Untuk kaliberasi LEL detector baik portable maupun fixed system, harus diketahui jenis sensor yang ada di detector tersebut semisalnya catalytic sensor atau NDIR , khusus untuk NDIR sensor harus diketahui LEL nya dari jenis Hydrocarbon apa di set sensor nya ( wavelength ) semisal untuk LPG biasa digunakan i-C4H10, dan untuk Natural Gas biasanya di set ke CH4, sehingga bisa ditentukan span gas yang akan dipakai dan biasanya di set di 50%LEL contohnya CH4 di 2.5 %vol equal to 50%LEL. Khusus untuk catalytic sensor, balance untuk Span gas nya adalah udara, bukan N2. Untuk kaliberasi tergantung regulasi, tetapi penting untuk selalu melakukan performance test / bump test secara reguler, dan pastinya Catalytic sensor rentan terhadap high consentrate HC. Sehingga cara kalibrasi dan penggunaan Calibration gas yang benar memperpanjang usia dan performance Gas Detector tsb.

Tanya – Cak Tris sutrisno109@gmail.com

Tolong dong, bagi yang tahu tentang prosedur kalibrasi LEL detector, minta tolong dishare.

Sebelumnya terima kasih banyak.

Tanggapan 1 – doel head

dear Mr Sutrisno,

Produk gas deector yang di gunankan apa?

bila di tempat saya gunakan drager.
masuk saja ke menu calibration -> sensor -> H2S (sensor type)
di sana ada setting sensor secara detail.
kalo butuh info lg saya ada manualnya.

Tanggapan 2 – Taufiq Firmansyah

Cak Tris,

Silakan dirujuk standard EN 50054 ‘Electrical apparatus for the detection and measurement of combustible gases: General requirements and test methods’ dan EN 50057 ‘Electrical apparatus for the detection and measurement of combustible gases:
Performance requirements for Group II apparatus indicating up to 100% lower explosive limit’.

Tanggapan 3 – chepy_permana

kalo yg pernah saya liat kalibrasinya menggunakan magnet spt pulpen.
Magnet tsb di dekatkan ke transmitter di bagian indikasinya ada bulet kecil spt led sensor lalu hold beberapa detik maka selanjutnya akan membaca sendiri calibration mode secara automatic, bila meminta supply gas masukan gas’nya melalui connection di bawah sensornya langsung berikan sesuai settingnya bila sdh selesai tutup regulator tabung gasnya biarkan sensor akan auto detec, biasanya pake tabung kecil agar mudah di bawa2.

Lihat dimanualnya atau settingnya berapa max dan minimumnya. Kalau sdh mendekati settingnya maka gas detector akan kembali normal (o) zero dan tdk ada error. Maka kalibrasi di nyatakan selesai.

Bila tdk bs di kalibrasi ganti sensornya dgn yg baru mungkin sdh kotor atau rusak.

Silahkan jika ada rekan lain yg akan add.

Tanggapan 4 – Puji Yusnanto

Cak Tris,

Ada baiknya langkah kalibrasi merujuk ke manual LEL detector tersebut, karena setiap manufacturer memiliki cara kalibrasi yg spesifik terhadap detectornya.

Sependek yg saya ketahui, mohon koreksi bila keliru…

Untuk Gas Detector media kalibrasi dapat menggunakan Test Gas yg telah di ketahui konsentrasi % LEL nya, dimana Gas Test ini umumnya memiliki konsentrasi LEL 5-10% lebih tinggi dari set point yg akan di kalibrasi.
Untuk Flame IR/UV Detector media kalibrasi dapat menggunakan IR/UV Test Lamp yang biasanya juga di supply oleh pembuat detector tersebut.
Jangan lupa sebelum kalibrasi dilakukan, pastikan tidak ada gas terperangkap di sensornya dan optical tidak kotor, untuk mendapatkan hasil yg akurat.
Untuk langkah kalibrasinya yg spesifik, silahkan buka kembali manual detector yang dimaksud.

Semoga membantu.

Tanggapan 5 – Eddy Bachri

Buat rekan Yth,

Dari beberapa masukan tersebut barangkali saya mencoba menyimpulkan sbb.

1. Rujuk kepada Manual dari Gas detecktor tersebut.

2. Bila memungkinkan kirimkan dari dari manufacture atau authorized dealer yang memliki fasilitas untuk kalibrasi.

3. Watu kalibarasi sekitar 6 bulan sampai 1 tahun, saya pribadi lebih menyarankan 6 bulan.

4. Ada beberapa jenis (biasanya portable) yang oleh manufacturenya disebutkan free calibration ( rata2 karena tidak ada adjusment sensitivitasnya).

5. Bila dilakukan sendiri

a. Refer kepada manualnya.

b. Perhatikan jenis dari gas detektor tersebut, apakah catalytic, NDIR (Infra Red).

Juga apakah memiliki internal atau external pompa atau tidak.
c. Gunakan gas kalibrasi yang ter-registrasi and approved sebagai gas kalibrasi. Ini penting sekali.

d. Sesuaikan gasnya dengan jenis gas yang akan diukur. Khusus untuk gas alam atau hidrocarbon biasanya digunakan gas metana (Methane – CH4), karena dari grafik gasnya adalah lurus dengan sudut 45 derajat, jadi dapat dianggap merepresentasikan gas secara umum.

e. Konsentrasi umumnya adalah 50 % LEL.Memang ada yang 60 % LEL atau 25 % LEL. Saran saya cukup gunakan yang 50 % LEL saja.

f. Tujuan dari kalibrasi adalah untuk memastikan apakah gas yang diukur adalah sesuai yang terbaca oleh detektor tersebut, jadi tidak kaitanya dengan setting alarmnya.

g. Pada jenis yang bisa dikalibrasi terdapat tombol ataupun secara digital yang dapat mengubah angka yang ditunjukkan setelah gas kalibrasi telah dideteksi.

h. Untuk jenis yang menggunakan pompa, biasanya pada gas kalibration kit terdapat plastik sehingga gas kalibrasi dimasukan terlebih dahulu kedalam plastik tersebut yang kemudian diisap oleh gas detektor. Untuk ini pastikan kondisi plastik dalam keadaan kosong sebelum dimasukkan gas kalibrasi.

i. Setelah dikalibrasi, beri label tanggal dan oleh siapa kalibrasi dilakukan dan kapan kalibrasi berikutnya.

j. Kadang2 untuk pekerjaan kritis dilakukan kalibrasi ulang meskipun waktunya masih belum kadaluarsa.

Mudah2an membantu.

Tanggapan 6 – waluya_priatna

Kita menggunakan gas test LEL 60 percent.

Tanggapan 7 – waluya_priatna

Biasanya gas test hanya mencpai 50% LEL jadi cari yang gas test 60%

Tanggapan 8 – Kurnia Eng

Menambahkan Pertanyaan, Buat rekan2 yang sering memakai hand held Gas / LEL detektor. Berapa lama (umumnya) interval Kalibrasi rutin hand held / Portable gas detektor ini. apakah rekan rekan melakukan kalibrasi ulang dengan gas tester saat alat ini akan dipakai terutama
untuk kegiatan kritikal seperti hot workdan confined space entry. karena brand mencantumkan hal ini di manual booknya

mohon pencerahan,

Tanggapan 9 – waluya_priatna

5 menit aja kok

Tanggapan 10 – Puji Yusnanto

Mencoba sharing, mohon dikoreksi apabila keliru…

saat ini saya masih belum menemukan standard yg mengatur calibration interval untuk hand held gas detector. Umum nya rekomendasi dari manufacturer berkisar antara 6 – 12 bulan (yearly). Untuk lebih baiknya, measuring tool ini di kalibrasi oleh manufacturer nya atau accredited laboratory/company supaya memperoleh certificate of calibration yg mungkin dibutuhkan sebagai evident.
Mungkin rekan yg lain dapat menambahkan.

Tanggapan 11 – Frengky Tombokan – Centrin

Mas Puji,

Hanya sekedar sharing,

Untuk kaliberasi Gas Detector, yang penting tracebility dari standard Gas saat pengkaliberasian instrument tsb.

Untuk kaliberasi, bisa inhouse selama ada standard gas ataupun ke vendor gas detector tersebut jika diinginkan 3rd party certificate instrument, ataupun ke perusahaan Lab yang terakreditasi, hanya saja Gas Detector akurasi bukan merupakan hal “utama” tujuan-nya, dimana perfomance, respose time itu yang dipentingkan.

Untuk Gas Detector lebih condong fungsinya ke arah safety, sehingga saat kaliberasi dapat diketahui apakah sensor masih bekerja dengan benar atau tidak, perfomance nya, response time nya, ect. Berbeda dengan Gas Analyzer dimana akurasi adalah faktor penting.

Dan beberapa regulasi sesuai info Mas Puji, bahwasanya rekomendasi kaliberasi 6 bulan atau setahun sekali, mungkin dapat saya tambahkan, selain faktor regulasi, teknology sensor dan fungsi instrument tsb berperan penting untuk menentukan jangka kaliberasi, sensor catalityc, NDIR, thermalconductivity, FID, PID ect mempunyai karakteristic dan drift yang berbeda beda satu dengan yang lain,

Terimakasih,

Tanggapan 12 – Puji Yusnanto

Pak Frengky,

Terima kasih atas pencerahan yg bermanfaat ini.

Tanggapan 13 – Frengky Tombokan – Centrin

Dear rekan Milis Migas,

Hanya nambahin info saja,

Untuk kaliberasi LEL detector baik portable maupun fixed system, harus diketahui jenis sensor yang ada di detector tersebut semisalnya catalytic sensor atau NDIR , khusus untuk NDIR sensor harus diketahui LEL nya dari jenis Hydrocarbon apa di set sensor nya ( wavelength ) semisal untuk LPG biasa digunakan i-C4H10, dan untuk Natural Gas biasanya di set ke CH4,
sehingga bisa ditentukan span gas yang akan dipakai dan biasanya di set di 50%LEL contohnya CH4 di 2.5 %vol equal to 50%LEL. Khusus untuk catalytic sensor, balance untuk Span gas nya adalah udara, bukan N2.

Untuk kaliberasi tergantung regulasi, tetapi penting untuk selalu melakukan performance test / bump test secara reguler, dan pastinya Catalytic sensor rentan terhadap high consentrate HC. Sehingga cara kalibrasi dan penggunaan Calibration gas yang benar memperpanjang usia dan performance Gas Detector tsb.