass valve dipakai jika ada kekurangan supply ketika CV dah buka penuh (dengan catatan FW supply tersedia >dari kapasitas 4’CV).

Jika FW musti jalan terus (tidak boleh mati meskipun untuk maintenance), brarti konfigurasi bypass valve musti diganti dengan 2 CV parallel, masing2 dengan 2 block valves. Perlu dicek juga kapasitas (ukuran) valve apakah sesuai dengan kebutuhan supply FW, apakah bisa di handle oleh 4’CV.

smoga bermanfaat

Tanggapan 2 – Bahrin Saifudin

Saya tambahkan salah satu fungsi valve bypass manual yg kecil pada applikasi ini yaitu dipakai pada saat start up dimana pada saat itu yang dibuka terlebih dahulu saat low flow – high pressure drop adalah bypass valve, dan pada saat flow sdh cukup besar dengan pressure drop yang lebih kecil maka control valve baru dibuka agar control valve tidak mudah rusak karena kavitasi.

Tanggapan 3 – YOGI PRATAMA

Pak alfi sepengetahuan saya bahwa By pass CV biasanya dianjurkan dipasang sejajar atau kearah bawah, dan disarankan agar bypass menggunakan Globe dan Ball sebagai slow adjustment. untuk berapa classnya dihitung berdasarkan tekanan fluidanya.

Tanggapan 4 – Martin Rifki

Mas Alfi,

Sebelumnya ada perrtanyaan dari saya sebelum mencoba menjawab,:

untuk CV 4”, by pass valve yang anda gunakan cukup kecil, apakah design awalnya sebagai back up jika CV failure? Jika ya, saya bisa katakan ukurannya kecil sekali. Mungkin bisa dishare skema sederhana or PFD di daerah CV tersebut sesuai kasus aktualnya serta jenis valve yg digunakan.

ada beberapa case yg bypass valve nya memang kecil, namun tujuannya sebagai balancing line bukan sebagai pengganti jika main valve rusak, untuk valve2 tertentu dan ukuran tertentu. Misal ball valve ukuran besar (pressure operasi lumayan besar), maka sebaiknya dipasang by pass valve yg tujuannya sebagai balancing line saat start up agar beda pressure di upstream dan downstream valve tidaklah terlalu besar, sehingga ball valve cukup aman untuk dibuka (dalam keadaan close), jika tidak maka ada bagian valve seperti seat-nya yg akan rusak karena ada tekanan yang begitu besar antara up & downstreamnya.

Tanggapan 5 – Crootth Crootth

Mas Rifki,

Sebenarnya kalau urusan leaking, itu tidak hanya disebabkan beda tekanan besar antara upstream dan downstream, melainkan pula disebabkan oleh:

1. Kondisi bypass valve yang tidak dioperasikan (pasif) berpotensi sebagai ‘dead end’ yang mampu menimbun dan menyisipkan impurities pada water ke dalam glandpacking sehingga menyebabkan korosi yang berpotensi merusak glandpacking nya.

2. Pada saat membuka (pertama kali) bypass valve, ada lonjakan pressure di bypass valve yang berpotensi mendorong air menyisip ke gland packing.

Pertanyaannya apakah sering dilakukan draining liquid di bypass valve untuk mengurangi korosi?

Saya ga tahu apakah kondisi seperti di atas atau tidak, karena harus diketahui kondisi HP Feedwaternya seperti apa?

Tanggapan 6 – Yusuf Nugroho

Pak Alfi,

Dari pernyataan Bapak bahwa selalu bocor dr glandpacking bypass valve, maka yang saya pahami adalah kemungkinan telah terjadi back seat leak.
Kemungkinan valve tersebut memerlukan repair di bagian back seat nya dan di-test as per API 598. Selain itu mungkin perlu diperiksa kembali rating valve-nya, 2′
seharusnya 900 juga, bukan 800.

Dan valve bypass nya type apa pak? Globe kah?

Mohon rekan yang lain berkenan melengkapi dan koreksi.

Tanggapan 7 – Hotler Na70

Tambahan:(Control Valve)

* Usahakan Re Kalibrasi CV beserta I/P nya terlebih dahulu

*Sblm CV di install,periksa elctric input,air supply input

*Periksa/Check out put dari air regulator yg menuju ke I/P(sesuaikan range)

*Periksa apakah air supply ada condensate/mengandung cairan(hrs kering)

*Drain/bersihkan water condensate pada air supply regulator

*Bila sdh sesuai,lakukan test loop(open/close)25 s/d 100 %

Filosopi Bypass Valve utamanya digunakan sbg cadangan dlm situasi emergency apabila CV bermasalah,shg tdk menghambat suatu proses yg berakibat shut down.

Pemilihan Bypass valve disesuaikan dgn spec dari proses(press,flow,temp,fluid)shg tdk berbeda ukuran dimensinya dgn CV.
Dari uraian pk.Alfi terkesan bypass valve digunakan hanya utk covering CV nya,ini yg membuat kurang memperhatikan spec yg membuat bypass valve bermasalah pada gland packing(akibat out of range) juga antara lain spt yg disampaikan pk.Yusuf.

Cara operasikan Bypass Valve menjadi salah apabila sering digunakan atau terus menerus shg tdk sesuai dgn filosopinya.

Sebaiknya gunakan jenis Gate Valve utk yg paralel CV.

Silakan coba…