Coverall/baju/celana yang berbahan fire retardant ketika dicuci sebaiknya tidak dicampur dengan baju yang non-fire retardant karena ada kemungkinan serabut halus dari baju non-fire retardant menempel di coverall tsb. Serabut halus ini bisa terbakar jika memang ada percikan ke coverall tsb. Meskipun tidak dicampur, ada batas coverall ini bisa dipakai. Untuk seorang karyawan yang bekerja penuh di offshore (26 minggu dalam setahun), maka coverall-nya hanya berumur 1 tahun.

Tanya – dee anna

Dear Rekan Milis,

Saat ini perusahaan kami sedang membutuhkan jasa laundry untuk fire reterdant NOMEX (wearpack tahan api) . Jika ada anggota milis yang mengetahui, dimanakah saya bisa mencari jasa tersebut mohon untuk di informasikan kepada saya via japri di riniwda@yahoo.com.

Terimakasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Weby

Mbak Rini,

Ini setahu saya yang bukan orang safety lho.

Coverall/baju/celana yang berbahan fire retardant ketika dicuci sebaiknya tidak dicampur dengan baju yang non-fire retardant karena ada kemungkinan serabut halus dari baju non-fire retardant menempel di coverall tsb. Serabut halus ini bisa terbakar jika memang ada percikan ke coverall tsb.

Meskipun tidak dicampur, ada batas coverall ini bisa dipakai. Untuk seorang karyawan yang bekerja penuh di offshore (26 minggu dalam setahun), maka coverall-nya hanya berumur 1 tahun. Hitung2annya saya lupa.

Terima kasih.

Tanggapan 2 – dee anna

Terimakasih pak untuk informasi pentingnya.

Karena fire reterdant itu butuh perlakuan khusus , terutama untuk mencucinya, makanya saya mencari jasa laundry yg khusus utk menangani overall berbahan tersebut. Jika ada informasi sya sangat berterimakasih.

Tanggapan 3 – Isya Muhajirin

Mbak Rini,

Saya jadi penasaran sm perlakuan khusus itu. Kenapa diperlukan? Karena kalau sy sedang tugas offshore, laundryman selalu mencuci menggunakan mesin cuci biasa (pake air panas) dan kemudian di-dryer hingga kering. Apa cara tersebut kurang tepat?

Tanggapan 4 – dee anna

Bener pak, sebenernya memakai tukang cuci rumah pun tidak masalah, krn pakaian spt ini biasanya durabilitynya tinggi.

Tetapi dari kami memutuskan untuk tetap memakai jasa laundry krn penggunaan overall untuk operation, yang mana overall tersebut pasti terkena bahan2 kimia/minyak/grease, sehingga akan lebih sulit mencucinya dibandingkan pakaian biasa. Dan sepengetahuan saya untuk fire reterdant tidak boleh memakai bleaching atau bahan2 yg dpt mengurangi kinerja pakaian ,serta penggunaan suhu pengeringan, air atau ironing sudah dibatasi sesuai petunjuk dari manufaktur.

tetapi semua itu tentu kembali kepada kebijakan perusahaan masing-masing.

Demikian terimakasih.

Tanggapan 5 – Akh. Munawir

Saya kira mmng sulit mengontrol mslh londry ini. Jd protection lainnya saja yg diperkuat.

Tanggapan 6 – Muhammad Syamsuddin

Ada tulisan dari internet mengenai ini.. mungkin bisa sedikit menambah jawabannya..

How to Wash Flame Retardant Clothes

Contributor

By Nannette Richford, eHow Contributing Writer

Article Rating: (1 Ratings)

Wash Flame Retardant Clothes

Flame retardant clothes and sleepwear have been chemically treated to reduce flammability. Although they are not fireproof, the material is slow to ignite and provides protection when exposed to flames or high temperatures. Children’s sleepwear is generally flame retardant. Those items labeled as not intended for sleepwear, even though they look like pajamas, do not contain the chemicals required to create flame retardant pajamas. The fabric’s ability to retard fire declines with time and repeated washing. Following recommended washing procedures prolongs the effectiveness of the sleepwear or clothing.

Difficulty: Easy

Instructions

Things You’ll Need:

Mild detergent

Step1

Wash in warm water between 105 and 120 degrees. Temperatures above 140 degrees may damage the material and break down the fire retardant properties. High temperatures may also cause the fabric to shrink or wrinkle, ruining its appearance.

Step2

Use a mild laundry detergent. Most fire retardant clothing contains a label directing you to avoid soap. Laundry detergent is not soap and does not contain the fats in soap. The fat in soap deteriorates the flame retardant capabilities.

Step3

Avoid fabric softeners. These break down the chemicals used to create the fire retardant fabric.

Step4

Tumble dry with low heat or line dry to prolong the effectiveness of the material. Remove promptly and avoid over drying.

Tanggapan 7 – Rama Sudarno

thanks for sharing info..mungkin ini perlu dipraktekkan ditempat saya kerja, dimana FR clothes dicuci sama dengan baju yang lain, yaitu masuk mesin cuci dan mesin pengering.

Tanggapan 8 – Arbie

Dear Rini,

Setahu saya Coverall/Wearpack fire retardant untuk laundry tidak serumit itu ataupun ada penanganan khusus…,cuci/laundry sendiripun bisa yang penting ikuti aturannya yg ada pd saat beli wearpack tsb ( biasanya ada lembaran tagging nya ) atau bisa juga dr manufacturenya dijahit pada bagian paha bagian dalam,

Klarifikasi saja bahwa warepack tsb tidak tahan api,dibakar pasti terbakar ( pemahamannya adalah warepack biasa akan mudah terbakar jika terkena jilatan api ,sementara yang fire retardant akan cukup tahan terhadap jilatan api sehingga personnel akan lebih mudah untuk menyelamatkan diri dari tempat terjadinya kebakaran ).

p.s.

Mohon diingat hanya tahan jilatan api .

Tanggapan 9 – Eddy Bachri

Bapak2 Yth,

Sependek pengetahuan saya bahan tersebut adalah flame retardant dukan fire retardant, saya coba akan jelaskan belakangan mengenai pemahaman saya dan praktek yang saya lakukan.

Kembali ke topik awal perlu ngak pencucian khusus ? Sebenarnya di pasaran ada 2 tipe bahan flame retardant tersebut yaitu yang bahannya sendiri flame retardant dan yang bahannya sebenarnya adalah katun biasa kemudian ada pencelupan dengan jenis kimia tertentu sehingga bahan tersebut berperilaku sebagai bahan flame retardant.
Untuk nomex termasuk kategori bahannya sendiri yang flame retardant. Bagi bahan yang satunya yaitu pencelupan maka biasanya didalam plastik baju baju tersebut akan ditempelkan tata cara pencucianya. Kenapa ? Karena bahan tersebut sangat rentan bila dicuci menggunakan temperatur air yang tinggi. Oleh sebab itulah dicantumkan cara pencuciannya. Sedangkan nomex karena bahannya sendiri yang flame retardant maka perlakukan mengenai temperatur air pencucian menurut saya tidak berpengaruh, sehingga tidak ada di tempelkan cara2 pencuciannya. (Mohon koreksi dari pihak Dupont kalau statement saya ini keliru). Masing2 tipe tersebut ada kelebihan dan kekurangannya. Bagi yang pakai pencelupan kemungkinan akan hilang ada namun ada kelebihan yaitu dari pengalaman saya mengatakan bahwa bahan tersebut terasa lebih adem dibandingkan dengan nomex karena bahan dasarnya biasanya dari katun. Sedangkan ada teman yang berpendapat kalau dicampur pencuciannya dengan bahan lain kemungkinan seratnya yang non flame retardant nempel menurut saya terlalu berlebihan.

Ada pernah membakar kain Nomex ngak ?

Kenapa ini perlu saya sampaikan karena dengan pengalaman tersebut bapak2 akan tau bahwa bahan tersebut adalah flame retardant bukan fire retardant.
Bila bapak2 membakar kain katun lebih2 yang mengandung polyster, bapak2 akan melihat bahwa kain tersebut akan terus menyala (terbakar), sebaliknya dengan bahan nomex maka bahan tersebut tetap terbakar namun tidak ada lelatunya atau bila api sebagai allat pembakar kita pisahkan maka api akan padam (saat itu saya gunakan korek api untuk membakar kain nomex tersebut). Jadi dari praktek sederhana itu saya berkeyakinan bahwa namanya bukan fire retardant tapi flame retardant.
Silahkan kalau ada yang kurang sependapat.

Mudah2an bermanfaat.

Salam persahabatan.