Select Page

Di platform tempat saya bekerja saat ini, flowmeter yang digunakan pada flare header adalah thermal type flowmeter dari Magnetrol. Flowmeter tersebut sudah tidak beroperasi karena ada masalah dengan card-nya. Identifikasi awal dari orang operation karena tegangan power supply ke flowmeternya naik turun sehingga card-nya rusak. Ada masukan untuk menggunakan stabilizer pada power supply ke flowmeter sehingga mengurangi fluktuasi tegangan. Tapi saya masih ragu klo penyebabnya karena fluktuasi tegangan di power supply-nya. Mungkin beberapa rekan migas ada yang pernah mengalami hal yang sama jadi bisa share untuk trobleshooting-nya seperti apa? atau mungkin ada masukan untuk mengganti tipe flowmeter lain yang lebih reliable untuk service di flare header (LP/HP).

Tanya – aji sujarwo

Dear rekan migas,

Mohon saran dan sharing pengalamannya.

Di platform tempat saya bekerja saat ini, flowmeter yang digunakan pada flare header adalah thermal type flowmeter dari Magnetrol. Flowmeter tersebut sudah tidak beroperasi karena ada masalah dengan card-nya. Identifikasi awal dari orang operation karena tegangan power supply ke flowmeternya naik turun sehingga card-nya rusak. Ada masukan untuk menggunakan stabilizer pada power supply ke flowmeter sehingga mengurangi fluktuasi tegangan. Tapi saya masih ragu klo penyebabnya karena fluktuasi tegangan di power supply-nya. Mungkin beberapa rekan migas ada yang pernah mengalami hal yang sama jadi bisa share untuk trobleshooting-nya seperti apa? atau mungkin ada masukan untuk mengganti tipe flowmeter lain yang lebih reliable untuk service di flare header (LP/HP).

Tanggapan 1 – Henkie Wongso

Pak Aji,

Kalau di tempat kami, pakai ultrasonic meter.

Posisinya downstream of KO Drum/Separator.

Tanggapan 2 – Novriandy D

Pasang ground yg benar sm stabilizer aja pak pasti aman..

Tanggapan 3 – rio.hendiga@akersolutions

Setuju dengan Mas Touke Dedek, langkah awal bisa di check dulu termination untuk ground sistem pada flowmeter tsb. Karena terminasi dirty earth dan clean earth berbeda, lalu pasang stabilizer di power supplynya.

Rekan millist kita dulu juga pernah mengalami kejadian yang mirip seperti ini, namun sayang setelah posting keluhan di millist beliau tak ada repply, jadi kita ndak tahu juga apakah saran2 kita ini benar atau tidak. Mungkin ndak sempat report, sibuk mungkin.

Tanggapan 4 – Adi Harjono

Check perkabelan dengan menggunakan mager test. Jika hasilnya bagus cek keaadan teansmitternya apakah terindikasi terkena getaran berlebih atau gaangguan lain seperti berada di dekat tegangan tinggi.

Usia transmitternya sudah berapa tahun? Faktor usia jg mempengaruhi.
Kalo gangguan dari tidak stabilnya tegangan saya kira terlalu jauh, karrna jika itu terjadi maka kerusakan ini akan terjadi di peralatan lain dalam saat yang hampir bersamaan. Dan biasanya sistem power instrumentasi sudah melalui UPS untuk kehandalan dan kestabilan.

Pengalaman saya kerusakan transmitter justru karna system arrester yang gak bagus, apalagi di di lingkungan pantai. Cb di chek option transmiitternya apakah sudah anti korosi dan terpasang lightening arrester?

Tanggapan 5 – aji sujarwo

Untuk ultrasonic flowmeter apakah reliability-nya sudah teruji?maksud saya, apakah Pak Henkie pernah membandingkan hasil pembacaan ultrasonik flowmeter dengan alat yang lebih konvensional misalnya?

Untuk mas Novriandy, klo untuk ground dan stabilizer (UPS) apakah ada spesifikasi khusus untuk service di flare ini? mengingat ini sepertinya belum terpasang dengan baik di tempat saya…

Untuk Pak Adi, klo arrester memang di tempat saya tidak terpasang tapi apakah dengan tidak adanya arrester ini bisa menyebabkan card-nya mati?

Thanks for the sharing.

Tanggapan 6 – Novriandy Darmawan

Pak Aji,

Tidak ada spesifikasi khusus untuk peralatan. Kalau bisa pasang grounding yang tahanannya di bawah 1 ohm dan AVR atau stabilizer. Saya dulu pernah mengalami rusaknya GC online beserta card2 controlnya. Kita ketahui alat ini sangat mahal dan kalau harus membelinya butuh waktu yang lumayan lama.

Setelah GC baru terpasang ternyata penyakitnya masih juga datang pak, fuse power sering putus dan setelah kami cek ternyata kabel grounding dari GC tidak terpasang dan tidak punya AVR. Setelah kedua alat tersebut dipasang syukurlah semuanya aman2 saja sampai sekarang.

Tanggapan 7 – b.rawindra

Mohon maaf melenceng sedikit dari masalah gas flowmeter ke metering pada waterflood / injection pumping. Untuk sistem di mana digunakan:

– Reciprocating pump berpenggerak motor listrik;

– switch on/off berdasar water tank level;

– fluida yang dipompa air asin,

Apakah pernah ada kawan2 yang menggunakan watthour meter pada pompa sebagai pengganti flowmeter, untuk melaporkan water injection qty dalam bbl/day ? Menurut saya konversi dari kwh ke uptime menjadi laju pompa (bbl/day) lurus2 saja karena pompa positive displacment. Dan toh ini bukan fiscal meter, tapi untuk reservoir management data … Urusan akurasi cuma dgn reservoir engr, bukan dgn auditor :-)).

Keunggulannya saya kira lumayan, karena PD flowmeter, turbine meter atau ultrasonik sering tidak tahan tendangan triplex pump pada saat mulai mompa, atau rontok oleh pulsation control/dampener yang ngadat.

BTW ada yg jual wattmeter bekas nggak di pasar loak? Mohon maaf sy bukan ahli perlistrikan.

Share This