Yang digunakan untuk menganalisa vibrasi secara on-line adalah VMS ‘Vibration Monitoring System’ seperti Bently Nevada dari General Electric dan PLC digunakan untuk safety system setelah VMS membaca nilai tertentu yg direkomendasikan OEM. itu adalah system architecture yg umum, jadi output dari VMS di hubungkan ke PLC., meskipun sebenernya di VMS mempunai relay output dan bisa mengkonfigurasi logic.

Tanya – Hammam Faza

Dear rekan-rekan milis,

Mohon share ilmunya langkah-langkah untuk menganalisis pengaruh vibrasi suatu pompa yang terhubung ke PLC dimana PLC tersebut memiliki batas nilai vibrasi tertentu.Jenis pumpanya reciprocating.

Terimakasih .

Tanggapan 1 – imron rosadi

Pak Faza….secara umum vibrasi (monitoring) system pompa terdiri dari : sensor vibrasi, driver dan vibrasi monitoring. Jika analisa vibrasi menggunakan data vibrasi yang komplek misalkan di pembangkit listrik gas turbin dapat dilakukan dengan menggunakan sistem network (LAN). Masing2 data vibrasi di lokalisasi; misalkan analisis vibrasi di daerah Gas Turbin, Steam turbin dan daerah BOP (Balance of Plant, seperti pompa Circulating Pump, Close Cooling water pump, dll) kemudian datanya dikirim ke server vibrasi melalui komunikasi ethernet protokol.

Masing2 analisa vibrasi memiliki range dan nilai setpoint tertentu, umumnya dalam micrometer peak to peak. Jika memasuki daerah setpoint maka pompa/turbin akan berhenti bekerja (stop/interlock) untuk menghindari turbin/pompa tsb dari kerusakan. Cara menginterlock ini dijabarkan melalui interlock logic diagram (ILD) yang diprogram menggunakan PLC (Programmable Logic Control). Untuk daerah2 yang Hazard umumnya dipasang safety barrier setelah driver untuk menghindari explosion. Analisa FFT (Fast Faourier Transform) yang berbasis frekuensi seringkali digunakan dalam menganalisa sinyal vibrasi.

Demikian informasinya dan mudah2an dapat menambah wawasan….

Jika ada yang kurang mohon ditambahkan rekan2 lain….

Tanggapan 2 – indira Sandhy

Pa Faza,

Yang digunakan untuk menganalisa vibrasi secara on-line adalah VMS ‘Vibration Monitoring System’ seperti Bently Nevada dari General Electric dan PLC digunakan untuk safety system setelah VMS membaca nilai tertentu yg direkomendasikan OEM. itu adalah system architecture yg umum, jadi output dari VMS di hubungkan ke PLC., meskipun sebenernya di VMS mempunai relay output dan bisa mengkonfigurasi logic.
Adapun kalo ditempat bapak tidak terpasang VMS tapi dari tranducer langsung ke PLC berarti bapak hanya punya data trend vibrasi dan tidak bisa mendapatkan spektrum, orbit, dll. dam memang PLC didesign bukan untuk menganalisa vibrasi.

Tanggapan 3 – Bambang Sugiharta

Pak Faza,

Bapak bisa menggunakan portable vibration analyzer untuk mendapatkan root cause nya.

Portable bisa digunakan secara periodic dengan rujukan trending nilai vibrasi yang didapat oleh PLC.

Tanggapan 4 – buddy cahyono

Menambahi sedikit,

Bila Pak Faza mempunyai data logger (vibration analyzer portable) bisa langsung capture data dari signal conditioner (transmitter) melalui BNC-connector. Setelah itu spektrum vibrasi pompa tersebut bisa dianalisis.

Tanggapan 5 – JONO

Pak Faza,

Langkah langkahnya:

1. Bapak ambil data , data disini termasuk spectrumnya, orbitnya, timewaveform nya…dll baik secara on-line maupun off-line (dengan portable data collector)

2. Jadikan nilai-nilai yang di PLC (mungkin OEM nya) sebagai referensi batas alarm/warning dan danger untuk di pompa

3. Jadikan trending data-data yang telah pak Faza kumpulkan.

4. Analisa

5. Tentukan apakah memang harus diambil tindakan atau si mesin masih bisa dioperasikan sampai batas waktu turn around yang telah di jadualkan.

Mudah-mudahan membantu.

Tanggapan 6 – Hammam Faza

Terimakasih masukan rekan-rekan sekalian,

Ada tambahan pertanyaan dari saya,
Kondisi pompa saat ini belum dijalankan.Pump akan dijalankan atau dikontrol oleh PLC.

Selain harus mengukur langsung sbgaimana disarankan, apakah bisa dilakukan studi perhitungan yg bisa dilakukan untuk memprediksi vibrasinya nanti dibawah batas yg boleh diterima PLC?Kalau ada boleh dishare referensinya.Apakah di data manufacturer pump bisa didapatkan data vibrasi pump?

Terimakasih sekali lagi.

Tanggapan 7 – JONO

Pak Hammam Faza,

Maksud Bapak dengan studi perhitungan yang bagaimana? Bapak bisa memprediksi pompa Bapak, apa dan kapan arus di lakukan perawatan setelah bapak mempunyai data-data yang ada (misal yang sederhana Spectrumnya bagaimana, apalagi kalau Bapak ditunjang dengan data TWV sipompa, atau orbitnya bagaimana).

Batasan nilai overall vibrasi yang ada di PLC (setting OEMnya) hanya untuk referensi Bapak , atau juga si manufacture mengeluarkan nilai-nilai batas vibrasi dari si pompa reciprocating Bapak, bisa untuk acuan Bapak. Aatau Bapak bisa juga mengacu untuk ke ISO-10816-6 untuk mesin-mesin reciprocating Bapak, bisa untuk perbandingan dengan data dari manufactur si pompa.

Keuntungan dari Bapak saat ini adalah, Bapak bisa mendapatkan database awal dari si pompa karena memang belum dijalankan atau di operasikan.
Dengan mengetahui karakter spectrum dari tiap mesin itulah, Bapak bisa saja menerapkan batasan-batasan untuk alarm warning dan dangernya.
ISO 10816 hanya sebagai referensi saja Pak, karena pengalaman yang pernah saya temui di lapangan, ada 3 mesin ditempat saya yang sama (daya, kecepatannya dll) saya terapkan batasan berdasarkan ISO 10816 hasilnya kurang memuaskan sehingga 2 mesin dengan batasan yang sama dan mengacu ke ISO 10816 dan satu mesin dengan batasan berbeda (tidak mengacu ke ISO 10816).

Mudah-mudahan bermanfaat,

Tanggapan 8 – rez_pt

Sekedar menambah pak, pengalaman saya, manufacturer akan menyatakan standar manufakturing pump, apakah iso ISO or API or yang lain, yang didalamnya jg terdapat allowable vibration limit. Dari sini bapak bisa menerapkan limit tersebut untuk pump bapak.

Saya sependapat dengan pak Jono, ISO 10816 tidak selalu bisa diterapkan, hanya sebagai guideline, kalau kita kepepet dimana manufacturer tidak bisa menyertakan vibration data. Saya selalu pegang data manufacturer, baru lihat ke ISO 10816 kalau memang tidak ada.

Tanggapan 9 – indira Sandhy

Pak Hammam,

masukan dari Pak Puji/Jono bagus.

Seperti keterangan bapak bahwa pump akan dikontrol oleh PLC, pertanyaan saya apakah ada sensor vibrasi yg akan terpasang di pump bapak?..
kalau ada cara yang terbaik untuk mengetahui nilai buat setting di PLC adalah data dari OEM ‘Original Equipment Manufacturer’ dan itu harus bapak minta dari mereka karena mereka yg design dan mereka tau karakter dari pompa yg dibikin. Buat ISO-10816 seperti yg dikatakan pa Puji memang hasilnya kadang tidak memuaskan karena memang cuma general guideline.

btw, seberapa besar pump powernya pa?….

Sebagai sharring di tempat sy untuk pompa kecil dan tidak critical PLC digunakan untuk ESD system dan tidak ada vibration sensornya jadi paling temperature, dll sebagai acuan buat tripping. sedangkan equipments yg critical buat vibrasi di control dan di analisa sama bently nevada 3300 VMS dengan PLC buat ESD system.

Tanggapan 10 – Teguh Santoso

Pak faza,

coba saya simpulkan dulu masalah bapak, kira kira begini. CMIIW

1. Bapak punya pompa yang akan dijalankan/dikontrol oleh PLC, (tetapi belum tentu pada pompa tersebut dipasang sensor vibrasi).

2. PLC tersebut diletakkan dekat dengan pompa sehingga bapak kuatir pengaruh vibrasi pompa akan ikut mengetarkan PLC tsb.
Kalau demikian, permasalahannya bukan ke masalah sensor vibrasi, setting vibrasi pompa (alarm, warning, dll), tetapi lebih kepada pengaruh getaran struktur akibat vibrasi pompa terhadap ‘dudukan PLC’.
Nah, kalau itu yang bapak maksud, ada cara untuk memperkirakan besarnya amplitudo yang diterima oleh ‘dudukan PLC’ yaitu dengan analisis dinamik dengan bantuan software2 FEM..

Tanggapan 11 – Hammam Faza

Maaf saya balas japri.

Betul Pak tepat demikian.Kalau boleh tau FEM ini software apa yah pak,input data apa yg diperlukan..
Terimakasih banyak.

Tanggapan 12 – Teguh Santoso

Pak Faza,

FEM singkatan dari finite element methode, sebuah cara matematik (matriks) untuk menganalisis struktur yang lebih kompleks. software sudah banyak tersedia seperti ANSYS, NASTRAN, DYTRAN, PATRAN, CAESAR II, SACS, dll. Dalam memodelkan sebuah struktur input yang diperlukan adalah dimensi struktur berupa baja/concrete profil yang digunakan dan besarnya gaya eksitasi dari sumber getar tersebut. Biasanya vendor akan memberikan gaya gaya yang terjadi pada tumpuan equuipmentnya. Nah, dari input eksitasi gaya dan frekuensi kerja tsb, maka response dinamik pada titik dimana PLC tersebut diletakkan dapat diperkirakan. CMIIW
Maaf pak saya lempar ke milis lagi karena saya yakin ada yang lebih ahli dalam menerangkan masalah bapak atau mengkoreksi saya bila salah…