Warna asli minyak tanah adalah putih kekuningan.
Untuk membedakan antara minyak tanah bersubsidi dengan yang non subsidi, dapat dilihat dari warna minyak tanah. Warna minyak tanah bersubsidi agak kekuningan, sedangkan non-subsidi berwarna ungu. Selain itu, mobil yang mengangkut minyak tanah ke pangkalan juga berbeda. Jika minyak tanah bersubsidi diangkut mobil tangki berwarna merah-puitih, sedangkan minyak tanah non-subsidi diangkut mobil tangki berwarna hijau putih.

Tanya – Harianto

Dear Rekan Milis Migas Indonesia,

Saya sedikit merasa aneh dengan minyak tanah yang beredar di beberapa pelosok daerah di Indonesia.

Mengapa minyak tanah yang beredar berwarna hitam gelap dan kualitas sepertinya bervariasi (alias berbeda-beda)..?

Apakah memang minyak tanah yang beredar dari pertamina itu demikian adanya..?

Berhubung saya adalah mahasiswa (teknik kimia), saya ingin tahu bagaimana sih untuk menghilangkan warna gelap tersebut..?

Apakah bisa hanya dengan arang(carbon) atau kapur.?

Tanggapan 1 – rully abdillah ginting

Kebetulan dirumah ada pangkalan minyak tanah, minyak yang berwarna ungu kegelapan adalah minyak tanah yg non subsidi sedangkan yang berwarna terang adalah minyak tanah yg di subsidi oleh pertamina.

Tanggapan 2 – Harianto

Ia, benar sekali minyaknya berwarna ungu kegelapan.

Tapi saya merasa aneh, kenapa minyak yang berwarna yang nonsubsidi sedangkan yang putih yang subsidi bukannya harusnya kebijakannya itu terbalik ya…? CMIIW

Lebih mudah mewarnai sesuatu yang jernih dibandingkan menjernihkan sesuatu yang berwarna (menurut saya)..

Trus selain itu, terkadang ungu yang terlihat itu bagus namun terkadang seperti minyak kotor alias belum selesai diolah..Mengapa bisa demikian ya..?

Terima Kasih.

Tanggapan 3 – Hidayat

Dear Milis,

Apakah ada kemungkinan warna gelap pada minyak tanah di sengaja oleh pihak pertamina untuk mencegah terjadinya peng-oplosan Bensin dengan Minyak tanah, sehingga dari warna bensin murni atau sudah teroplos bisa langsung terlihat perbedaannya oleh konsumen, seperti mekanisme bau pada Elpiji Pertamina yang hanya di peruntukan untuk mendeteksi kebocoran?

ini hanya pandangan pribadi saya, mungkin dari Pihak pertamina bisa mengklarifikasikan.

Tanggapan 4 – Harianto

Analisa yang bagus… ^_^

Tapi kalau menurut saya, bensin dan minyak tanah akan bercampur saat disatukan artinya warna yang diberikan juga akan bercampur (menurut saya, tapi saya belum mencobanya) karena itu ada namanya pemisahan fraksi minyak bumi.

Mungkin untuk menjawabnya, dibutuhkan orang yang cukup ahli dalam bidang ini. Pertamina mungkin merupakan pihak yang paling cocok untuk menjelaskan kebijakan ini.

Tanggapan 5 – Kuswo Wahyono

Saya mencoba memberikan suatu pendapat yang lebih masuk akal (menurut saya).

Warna asli minyak tanah adalah putih kekuningan.

Untuk membedakan antara minyak tanah bersubsidi dengan yang non subsidi, dapat dilihat dari warna minyak tanah. Warna minyak tanah bersubsidi agak kekuningan, sedangkan non-subsidi berwarna ungu. Selain itu, mobil yang mengangkut minyak tanah ke pangkalan juga berbeda. Jika minyak tanah bersubsidi diangkut mobil tangki berwarna merah-puitih, sedangkan minyak tanah non-subsidi diangkut mobil tangki berwarna hijau putih.

Tambahan pewarna merupakan tuntutan spesifikasi, yang digunakan guna membedakan antara satu jenis dengan jenis lainnya. Contoh yang lain adalah, Premium dipakai warna kuning, Pertamax berwarna biru, sedangkan Pertamax Plus berwarna merah. Dengan demikian konsumen mudah untuk membedakannya. Dari segi kualitas bahan bakar tidak ada pengaruhnya.

Kalau kita lihat harga BBM di dalam negeri yang murah karena subsidi, maka setiap perubahan/penambahan warna atau peningkatan spesifikasi akan menambah biaya, yang akhirnya menaikan subsidi. Pertanyaanya adalah apakah semua pengguna BBM patut menerima subsidi? Justru itu utk BBM subsidi tidak diberi perubahan warna atau spesifikasi.

Masalah pada kendaraan bermotor sering dipacu oleh kecurangan penjualan BBM kendaraan. Banyak penguna kendaraan diberikan BBM yang tidak sesuai tingkat oktan. Dimana penjual bahan bakar di pinggir jalan mencampur BBM dengan minyak tanah (yang relatif lebih murah). Pencampuran BBM dari jenis yang berbeda akan langsung terjadi dan tidak tampak kasat mata, tetapi dari jenis kualitas jelas BBM akan berubah, misalnya Octane number atau Cetane number menurun.
Di lain pihak, apabila para pengguna BBM non-subsidi menggunakan BBM subsidi akan langsung terdeksi.

Tanggapan 6 – Harianto

ooo… Kalau begitu semuanya sudah diatur sedemikian rupa untuk pengurang cost ataupun kecurangan ya mas.

Tapi ada yang sedikit mengganjal di hati saya mas Kuswo, karena minyak tanah yang beredar itu seperti minyak mentah (tidak hanya berwarna ungu melainkan sedikit hitam pekat dan apabila dibiarkan ada endapan hitam)..

Hal ini merupakan suatu penipuan menurut saya, karena umumnya penjualan dilakukan dalam drum tertutup dan tidak terlihat.
Pengalaman ini saya peroleh dari teman saya yang berbisnis dibidang minyak tanah nonsubsidi dan kemudian menanyakan kepada saya cara menanggulanginya (berhubungan saya, teknik kimia) karena minyak tersebut tidak laku dijual.

Kira-kira bagaimana tanggapan dan solusi dari dari rekan2 milis..? Karena saya belum berpengalaman mengolah minyak demikian.

Terima Kasih.

Tanggapan 7 – And Riawan

Pak Kuswo . . .

Apakah minyak tanah yg berwarna hijau (dulu sktr thn 2000 – 2005 an) -cm beredar di jkt- proses pewarnaan ny juga oleh pertamina juga? seingat saya ini barang subsidi juga, Pak . . . .

Tanggapan 8 – Kuswo Wahyono

Memang proses pewarnaan sejak dulu di Pertamina. Setiap saat warna tersebut dapat berubah sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan pasar. Perubahan tersebut biasanya diumumkan dan ditulis di Media.

Apabila minyak subsidi berwarna keruh (bukan kuning jernih), menunjukan bahwa sudah ada ‘tangan jail’ yang bermain dan perlu ditindaklanjuti dengan pembersihan (termasuk oknum-oknumnya).

Untuk warna ‘nozzle’ di SPBU disesuaikan dengan warna BBM yang disediakan. Jadi kalau ada mobil ‘Altis’ mengisi BBM dengan ‘nozzle’ warna kuning, jelas kelihatan sedang ‘minum’ uang subsidi rakyat kecil atau supirnya korupsi dari majikannya…. :).