Mungkin ada yang bisa share mengenai medical check up yg dilakukan sebelum kita membuat employment visa di negara-negara teluk (GCC)? Mereka menyebut 7 negara, termasuk Indonesia yang harus menyediakan hasil medical check-up melalui GAMCA (GCC Approved Medical Centres Association) sebagai syarat pembuatan visa kerja ataupun family visa.

Tanya – Isya Muhajirin

Dear Milister,

Mungkin ada yang bisa share mengenai medical check up yg dilakukan sebelum kita membuat employment visa di negara-negara teluk (GCC)? Mereka menyebut 7 negara, termasuk Indonesia yang harus menyediakan hasil medical check-up melalui GAMCA (GCC Approved Medical Centres Association) sebagai syarat pembuatan visa kerja ataupun family visa.
Kebetulan saya mendapat informasi dari teman yang memiliki list GAMCA di Indonesia, dan ada yang sudah didatangi. Tempat yang didatangi ini jauh dari kesan ‘klinik kesehatan’ sehingga agak sedikit sangsi mengenai kualitas pelayannya. Apakah kita bisa melakukan MCU di lokasi yang bukan GAMCA untuk keperluan employment visa tersebut? Kalau bisa, langkah2nya bagaimana?
Terima kasih.

Tanggapan 1 – joko_sosiawan_trikukuh

Pak Isya,

Berdasarkan pengalaman saya dulu, saya melakukan checkup setelah saya tiba di dubai (UAE). Jadi saya di jakarta hanya mengurus calling visa di kedutaan UAE baru kemudian berangkat dan setelah sampai di dubai, saya melakukan medical checkup (blood test) untuk mendapatkan employment visa saya.

Tanggapan 2 – Ardianto H

Memang klinik GAMCA umumnya tidak semewah Rumah sakit International. Lihat list dibawah ada satu atau dua rumah sakit besar yang sudah crtified GAMCA

http://ardisfamily.blogspot.com/2008/04/07-kesehatan-di-kuwait.html

Tanggapan 3 – Isya Muhajirin

Mas fafank130 aka Toni,

Terima kasih masukannya. Saya juga sudah baca2 blognya mas Ardi dari Kuwait, lengkap banget dan helpful. Saya juga jadi terinspirasi untuk buat blog semacam itu.:).

Nah, concern saya sebetulnya adalah masalah hasil. Seperti yg pernah terjadi sama mas Toni berarti ada kemungkinan kesalahan pembacaan atau hasil medical. Kalau menurut saya ini fatal, karena bisa menutup pintu utk mendapatkan pekerjaan di ME. Kemudian apakah kita bisa meng-counter hasil dari GAMCA klinik tersebut kalau hasil dari tempat lain menyatakan sebaliknya?

Mas Joko,

Saya pikir juga demikian, medical dilakukan di GCC. Namun, employer meminta untuk melakukan medical check-up di Indonesia sebelum mendapatkan attests dari embassy. Mungkin kalo UAE & Qatar (?) bisa seperti itu, tapi seperti yang diceritakan mas Ardi di blognya tidak seperti itu untuk ke Kuwait. Bagaimana dengan sisa negara GCC lainnya (Bahwain, Oman, Arab Saudi)?

Mas Ardi,

Untuk RSPI sepertinya sudah tidak lagi ikut dalam klinik medis yang terakreditasi GAMCA. Itu yang saya dapat setelah menelpon institusi tersebut. Wah, sepertinya memang tidak ada pilihan lain ya.

Tanggapan 4 – fafank130

Mas Isya,

berdasar pengalaman saya ketika dulu menjalani proses ke salah satu negara GCC, calling visa anda akan dikirim melalui agen, kemudian untuk keperluan pengesahan dari Kedubes negara bersangkutan di Jkt, kita wajib mendapatkan predikat fit dari klinik sertifikasi GAMCA tersebut.. Jadi musti dari klinik yang bersertifikasi GAMCA..

Memang jangan kaget kalau klinik2 yang ‘bersertifikasi’ tersebut ya agak ada kesan ‘kurang meyakinkan’ dan semua berbaur antara TKI/TKW profesional dengan yang TKI/TKW tenaga kasar. Memang pengalaman saya dulu awalnya dinyatakan fit, tapi karena ada keperluan mendadak jadwal keberangkatan saya dundur lebih dari 3 bulan so saya musti MCU ulang lagi dan dinyatakan unfit, padahal ketika saya bandingkan dengan MCU klinik standar migas di Indonesia(macam di Menara Kadin itu atau di Kartika Chandra) semuanya menyatakan fit..

Nanti setelah anda tiba di negara bersangkutan juga wajib medical check up kembali di RS perusahaan tempat ada akan bekerja untuk mendapatkan status ‘fit to work’ dan untuk mendapatkan status izin tinggal anda harus MCU kembali di RS pemerintah di negara tersebut..

Semuanya harus dinyatakan ‘fit’ atau anda akan dipulangkan kembali..
itu hanya contoh di salah satu negara GCC (Kuwait), mungkin di negara teluk lainnya sedikit berbeda..

Spesifik untuk bekerja di Kuwait, blog mas Ardi di bawah cukup lengkap menyediakan informasi mulai dari persiapan di tanah air, hingga kehidupan sehari di sana..

http://ardisfamily.blogspot.com/2008/06/11-sebelum-berangkat.html

Semoga membantu..

Tanggapan 5 – Isya Muhajirin

Mas fafank130 aka Toni,

Terima kasih masukannya. Saya juga sudah baca2 blognya mas Ardi dari Kuwait, lengkap banget dan helpful. Saya juga jadi terinspirasi untuk buat blog semacam itu.:)

Nah, concern saya sebetulnya adalah masalah hasil. Seperti yg pernah terjadi sama mas Toni berarti ada kemungkinan kesalahan pembacaan atau hasil medical. Kalau menurut saya ini fatal, karena bisa menutup pintu utk mendapatkan pekerjaan di ME. Kemudian apakah kita bisa meng-counter hasil dari GAMCA klinik tersebut kalau hasil dari tempat lain menyatakan sebaliknya?

Mas Joko,

Saya pikir juga demikian, medical dilakukan di GCC. Namun, employer meminta untuk melakukan medical check-up di Indonesia sebelum mendapatkan attests dari embassy. Mungkin kalo UAE & Qatar (?) bisa seperti itu, tapi seperti yang diceritakan mas Ardi di blognya tidak seperti itu untuk ke Kuwait. Bagaimana dengan sisa negara GCC lainnya (Bahwain, Oman, Arab Saudi)?

Mas Ardi,

Untuk RSPI sepertinya sudah tidak lagi ikut dalam klinik medis yang terakreditasi GAMCA. Itu yang saya dapat setelah menelpon institusi tersebut. Wah, sepertinya memang tidak ada pilihan lain ya.

Tanggapan 6 – Ardianto H

Memang benar untuk kerja di GCC, sebelum berangkat harus Medical Test di klinik yang bersertifikat GAMCA di Indonesia. Untuk di Kuwait, saya berkali kali mendengar kasus sudah lolos medical test di klinik GAMCA di Indonesia tetapi tidak lolos di RS Pemerintah. Hasil Interpretasi Rontgen yang sering saya ketahui jadi masalah. Kalau cuma tekanan darah tinggi, cholesterol tinggi rasanya lancar saja bisa masuk.
Di rumah sakit pemerintah pernah saya baca yang benar benar tidak boleh masuk adalah yang ada indikasi penyakit menular, TBC, HIV AIDS dll.

Oh iya, list rumah sakit GAMCA di Indonesia setiap tahun selalu berubah. Ada yang kena Penalty dari GAMCA dan ada juga yang terlambat bayar setoran ke GAMCA. Tetapi biasanya rumah sakit tersebut masih tetap melayani calon TKI Middle East cuma mereka nge’sub’ ke rumah yang sertifikatnya masih aktif.
Jadi stamp pada hasil medical test masih menggunakan rumah sakit yang GAMCAnya aktif. Bisnis harus tetap jalan terus katanya ….