Fireproofing adalah lapisan dominan material sementasi (cementitious) yang menutupi skirt/saddle (dudukan)/struktur baja penyangga vessel atau jaringan pipa pembawa dan penyimpan material mudah terbakar (flammable). Fireproofing dapat digolongkan sebagai tindakan pemadaman pasif. Kegunaannya? Lapisan fireproofing ini dimaksudkan melindungi dudukan dan penyangga vessel dan jaringan pipa yang dimaksud dari keruntuhan/kegagalan fungsional selama terjadi kebakaran hidrokarbon minimal 3 jam. Rating 3 jam ini sesuai dengan syarat minimum yang disebutkan dalam standar dunia yang diakui yaitu UL (Underwriters Laboratories) 1709 tentang Rapid Rise Fire Test of Protection Materials for Structural Steel. Asumsi lamanya minimum perlindungan yang diinginkan ini lebih banyak berdasarkan faktor waktu perkiraan keruntuhan struktur penyangga dan waktu evakuasi yang diperlukan terhadap manusia yang bekerja disekitar area tersebut.

Tanya – cak.topan@batam

Prinsip fire proofing itu bagaimana sih? Jika terjadi kebakaran, sampai tahap mana dia akan melindungi? Apakah melindungi sampai tidak terbakar? Ato, dia melindungi sampai tahap tertentu saja? Ada suatu analogi yang saya pelajari sewaktu belajar dinamika struktur beton adalah biarlah bangunan itu runtuh, asalkan orangnya berhasil menyelamatkan diri. Artinya, bangunan didesain bisa menahan sampai jangka waktu tertentu jika terjadi gempa, untuk memberikan kesempatan pada penghuni menyelamatkan diri. Prinsip yang sama pada fire proofing?

Ada berapa jenis fire proofing? Kok saya baca di spec client ada klasifikasi jet fire dan (apa ya satunya, lupa… hehehe). Boleh dong di-share apa itu jet fire de el el.
Udah ah itu dulu. Nanti disambung lagi.

Tanggapan 1 – Alvin Alfiyansyah

Cak Topan,

Coba lihat rujukan API RP 2218, ASTM E-119, UL 1709 sebagai referensi.

Ya, Fireproofing memang termasuk passive protection. Secara umum adalah lapisan pelindung buat struktur bangunan, skid, mesin, dsb. yang ditujukan agar kegagaln fungsional dapat dihindari (tidak runtuh) dalam kurun waktu tertentu. UL rating, bisa tahan 1 jam sampai 4 jam bergantung material yang dipakai.

Coba lihat disini buat fire proofing discussion sebelumnya di milist ini, http://civilandstructure.wordpress.com/2009/06/30/pekerjaan-fireproofing/

Jet fire itu bukan contoh fireproofing, melainkan adalah salah satu skenario resiko fire dan transfer panas yang mungkin terjadi. Pemasangan fireproofing selain melihat resiko fire juga dilihat banyaknya beban tambahan ketika kita memasang hal ini terutama buat aplikasi offshore dan FPSO/FSO, ini akan menjadi constraint tersendiri terutama jika modifikasi dengan penambahan fireproofing adalah hal yg dilakukan buat existing platform dan FPSO/FSO, selain itu constraint adalah resiko corrosion strukturnya, kadang juga crack dari fireproofing dari jenis cementitious yang dipasang. Sedang Resiko2 fire lainnya adalah pool fire, dsb. yg akan mentrigger penggunaan fireproofing juga.

Sekian dulu.

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: