Saya baru mempelajari tentang getaran mekanis dan rasanya ingin terjun lebih dalam lagi karena ketertarikan dalam menggunakan software-nya. (Seperti bekerja sambil nge-games saja). Setelah menggunakan alat vibrasi dan software-nya, rasanya ada yang kurang sedikit menarik dalam menginterpretasikan data. Kalau kita menggunakan Program seperti CATIA, NASTRAN, PROENG, SOLIDWORK, dll., sangatlah menarik dapat mensimulasikan Stress Analysis dan dapat memberikan gambaran yang jelas serta mudah dipahami dalam bentuk 3Dimensi.

Tanya – schatzy

Dear KMI’ers,

Mohon izin untuk berguru dari para Senior KMI-wan dan KMI-wati.
Saya baru mempelajari tentang getaran mekanis dan rasanya ingin terjun lebih dalam lagi karena ketertarikan dalam menggunakan software-nya. (Seperti bekerja sambil nge-games saja).

Setelah menggunakan alat vibrasi dan software-nya, rasanya ada yang kurang sedikit menarik dalam menginterpretasikan data.
Kalau kita menggunakan Program seperti CATIA, NASTRAN, PROENG, SOLIDWORK, dll.,

sangatlah menarik dapat mensimulasikan Stress Analysis dan dapat memberikan gambaran yang jelas serta mudah dipahami dalam bentuk 3Dimensi.

1. Apakah bisa mensimulasikan data yang kita ambil dengan data logger vibrasi dalam bentuk visual 3D (Pergerakan dinamika Poros) layaknya Stress Analysis pada CATIA, SOLIDWORK, dll…?? Kalau bisa, Bagaimana caranya ya Pak?? Padahalkan, sama2 menggunakan prinsip finite elemen ya…

2. Karena saya juga masih melanjutkan sekolah S1 tingkat akhir di bidang Teknik Mesin,
Saat ini saya terdapat keraguan dalam menentukan langkah kedepan. Di Institusi Kampus, saya melihat bahwa jurusan Teknik Mesin lebih diarahkan kepada dunia Konversi Energi dengan materi kuliah dan proyek penelitian kampus yang lebih mengarah ke sana. Sedangkan pekerjaan rutin saya bisa dikatakan lebih ke arah Vibration Monitoring disamping juga melakukan perbaikan minor dan major pada Rotating Equipment.
Mohon bimbingan dan pencerahan dari Bapak dan Ibu sekalian, bagaimanakah langkah yang sebaiknya saya ambil dalam memasuki peluang dunia baru engineer..???
Bagaimanakah peluang bagi lulusan D3 (Teknisi) menuju ke Engineer (S1 Fresh graduate)..??

Terima kasih sebelumnya atas penjelasan dan bimbingan Bapak&Ibu sekalian.

Tanggapan 1 – Wahyu

Coba belajar dan gunakan software Visual Nasran, bukan Nasran. Tapi
mungkin pemasukan datanya tidak bisa langsung dengan DAQ, harus manual.

Tanggapan 2 – Dolyn

Wah senang rasanya bertemu dengan bapak yang penuh semangat ini. FYI, di German itu biasa memulai S1 di umur 30 thn. (tapi di Indonesia kok rasanya aneh).

Mencoba menjawab pertanyaan mr.schatzy.

1. Seharusnya bisa, biasanya menggunakan interface excel.

2. Sebenarnya antara koversi energy sekalipun dengan getaran mekanis ada hubungunnya. kalo dianalisa. Getaran adalah loss energy, dari energy mekanik, ke energy suara, panas, dll.
jadi secara matematis bisa dibilang energy di poros awal = energi di akhir poros – energy suara – energy panas – dan lain lain.

energy panasnya sendiri bisa di pecah menjadi energy panas hilang di poros dan energy panas hilang di bearing.

mungkin dengan pengalaman bapak, bapak bisa membuat interaksi di antara komponen2 itu.
Kalo persamaannya sudah jadi bapak bisa tahu sebuah poros punya efisiensi berapa dan tahan berapa lama.

mesin-mesin conversi energy, mulai compressor, turbin, pompa, reciprocating engine, dll, adalah mekanis yang berputar, dimana vibrasinya sangat
menentukan daya tahan, efisiensi, safety, dll.

Jadi kesimpulannya konversi energy (terutama energy mekanis) sangat membutuhkan analisa getaran.

Tanggapan 3 – Bambang Sugiharta

Mas Schatzy,

Untuk menjadi seorang vibration analyst, sampeyan harus perkuat ilmu ilmu dasar seperti matematika, kalkulus, analisa signal dan gelombang, transformasi fourier, orbital analysis, etc. Dikombinasi dengan ilmu rotating equipment sampeyan, saya kira menjadi vibration analyst bukan pilihan yang jelek, seorang vib analyst yang bagus juga punya penghasilan yang baik. Advanced nanti bisa ditingkatkan ke predictive maintenance, RCM dan RBM.

Lengkap sudah, dan perusahaan oil and gas besar akan dengan mudah menangkap sampeyan.

Tanggapan 4 – asep supriatman

Mas Schatzy,

Saya sendiri orang vibrasi, dulu waktu sekolah saya di jurusan mesin(Konversi energy). tapi ya itulah, pada saat berkarir pindah jalur jadi di vibrasi, selain ilmu yang pak bambang sugiharta sebutkan, pengalaman juga. Siapa bilang Vibration Analyst itu jelek? justru dari Vibration tersebut, bisa mengetahui kendala-kendala, Mechanical, Electrical sampai Proses. Dan penghasilan nya pun nggak Kurang, Mungkin pak bambang tau. Dan sampai sekarang masih tetap menekuni ilmu yang namanya Vibrasi.