Membikin plot plan itu tidak ada manual booknya. Pemetaan atau penataan sebuah alat atau kolom pada sebuah plan mengacu pada konsep ekonomis dan mudah utk maintenance access. Apa yg diutarakan pak rifai adalah salah satu filosofi konsep yg perlu dipahami juga.

Tanya – ‘suwandine suryaningrate’

Dear All,

Barangkali ada yang punya tutorial bagaimana cara mendevelop sebuah plot plan, bila sudah ada PFD dan deskripsi process. Faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam membuat plot pan?

Thanks in Advance.

Tanggapan 1 – muhammad rifai

sekedar berbagi dari yang saya tau

1. secara umum, plot plan dibuat urut seperti urutan PFDnya… jadi aliran fluidanya nggak ngalor ngidul… kesana kemari… minimal ngirit pemipaan

2. dipisahkan antara barang2 yang mengandung bahaya tinggi dengan yang rendah… termasuk untuk yang di safe area…

3. beberapa peralatan harus ditempat yang termasuk safe area, contohnya pompa pemadam

4. beberapa aturan yang biasa, peralatan yang mesti ditaruh paling bawah adalah yang untuk drain collection, termasuk yang mesti teratas air cooler

5. emang ini plot plan untuk apa Kang, biar miliser lain lebih pas kalo kasih saran… onshore/offshore, upstream/downstream, petrochemical/pabrik cat

Tanggapan 2 – suwandine suryaningrate

Trims banyak Pak Rifai,

Untuk masalah Plot Plan ini, sudah ada semacam standard nya tidak? Kalau ada standard apa dan bagian mana? Saya ingin membaca yang lebih lengkap.

Ini untuk plot plan gas processing. Plant untuk menurunkan kadar impurities gas (H2S, CO2, H2O, RSH, Cl-).

Tanggapan 3 – sugeng.hariyadi

Salam mas suwandine,

Ikut nimbrung berbagi ya. Sepengalaman saya membikin plot plan itu tidak ada manual booknya. Pemetaan atau penataan sebuah alat atau kolom pada sebuah plan mengacu pada konsep ekonomis dan mudah utk maintenance access. Apa yg diutarakan pak rifai adalah salah satu filosofi konsep yg perlu dipahami juga.

Disini sy hanya menambah apa yg diutarakan pak rifai. Tahapannya ;

1. Ambil data luasan area yg mau dipakai utk meletakkan smua alat. Kalau utk offshore platform, anda harus konsultasi dg bagian installator. Karena ini ada kaitannya dg crane yg mau dipakai atau sistem transportasi dan sea fastening method.

2. Ambil data dari hasil diskusi pre dan engineering. Anda harus memastikan pada proses engineer, mechanical, instrument / electrical dan safety engineer. Ini smua akan tertuang dlm engineering meeting.

3. Dg memakai azas economical (tanpa melupakan code spect project) dan easy for maintenance access, diharapkan anda konsult ke piping eng, atau design piping eng utk routing of pipe, sebagaimana dikemukakan oleh pak rifai, biar alur fluidanya tidak bolak-balik.

4. Bersamaan dg step 3 diatas, anda konsult ke bagian safety dg layout yg sudah ditetapkan dari segi safety ada pandangan lain gak. . , ini penting sekali terutama utk offshore platform. Dan termasuk di dalamnya anda consult kan kembali ke eng, layout tsb utk h2s plant, co2 removal, hidrocarbon biasa ato yg lain, sehingga orang safety bisa membantu dlm meletakkan perlengkapan safety berdasarkan media ato area yg ada.

5. Setelah data cukup, anda bisa membuat plant layout sesuai jumlah alat yg mau dipakai.

6. Konsultasikan kembali dalam forum engineering utk mendapatkan feed back.

7. Setelah pemetaan alat terbentuk, anda dapat berkonsultasi ke orang civil ato struktur utk mendesign rangka stukture sesuai alat yg mau dipasang pun termasuk piping dan E/I didalamnya.

Mudah 2x bisa memberi sedikit gambaran. Ada tambahan lain, monggo share utk menambah pengetahuan para junior kita.

Tetap semangat utk bangsa yg lebih maju.