Select Page

Didalam SK Ditjen Migas 84.K-38-DJM-1998 mengenai tata cara pemeriksaan keselamatan kerja atas instalasi, peralatan & teknik disebutkan Instalasi Eksplorasi & Eksploitasi yang harus di-SKPI-kan: Instalasi pemboran; Instalasi produksi; Instalasi pengumpul. Instalasi lainnya yang terkait dengan kegiatan Eksplorasi & Eksploitasi.

Tanya – Benny Gunawan

Dear Rekans,

Perusahaan tempat Sy bekerja akan segera memproduksikan beberapa Sumur pertama nya, secara bertahap, sehingga pastinya akan membutuhkan/ mempersiapkan Early Production Facility, sementara fasilitas produksi tersebut akan diadakan dengan sistem rental selama setahun, untuk kemudian jika produksi nya stabil dan atau bertambah, fasilitas produksi tersebut akan dikembangkan (permanen).

Beberapa hal yang ingin Sy ketahui, dari rekan-rekan semua, yang mungkin memiliki pengalaman yang sama adalah, sebagai berikut dibawah:

1. Masing-masing perlengkapan fasilitas produksi (separator, ko drum, dsb.) wajib untuk disertai oleh SKPP, apakah ada selain SKPP yang perlu untuk disertakan oleh vendor ybs.?

2. Apakah perlengkapan fasilitas produksi tersebut jika telah terhubung/ terintegrasi perlu untuk dilengkapi oleh SKPI? Mengingat fasilitas produksi tersebut adalah rental dan bersifat sementara/ early? Apa saja kah yang perlu disiapkan selain masing-masing telah memiliki SKPP?

3. Masing-masing perlengkapan fasilitas produksi, seperti vessel (separator, dsb.) umumnya sudah dilengkapi oleh skid (fully skid), mengingat Lapangan terletak pada daerah gambut/ tanah lunak, seberapa perlu kah untuk dilakukan pemancangan (piling) untuk peletakan vessel tersebut? Terkait dengan jika harus dilengkapi oleh SKPI? Menurut hemat Sy, jika sdh dilengkapi oleh skid, dan daerah gambut/ tanah lunak tersebut sudah ditimbun/ diratakan, seharusnya tidak menjadi masalah, dan juga mengingat fasilitas produksi tersebut juga masih rental dan bersifat sementara/ early? atau apakah dapat diletakkan begitu saja?

4. Juga jika harus dilengkapi oleh SKPI, apakah perlu pada daerah yang diperuntukkan sebagai Early Production Facility tersebut dilengkapi oleh drainase dan oil catcher untuk menghindari tumpahan minyak (oil spill), dsb.?

5. Juga jika harus dilengkapi oleh SKPI, apa saja kah yang perlu dipersiapkan oleh Perusahaan? Membutuhkan waktu berapa lama kah hingga SKPI tersebut keluar/ disetujui oleh Ditjend. MIGAS?

Mohon masukannya dari rekan-rekan sekalian mengenai SKPP/ SKPI. Sebelumnya Sy mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya.

Tanggapan 1 – Praditya Wira Satria

Dear Pak Benny,

Apakah Pak Benny bisa mengakses SK Ditjen Migas 84.K-38-DJM-1998 mengenai tata cara pemeriksaan keselamatan kerja atas instalasi, peralatan & teknik?

Disitu disebutkan Instalasi Eksplorasi & Eksploitasi yang harus di-SKPI-kan:

Instalasi pemboran

Instalasi produksi

Instalasi pengumpul

Instalasi lainnya yang terkait dengan kegiatan Eksplorasi & Eksploitasi

Semua yg tertulis di SK tersebut saya memahaminya berlaku secara umum jadi pemahaman saya dari SK tersebut maka Early production facility (EPF) yang akan digunakan oleh perusahaan bapak tentunya termasuk ke instalasi produksi (terlepas apakah itu sementara atau permanen) karena akan digunakan utk produksi. Saya pernah mendengar kasus mirip dimana pernah ada salah satu PSC di daerah sumatera yg juga pernah memasang fasilitas serupa dg sebutan yg sama & mereka harus mendapatkan SKPI utk fasilitas sementara yg akan mereka gunakan.

Apakah wajib disertai SKPP? Sepengetahuan saya, proses utk mendapatkan SKPI adalah sudah menyelesaikan seluruh SKPP yang diperlukan. Utk yang berkenaan dengan penanggulangan pencemaran lingkungan mengacu ke lampirannya mengenai tatacara pemeriksaan disebutkan disitu termasuk pada hal yg harus dilakukan pemeriksaan fisik, berarti ’benda’nya musti ada pak J. Semoga membantu.

Tanggapan 2 – Dirman Artib

Ada points yang menarik pada pertanyaan Pak Benny, dan saya mohon izin nimbrung :

1.Masing-masing perlengkapan fasilitas produksi, seperti vessel (separator, dsb.) umumnya sudah dilengkapi oleh skid (fully skid), mengingat Lapangan terletak pada daerah gambut/ tanah lunak, seberapa perlu kah untuk dilakukan pemancangan (piling) untuk peletakan vessel tersebut? Terkait dengan jika harus dilengkapi oleh SKPI? Menurut hemat Sy, jika sdh dilengkapi oleh skid, dan daerah gambut/ tanah lunak tersebut sudah ditimbun/ diratakan, seharusnya tidak menjadi masalah, dan juga mengingat fasilitas produksi tersebut juga masih rental dan bersifat sementara/ early? atau apakah dapat diletakkan begitu saja?

Terjemahan saya bahwa hakekat SKPP dan SKPI sistem adalah metode pemerintah yang tertuang dalam surat keputusan Dirjen Migas yang tujuan nya adalah untuk memastikan bahwa apa yang direncanakan, dilakukan dan aktivitas yang menyangkut minyak dan gas dilakukan dengan pemastian ‘assurance’ keselamatan manusia dan lingkungan serta melindungi asset.

Dalam prinsip ‘assurance system’, secara umum paling tidak melibatkan 3 pihak, yaitu perencana/pelaksana, pemerintah (authorised party) dan 3rd party yang idealnya harus lah independent (alias tak memihak pihak 1 dan 2, alias netral). Jika Pak Benny sebagai perencana/pelaksana sudah melakukan kalkulasi, check dan verifikasi sendiri (internal verification ) terhadap kelayakan dan keselamatan instalasi baik sementara mapun permanen, maka hal itu belumlah cukup, karena untuk memenuhi prinsip ‘assurance system’ perlu 2 pihak lagi yang harus terlibat, yaitu independent 3rd party dan wakil pemerintah. Sehingga keyakinan sendiri Pak Benny dkk di atas tanah gambut, lunak yang sudah diratakan akan menjadi keyakinan bersama. Sistem ini adalah untuk melindungi pihak ke 4, yaitu interested parties yaitu rakyat banyak, perusahaan tetangga, flora-fauna, dunia internasional etc yang berpotensi terkena impak apabila terjadi kecelakaan dari ‘keyakinan sendiri’ Pak Benny yang beresiko. Nah…..pihak ke 4 ini tanpa dikomando pun secara otomatis akan menyerang pemerintah apabila merasa dirugikan, jadi sebelum diserang semua pihak harus memastikan agar sama-sama yakin.

Justru fasilitas yang bersifat sementara itu adalah point kritikal dalam hal management resiko. Banyak fakta dan angka statistik dari kecelakaan besar, ledakan, kebakaran, fasilitas runtuh/roboh, tenggelam diakibatkan oleh fasilitas sementara atau diperburuk karena adanya fasilitas sementara. Contohnya : ledakan BP Refinery di kota koboi texas beberapa tahun lalu.

UKOOA (UK Offshore Oil Association) bahkan menaruh perhatian besar yang paling diwaspadai terhadap fasilitas sementara :

1. Struktur konstruksi sementara

2. Tempat tinggal/penginapan pekerja sementara

3. Alat bantu, alat uji dan alat operasi sementara

4. lain -lain (lupa)

Bahkan ‘pacar sementara’ para expat yang sedang ngerjain project di BP Tangguh pun beberapa tahun lalu juga diwaspadai dengan sangat serius karena beresiko tinggi membawa dan menyebarkan HIV/AIDS.

Share This