Adakah yg punya pengalaman bahwa mengimpor FE dr luar dilarang oleh BeaCukai di mana trtuang dalam surat edaran Dirjen BeaCukai – BTBMI 2007 page 819. Kontraktor kami menggunakan dalih diatas sbg alasan utk menurunkan requirement FE yg UL & NFPA approved. Bagi saya ini janggal karena utk Premier Gajah Baru Pj. 2 bulan yg lalu Saipem slaku kontraktor membeli FE dgn UL & NFPA 10 approved selain itu ini adalah requirement yg common.

Tanya – Akh. Munawir

Dear all,

Adakah yg punya pengalaman bahwa mengimpor FE dr luar dilarang oleh BeaCukai di mana trtuang dalam surat edaran Dirjen BeaCukai – BTBMI 2007 page 819. Kontraktor kami menggunakan dalih diatas sbg alasan utk menurunkan requirement FE yg UL & NFPA approved. Bagi saya ini janggal karena utk Premier Gajah Baru Pj. 2 bulan yg lalu Saipem slaku kontraktor membeli FE dgn UL & NFPA 10 approved selain itu ini adalah requirement yg common.
Monggo silahkan dikomentari.

Tanggapan 1 – Alvin Alfiyansyah

Mas Munawir,

Ada 2 alasan yaitu Surat Edaran tersebut dan yang lain adalah budget yg tidak mencukupi; beli pompa, hydrant yg UL approved terkadang dipakai alasan tersebut. Tetapi kalo budget dari awal tidak memperhitungkan biaya UL certified-nya maka agak susah negosiasi-nya dapat terus lanjut ke eksekusi, hal budget yg tidak memperhitungkan UL certifiednya ini yg seringkali saya temukan membuat buntu negosiasi selanjutnya. Buat Fire Extinguisher, apa memang harus UL certified tapi jika spec company mewajibkan maka silakan diteruskan.

Tanggapan 2 – benyamin sitompul

Saya setuju dengan apa yang disampaikan pak alvin, apalagi untuk yang namanya fire extinguisher..

Lebih baik kita menggunakan produk lokal yang sudah di sertifikasi lokal.
Pada saat pembelian biasanya akan dilakukan kunjungan pabrik untuk memastikan bahwa produksi sudah standard yang dinginkan, bukan sertifikatnya.

Tanggapan 3 – Akh. Munawir

Pak Benyamin,

Kunjungan ke pabrik untuk product inspection itu berlaku untuk Engineering Product, tetapi tdk lazim untuk Mass Products spt halnya Fire Extinguishers.
Saya tidak akan mempermasalahkan jika memang dikomitment awal bahwa FE certified by local body tetapi Contractual Document menjelaskan FE di Project ini requirementnya mengacu pada NFPA 10 yang artinya certified by UL (mostly used).

Kebetulan saya baru 5 hari joint di perusahaan ini dan diberi tugas untuk langsung involved ke Project dan mengembalikan so many discrepancies of safety concern into right way as agreed and approved by parties in Project Contractual Documents.

Tanggapan 4 – benyamin sitompul

Pak Munawir,

Ada Produk2 lokal kita yang pembuatannya sudah mengacu pada NFPA 10, tapi tidak certified UL, menurut bapak, apakah produk ini dapat di terima?

Tanggapan 5 – Eddy Bachri

Bpk2 yang terhormat,

Barangkali untuk diskusi internal lebih baik jalur japri. Namun menarik untuk dibahas mengenai pengertian tentang contractual requirement khususnya menyangkut peralatan K3.
Kalau didalam contract tidak disebutkan secara specific requirement baik UL atau FM approved menurut saya sepanjang peralatan tersebut telah memuat article yang terdapat didalam suatu standard seperti mengaju kepada NFPA 10 untuk APAR atau NFPA 20 untuk pompa pemadam maka peralatan tersebut harusnya diterima. Oleh sebab itu pihak custodian harus secara specific memuat hal tersebut didalam contractualnya.
Pertanyaan mengapa diperlukan sertifikat UL/FM ?
Sependek pengetahuan saya, kedua badan tersebut memang secara international telah diakui (recoqnized) dalam melakukan pengujian-pengujian terhadap suatu produk sehingga produk yang telah tersertifikasi oleh UL maupun FM dapat menjamin keandalan produk tersebut. Memang ini juga kadang2 di pakai sebagai tameng bisnis. Mungkin di Indonesia telah ada badan semacam itu seperti Sucofindo atau badan lainnya yang dalam skala local mengacu kepada SNI. Jadi tinggal perusahaan tersebut saja menentukan apakan cukup dengan label SNI atau tetap diperlukan UL/FM approved.

Mudah2an bermanfaat.

Tanggapan 6 – Akh. Munawir

Pak Eddy,

Kenapa harus japri?

This topic is engineering matter dan salah satu manfaat milist ini adalah sharing knowledge include discussion for problem solvings in project or site.

Baiklah kita lanjutkan diskusinya.

Sekaligus menanggapi pertanyaan pak Benyamin: Apakah produk lokal boleh digunakan jika pembuatan sudah mengacu pada NFPA 10, tapi tidak certified UL, menurut bapak, apakah produk ini dapat di terima?

Jawaban saya,

Tergantung Project Requirement-nya. Bahkan jika project tidak meminta perlu ada FE, lalu untuk apa membeli FE apalagi yang bersertifikasi UL dan FM.
Tetapi yang jadi main pointnya adalah Project CLEARLY STATED bahwa FE harus dibuat berdasarkan Applied Code : NFPA 10 & UL & FM, untuk yang satu ini anda bisa tanya kepada kawan-kawan yang berprofesi sebagai QC Inspector yang strict untuk masalah requirement dan Codes/Standards.

DAn, setelah saya baca dengan komplit surat edaran Direktur Jendral Bea dan Cukai tentang BTBMI 2007, disalah satu pasalnya tertulis bahwa FE diisi ataupun tidak adalah Dilarang* (kemudian NOTE * menjelaskan bahwa pemberlakuan larangan adalah untuk SEBAGIAN jenis barang).
Untuk memperjelasnya pemahaman tentang aturan tersebut saya sudah meng-agendakan berkonsultasi dengan Deperindag dan jika memungkinkan akan saya share hasilnya.

Kita perlu bekerja dengan hati-hati dan detail, jika project tidak KONSISTEN pada requirementnya sendiri, impact kedepan-nya bisa bermasalah pada SKPI-Migas, Insurance dan juga Facility to be UNDER DESIGN yang berarti Safety Risk akan naik karena Layer of Protection pertama sudah ‘lemah’.

Sebagian besar dari milisters adalah Engineer dan semestinya Engineer punya Responsibility and Sense of Safety Awareness dalam bekerja dan tidak hanya asal Client Approved maka Don’t Care what next happened.

Saran saya , jagalah Reputasi anda sebaik-baiknya dan bekerjalah dengan Profesional karena dunia Oil & Gas ini sangatlah sempit jika anda bagus maka itu akan bagus bagi Market/Karir anda kedepan, tetapi jika kerja anda tidak bagus apalagi ‘ngawur’ itupun beritanya akan jauh-jauh lebih mudah menyebar dan berpotensi menghambat karir.
it’s your choice.

Tanggapan 7 – Eddy Bachri

Pak Munawir & Pak Benyamin Yth.,

Pertama-tama saya mohon maaf karena saya salah menafsirkan koresponden bapak berdua, karena saat saya membaca tanggapan pak Munawir bahwa beliau sedang mengevaluasi project dan mengembalikan beberapa discrepancy. Kemudian pak Benyamin menanyakan apakah barangnya tanpa UL approved namun telah mengacu kepada NFPA 10 dapat diterima. Jadi dalam pikiran saya barang tersebut adalah buat projectnya pak Munawir, sehingga saya sarankan melalui jalur japri saja. Demikian kiranya.

Tanggapan 8 – Akh. Munawir

Saya blm mengerti knpa anda ‘menyuruh2’ harus japri dgn pak benyamin yg tdk saya kenal, begitu pula dgn anda. Alangkah lbh fair dan sopan jika anda memperkenalkan diri komplit dgn posisi n perusahaan tmpt anda bekerja.

Tanggapan 9 – ari widodo

Maaf Mas2 sekalian,

Bukan bermaksud mencampuri, tapi setelah saya simak kembali posting2 sebelumnya, ada kata2 berikut:

‘…Ada Produk2 lokal kita yang pembuatannya sudah mengacu pada NFPA 10, tapi tidak certified UL, menurut bapak, apakah produk ini dapat di terima?’….

Jadi seolah2 Mas Benyamin sedang menawarkan produk2 beliau pada Mas Munawir, yg sepertinya tidak diperbolehkan oleh Tatib Milis kita. Nah, yg dimaksud ‘kita’ oleh Mas Benyamin ini, kita siapa? Apakah semua produsen dlm negeri, atau ‘kita’ dlm arti perusahaan tempat Mas Benyamin berkarya? Saya sendiri, menilai bhw ‘kita’ yg dimaksud Mas Benyamin adalah produsen lokal.

Yuk, kita kembali ke diskusi lagi. Saya termasuk salah satu anggota milis yg merasa terbantu dgn diskusi ini.