Select Page

PLC Royal Dutch Shell telah menandatangani dua kontrak dengan Technip dan Samsung Heavy Industries sehubungan dengan rencana perusahaan untuk mendirikan fasilitas floating LNG (FLNG) di lahan Prelude di Browse basin di offshore Western Australia.

Penulis : Rick Wilkinson

PLC Royal Dutch Shell telah menandatangani dua kontrak dengan Technip dan Samsung Heavy Industries sehubungan dengan rencana perusahaan untuk mendirikan fasilitas floating LNG (FLNG) di lahan Prelude di Browse basin di offshore Western Australia.

Kontrak pertama sehubungan dengan front-end engineering dan aspek design dari project Prelude yang mempertimbangkan komposisi gas, local weather conditions, dan site-specific parameters lainnya.

Perincian kontrak kedua syarat-syarat berdasarkan fasilitas FLNG yang akan dibangun, jika dan ketika keputusan investasi final yang dibuat untuk project.

kontrak yang mengikuti master agreement yang ditandatangani pada Juli 2009 antara Shell dan joint venture Technip-Samsung untuk mengerjakan design, construction, dan installation dari multiple FLNG selama peride 15 tahun.

Prelude telah memperkirakan cadangan 2.5-3 tcf gas dan 120 juta bbl kondensat. Lahan Nearby Concerto, yang kemungkinan akan berkaitan dalam pengembangan, yang belum dialokasikan dalam jumlah cadangan yang resmi. Kedua lahan terletak di permit WA-371-P.

Pengembangan FLNG Prelude diperuntukkan untuk memproduksi LNG 3.5 juta ton/tahun. Keputusan investasi terakhir dijadwalkan selama awal 2011, dari angka yang diharapkan akan memakan waktu 5 tahun untuk kapal FLNG yang akan dibangun di Korea dan menyeret lahan yang berlokasi 475 km utara-timurlaut Broome.

Produksi akan dimulai dari sumur subsea yang menghubungkan kembali ke manifold subsea dan dihubungkan ke FLNG melalui flowlines. Jika semua sesuai rencana, produksi gas pertama akan dimulai pada tahun 2016.

Sumber: www.ogj.com

Share This