Penggunaan ban vulkanisir tidak mempengaruhi keselamatan, sebenarnya kl dibilang vulkanisir salah juga. Vulkanisir itu hanya membuat tread ban baru tanpa ada proses perbaikan karet mahkotanya. sedangkan untuk ban pesawat, semua karet diganti tinggal tersisa kerangkanya saja, lalu dikaret ulang dan dibuat tread baru. Setiap ban yang sudah di-retread wajib menuliskan retread ke berapa, jadi harus ada catatan yg dimaintain oleh pengguna dan pabrik. dan setiap ban juga dibatasi jumlah retreadnya, biasanya untuk main landing gear 6x, nose landing gear 3x… tapi itupun tergantung kondisi karena sebelum di retread harus dicek keadaan strukturnya dengan infra red. kl memang kondisi tidak bagus, maka tidak akan di-retread.

Pembahasan – Sulistiyono

Ternyata penggunaan ban vulkanisiran untuk pesawat itu diperkenankan lho. Pantas banyak peristiwa ban pesawat meletus.

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

Jalan Medan Merdeka Barat No.8

Jakarta 10110

Kotak Pos 1389

Jakarta 10013

Telepon : 3505136. 3505137

Fax: 3505135.3505139

3507144

Nomor

Lampiran

Perihal

: .V~(V /2WlfO !~TPlz007 Jakarta, l.. Hop:V11!Je2(fa:J7

Kepada

Yth: Operator Penerbangan

Pemegang AOC 121 dan 135 di INDONESIA

: Ketentuan Penggunaan Ban Vulkanisir

(Retread)

1. Setelah mempertimbangkan :

a. Kejadian kegagalan ban pesawat terbang telah sangat jauh berkurang sejak
dilaksanakannya ketentuan pada Edaran Keselamatan Nomor AU/1353/DSKU/02/2006 tanggal 16 Maret 2006 perihal Pencegahan Kegagalan Ban pada Pesawat Udara yang melarang penggunaan ban roda pendarat depan (nose landing gear tire) dengan ban vulkanisir (retread), yakni ha.’1lsR-O, dan membatasi ban roda pendarat utama (main landing gear tire) dengan ban vulkanisir (retread) sampai yang ketiga (R-3).

b. Dengan adanya pembatasan terhadap ban roda pendarat depan hanya boleh R-O, teIjadi kesulitan yang dialami operator penerbangan dalam menjamin kontinyuitas ketersediaan kebutuhan ban barn untuk tahun-tahun mendatang karena keterbatasan kapasitas produksi sehingga akan bisa mengakibatkan ketidaktersediaan dipasar.

2. Sehubungan dengan butir 1a dan 1b diatas, maka DSKU akan mempertimbangkan kemungkinan penggunaan ban vulkanisir pada roda pendarat depan sampai maksimum R-3 dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Operator penerbangan yang ingin menggunakan ban vulkanisir pada roda pendarat depan harns mengajukan permohonan ke DSKU dengan melampirkan data-data laju penggantian ban selama 6 bulan terakhir dan nama pabrik ban yang digunakan. Petunjuk tentang ban vulkanisir sesuai Advisory Circular Nomor 145-4.

b. Ijin penggunaan ban vulkanisir bagi ban roda pendarat depan hanya akan diberikan setelah DSKU melakukan evaluasi terhadap data-data tersebut dengan mempertimbangkan juga hasil surveilance inspektor DSKU terhadap kineIja operator bersangkutan selama ini.

3. Pembatasan penggunaan ban roda pendarat utama dengan ban vulkanisir sampai dengan vulkanisir yang ketiga (R-3) masih berlaku.

1

4. DSKU mengingatkan kembali kepada para operator penerbangan agar selalu melakukan inspeksi ban dan menjaga tekanan ban secara benar sesuai ketentuan Manual Perawatan pabrik serta mengoperasikan pesawat terbang diground secara sempuma. Demikian juga bagi otoritas bandara agar selalu menjaga kebersihan area operasi pesawat di landasan. Praktek perawatan dan pengoperasian pesawat terbang untuk mencapai kinerja keselamatan ban yang baik terdapat pada DGCA Advisory <;ircular 20-97' Aircraft Tire Maintenance and Operational Practices' serta petujukpetunjuk pabrik.

5. DSKU menyarankan. agar operator penerbangan mempunyai Retread Reliability Program yang memonitor in-service reliability terhadap ban-ban yang divulkanisir. Secara umum Retread Reliability Program meliputi : pengumpulan data secara kontinyu, analisa data bulanan, rencana tanggapan koreksi (corrective action plan) yang diperlukan serta implementasinya untuk perbaikan kinerja, dan penetapan standard kinerja yaitu jumlah penggantian retread ban per jumlah siklus pendaratan (removal o/retreaded tiresllanding cycles).

6. Dengan adanya surat ketentuan penggunaan ban vulkanisir ini maka Surat Edaran Keselamatan Nomor AU/1353/DSKU/02/2006 dinyatakall tidak berlaku. Ketentuan penggunaan ban vulkanisir dalam surat ini akan dipertimbangkan kembali apabila ada perkembangan lebih lanjut dikemudian hari.

SI KELAIKAN UDARA

,ISHASmUAN .120141107

Tanggapan 1 – ROSES-Man

Pak, penggunaan ban vulkanisir tidak mempengaruhi keselamatan…. sebenarnya kl dibilang vulkanisir salah juga. sepengetahuan saya, vulkanisir itu hanya membuat tread ban baru tanpa ada proses perbaikan karet mahkotanya. sedangkan untuk ban pesawat, semua karet diganti tinggal tersisa kerangkanya saja, lalu dikaret ulang dan dibuat tread baru.

setiap ban yang sudah di-retread wajib menuliskan retread ke berapa, jadi harus ada catatan yg dimaintain oleh pengguna dan pabrik. dan setiap ban juga dibatasi jumlah retreadnya, biasanya untuk main landing gear 6x, nose landing gear 3x… tapi itupun tergantung kondisi karena sebelum di retread harus dicek keadaan strukturnya dengan infra red. kl memang kondisi tidak bagus, maka tidak akan di-retread.

ban meletus banyak penyebabnya: landasan pacu yg tidak mulus alias banyak kerikil atau sedimen karet, kecepatan tinggi ketika membelok, atau ban memang sudah aus tapi masih digunakan….. dan ada faktor2 lain….

Tanggapan 2 – Wahyu Affandi

O saya kira cuman opelet si Mandra sajah, yg pakai ban vulkanisir

…wah usahakan agar jangan dipakai konsep 3R (Reuse-Reduce-Recycle) dalam hal ban pesawat…….bisa2 ‘kita’ sang penumpang yg di Recycled bersama badan pesawat tsb.

Tanggapan 3 – Endri Prasetyo

Menurut saya, ban vulkanisir boleh saja digunakan asalkan regulasi dan kontrolnya dijalankan dengan baik. Tentu saja ini terkait dengan bagaimana rubber compound itu dibuat, apakah sudah sesuai dengan karakteristik yang dipersyaratkan? Apakah formula yang ditentukan sudah benar2 dijalankan?

Nah selanjutnya apakah kontrol dilakukan pada saat proses curing dan setelahnya?

Dalam dunia produk jadi karet (misal seal etc..), ada hal2 diatas yang kadang2 ‘dimainkan’.

Tanggapan 4 – I Wayan Eka Putra

Sepengetahuan saya, semua produksi ban karet, baik yang baru maupun yang re-tread pake vulkanisir (vulcanization) method yang ditemukan oleh Charles Goodyear ratusan tahun lalu. Kalo gak di vulkanisir, karet tetaplah karet alam.

Tanggapan 5 – Endri Prasetyo

Pak Wayan benar. Kalau secara harfiah vulkanisasi adalah proses pembentukan ikatan silang antar molekul karet menggunakan bahan vulkanisator.
Jadi untuk diskusi ini seharusnya menggunakan istilah apa? Kalau sesuai buku tentang karet seharusnya menggunakan istilah Retreading.

Tanggapan 6 – Sulistiyono

Thank responsnya. Kalau ban vulkanisir tidak mempengaruhi keselamatan, kenapa ya hanya boleh dipakai untuk roda belakan pesawat saja ?

Tanggapan 7 – Rovicky Dwi Putrohari

Banyak kok yang menggunakannya, dan itu wajar di dunia penerbangan tidak hanya di Indonesia. Juga ada tata cara serta aturannya. silahkan di google saja keywordnya retreaded tires landing aircraft …
http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&hs=caE&q=retreaded+tires+landing+aircraft&btnG=Telusuri&meta=&aq=f&oq=

Mnurut saya pendaratan jelas ditentukan direction (arah), tentusaja setelah touch down, roda depan yang paling penting. Walaupun ban volkanisir diperbolehkan tentusaja diutamakan untuk roda belakang. Demikian juga untuk kedaraan darat, roda depan (pengontrol) selalu diutamakan yang lebih bagus kondisinya.

Tanggapan 8 – I Made Sudarta I Made Sudarta

Menurut saya ban vulkanisir merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan pesawat terbang pada saat take-off maupun landing, cuma nilai risikonya sudah diminalkan atau risikonya masih manageable.

Tanggapan 9 – Sulistiyono

Kenapa ya di Indonesia sudah beberapa kali diberitakan pesawat ini atau itu bannya meletus waktu melakukan pendaratan sehingga…..Apa factor landasan kita kurang bagus ?Diluar negeri / negeri maju juga ada ban pesawat meletus ?

Tanggapan 10 – Rovicky Dwi Putrohari

di luar neger ?

di gugle pasti ketemu Mas Sulis pakai keyword … tyre burst landing jangan kaget kalau ada F16 mengalaminya.

Tanggapan 11 – Sulistiyono

Pak RDP,

Iya boanyak banget juga kejadian diluar negeri,Singapore,(Qantas) UK, Dubai yang kaya pun ada kejadiannya dll Memang umumnya sih masalah landasannya ya. Jadi saya nggak malu2 banget lah nek ban pesawat kita (mungkin yang vulkanisiran ?) mbledos.Thank.