Philosophy Deluge Valve (DV) secara umum adalah ‘isolasi/pemisah/pembatas’ sekaligus ‘penghubung’ antara Wet Section Piping (Up stream) dengan Dry Section Piping (Down stream) dan if actuated (commonly automatic from fire detector+logic) it will be fully open (100%) dan tidak berfungsi untuk menjaga pressure di main line seperti yang anda jelaskan. Oleh karena itu DV tetap perlu dipasang. Seandainya pun dipaksakan System tanpa menggunakan DV sedangkan yang dilayani oleh Main Line tsb bukan hanya Fire Water (FW) System tetapi juga Service Watter (SW) System, maka alternative yang bisa anda ambil walaupun tidak bagus tetapi dapat diaplikasikan adalah memisahkan FW dan SW line dan masing-masing independent. Design Piping sebelumnya yang Wet System dibiarkan menjadi SW System sedangkan FW System menggunakan Dry Pipe System dan Fire Pump akan activated jika Fire Detectors ‘Confirm FIRE’ bukannya PSL, tapi saya tdk tahu apakah impact costnya apakah akan jadi lebih besar dibandingkan membeli DV.

Tanya – subhan_mlk

Dear Milis,

Apakah mungkin mendesign fire water system, yang terdiri dari fire pump , pipe line , sprinkler dan Pressure Tranmitter (PSHL) tanpa menggunakan deluge valve?

Dengan informasi: Pump Station yang terdiri dari 1 raw water pump dan 1 fire pump. Settingan PSHL untuk Fire Pump di bawah raw water pump.

Mohon pencerahannya…

Tanggapan 1 – Boorham Rifai

Bisa dikembalikan lagi ke filosofi awal apakah Deluge system itu diperlukan (kalo tidak salah ingat Mas DAM yg pernah raise isu ini). Incase sudah ada passive fire protection, tidak ingin passive fire protection itu rusak gara2 Deluge System wet test (CUI isusue), maka FW system hanya provide kebutuhan untuk cooling dgn cara yg lebih terkontrol, misal via monitor/hose reel.

Benarkan kalau saya salah,

Tanggapan 2 – Akh. Munawir

Saya kira itu mungkin saja dilakukan dgn system Dry Pipe, tetapi saya jadi bertanya jika tanpa Deluge Valve buat apa anda pasang ‘Pressure Transmitter’?

Tanggapan 3 – subhan malik

Pressure Transmitter di line pipe , ketika terjadi pressure drop maka akan menyalakan fire pump , kalo system Dry pipe itu artinya di pipa tidak pressurize ? kalo saya boleh tahu ada tidak standard yang merujuk kesana?

Untuk sementara ini Design detection meggunakan wet pilot sprinkler.
Keliatannya kalo menggunakan system Dry pipe tidak bisa menggunakan wet pilot sprinkler detection.

Tanggapan 4 – Akh. Munawir

Pak Subhan,

Jika anda menggunakan FW Spray/Sprinkler dimana FW Main Line sedang Pressurized, bukankah Pressure akan Drop jika ‘Deluge Valve’ berubah status dari ‘CLOSE’ to be ‘OPEN’ untuk mengalirkan FW ke Spray Nozzles ???

Lalu dipertanyaan sebelumnya kenapa anda mengharapkan tidak menggunakan ‘Deluge Valve’ ???

Apakah anda sedang mem-propose suatu system yang lain?? Jika iya, sebaiknya anda deskripsikan lebih detail ide anda tsb agar tidak salah paham.

Tanggapan 5 – waluya_priatna

Transmitter untuk conrol pressure and for running fire watet pump.

Tanggapan 6 – subhan malik

Pak Akhi..

Sebenarnya saya sedang mempropose design fire water system tanpa deluge valve karena optimalisasi cost.

Pump Station didekasikan untuk fire water(hose reel, fire hydrant dan sprinkler ) dan service clean water ( wash down. belt cleaner) terdiri dari 1 fire pump, 1 jockey pump dan 1 clean water pump, dan semuanya menjadi satu common line pipe.
Di line pipe terdiri dari Pressure Transmitter (PSHL) dan flow switch untuk menyalakan fire pump dan clean water pump dan juga sekaligus sebagai proteksi untuk kedua pump tersebut.

Propose Pump Station designnya adalah 6′ Line pipe , Ring fire fightingnya 6′, dan header masing-masing untuk Fire Hydrant adalah 4′, untuk sprinkler 2′.
Celakanya dulu waktu proposal , deluge valve tidak ke take off. Muncullah ide Fire Water System tanpa deluge valve.

Sekilas , kalo tidak membutuhkan Deluge Valve berarti tidak ada system yang automatis seperti electric actuation dari smoke detector, atau wet pilot dari fusible plug.
Karena menurut saya , adanya deluge valve hanya sebagai penutup untuk menjaga tekanan agar sama.

Pertanyaannya apakah bisa fire water system tanpa deluge valve hanya seperti design yang saya gambarkan diatas?

Tanggapan 7 – Akh. Munawir

Pak Subhan,

Wow, fatal juga ya sampai lupa ter- take off, tapi saya coba menjawab semampu yang saya tau.

Philosophy Deluge Valve (DV) secara umum adalah ‘isolasi/pemisah/pembatas’ sekaligus ‘penghubung’ antara Wet Section Piping (Up stream) dengan Dry Section Piping (Down stream) dan if actuated (commonly automatic from fire detector+logic) it will be fully open (100%) dan tidak berfungsi untuk menjaga pressure di main line seperti yang anda jelaskan.
Oleh karena itu saya berpendapat DV tetap perlu dipasang.

Seandainya pun dipaksakan System tanpa menggunakan DV sedangkan yang dilayani oleh Main Line tsb bukan hanya Fire Water (FW) System tetapi juga Service Watter (SW) System, maka alternative yang bisa anda ambil walaupun tidak bagus tetapi dapat diaplikasikan adalah memisahkan FW dan SW line dan masing-masing independent.
Design Piping sebelumnya yang Wet System dibiarkan menjadi SW System sedangkan
FW System menggunakan Dry Pipe System dan Fire Pump akan activated jika Fire Detectors ‘Confirm FIRE’ bukannya PSL, tapi saya tdk tahu apakah impact costnya apakah akan jadi lebih besar dibandingkan membeli DV.

Tanggapan 8 – Miftahul Arif

Pak Subhan, mohon dijelaskan sedikit lebih detail peruntukan deluge valve tsb? kira-kira mau ditempatkan dimana dan seberapa penting purposenya. sehingga teman2 milis bisa memberikan alternatif solusi yg lebih tepat.

Thanks

Tanggapan 9 – subhan malik

OK , Pak Akhi…

Terima Kasih Banyak atas masukkannya , yang terakhir pak Akhi…. sekiranya design saya tetap dalam satu common line pipe (service water dan fire water) , dan aktivasi fire pump tetap menggunakan PSL bukan dengan ‘Confirm Fire’dengan set pressure yang berbeda-beda antara set pressure clean water pump dan set pressure jockey pump ada masalah ga yah ? atau tidak recommended ?

Tanggapan 10 – Akh. Munawir

Mas Subhan,

Nama saya komplitnya Akhmad Munawir, biasa dipanggil Munawir, Nawir dan Akhmad kadang temen kampus masih ada yang panggil boss geng dan baru anda yang panggil saya Pak Akhi…tapi it’s OK kalo mmng anda sukanya begitu…he3x.

Saya sarankan anda baca dan pahami dulu deh NFPA 20 supaya diskusinya tidak bias kemana-mana dan lebih fokus. Karena kalau anda belum paham konsep design dan objective-nya akan sulit dapat goal yang indah.