Sebuah HSE Plan harus mencakup : 1. Identifikasi dan penetapan dari proses-proses , sub proses dan aktivitas dalam merealisasikan produk/servis (proses utama); 2. Identifikasi dan penetapan dari proses-proses yang mendukung proses utama; 3. Identifikasi hazard yang berpotensi pada saat proses-proses tersebut dilaksanakan dan hasil assessment terhadap tingkat resiko; 4. Penetapan rencana, prosedur-prosedur cara-cara memitigasi tingkat resiko tersebut; 5. Penetapan prosedur untuk memonitor dan memastikan prosedur-prosedur dijalankan dengan efektif, dan prosedur untuk pengukuran tingkat kinerja dan efektifitas e.g. inspection procedure.

Tanya – Sagala Roy

Saya Roy sagala.. saya mohon bantuan rekan – rekan milis, apakah ada contoh pembuatan HSE Plan khususnya untuk surveyor karena saya sangat membutuhkan sekali. atas bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih dan saya mohon bimbingannya..

Tanggapan 1 – Rachmadi Indrapraja

Yang aplikatif dan digunakan di tempat saya bekerja,

Awalnya Bapak bisa menggunakan Job Safety Analysis (JSA). Typical form nya berisi step pekerjaan, potensi bahaya, dan langkah pengendalian. Selain itu terdapat kolom untuk mengisikan alat pelindung diri yang diperlukan.

Setidaknya timbul safety awareness sebelum bekerja melalui pengisian form JSA.
Monggo ditambahkan, semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 – Muhammad Syamsuddin

Pak Roy,

Sebelumnya kalau boleh saya ingin tanya, apakah yang bapak maksudkan itu HSE plan untuk perusahaan surveyor (surveyor company) atau personel surveyor..?
HSE plan biasanya dibuat untuk company (corporate HSE plan/manual) atau untuk specific project (Project HSE plan).
Kalau untuk aktivitas tertentu seperti survey biasanya digunakan Risk assessment atau JSA seperti yang dijelaskan Pak Rachmadi.

Tanggapan 3 – Dirman Artib

HSE Plan ekivalen dengan Quality Plan dan Security Plan atau plan-plan management lainnya.

Kalau per definisi, kira-kira : A Document specifying which procedures and associated resources shall be applied by whom and when to a specific project , product , processes or contract to achieve determined objectives/targets.

Nah, HSE Plan tentunya akan unik dari project ke project, karena juga akan berbeda ekpektasi, requirement (persyaratan) dan objectives dari Client. Lagipula, nature dari project juga berbeda, misalnya project EPCI platform yang konvensional (jacket+topside) dengan project EPCI Tension Leg Platform untuk deepwater.

Paling tidak bagi saya sebuah HSE Plan harus mencakup :

1. Identifikasi dan penetapan dari proses-proses , sub proses dan aktivitas dalam merealisasikan produk/servis (proses utama)

2. Identifikasi dan penetapan dari proses-proses yang mendukung proses utama

3. Identifikasi hazard yang berpotensi pada saat proses-proses tersebut dilaksanakan dan hasil assessment terhadap tingkat resiko

4. Penetapan rencana, prosedur-prosedur cara-cara memitigasi tingkat resiko tersebut

5. Penetapan prosedur untuk memonitor dan memastikan prosedur-prosedur dijalankan dengan efektif, dan prosedur untuk pengukuran tingkat kinerja dan efektifitas e.g. inspection procedure,

6. Penetapan cara-cara atau prosedur bahwa hasil monitoring dan pengukuran ditinjau pada waktu yang direncanakan, agar segala deviasi, kekurangan dapat ditingkat dengan sebuah rencana yang terarah dan terukur serta terkendali.

Tanggapan 4 – Dimas Arif Wibowo

Ingn menambahkan,dah tlog d cek kalo ad yg slah.menrut sya pmbuat jsa tgal d tnya masing2 hazard pada stiap aspek kgiatan na lalu d kelmpokan untk d jadikan jra.
Pengawasan nya dapat d lakukan safety inspection!!! Data2 tsb bisa d jadikan dasar emergency renspon plan,yang d kordinasikan dngan pemda stempat!

Smoga brmanfaat