Biasanya untuk Hot Dip, film thicknees nya tipis aja (7-10 Micron) dan sangat kecil kemungkinan adanya increased dimension dari nut & bolt. Sebaiknya lakukan dulu investigasi untuk mengidentifikasi rootcause nya. Check thread dari nut & bolt sebelum di lakukan process coating (before coating) dan check kembali setelah coating (after coating), apa yg ditemukan??? Records. Ini untuk memastikan dari mana source problemnya. Kalau ada ditemukan problem yg sama sebelum coating–à maka thread dimension mungkin ada yg tidak sesuai atau pun di lower spec / upper spec (ULS/LLS).

Tanya – Aldy Migas

Dear millister,

Mohon share nya tentang Hot Dip Galvanize pada Bolt and Nut, karena project saya lagi masalah terhadap toleransi dan alowance Bolt and Nut setelah di Hot Dip.

1. Pada beberapa Bolt akan terasa sangat keras atau malah Macet ketika dipasangin Nut,.. ndak tau apakah Bolt ato Nut yang salah. mereka akan stuck pada satu point tertentu….. biasanya pada 2 ato 3 kali putaran.. akibatnya Bolt and Nut tersebut tidak bisa dipakai.

2. supplier berusaha dan mencoba dengan melakukan pemakanan lebih dalah terhadap bolt and nut sebelum di Hot Dip,.. akibatnya ketika setelah di Hot Dip Bolt or Nut akan longgar dan cenderung ‘nga-geol’ dan konclak.

Tanggapan 1 – rio.hendiga

Hot dip galvanize itu apakah yang biasa di sebut dengan zinc platting ? kasus Nut sering stuck atau macet saat di pasang memang sering terjadi pada de stud yang memakai coating jenis ini. Kemungkinan itu penyebabnya ketebalan coatingnya yang susah di control (CMIIW).

Kenapa tidak pakai jenis coating yang lain? Xylan coating misalnya, memang agak mahal dikit ( ndak sampai 3 % ) dari harga barang yang pakai zinc coating. namun kelebihannya mencegah gailing dan bersifat lebih anti rust.

Tanggapan 2 – muhammad rifai

agak rancu jadinya,

sengerti saya hot dip galv beda sama zinc coating (electro plating??)

yang satu reaksi karena panas yang satunya karena ada aliran listrik… nah yang zinc electro plating itu yang ketebalannya 7 – 10 mikron.. kalo hot dip galv bisa sampai 80 mikron…

mas aldy, mungkin bisa dijelaskan proses pembuatannya…. kadang kala saya lihat ada tambahan spun sehingga lengkapnya hot dip spun galvanize…. jangan jangan proses pembuatannya nggak pakai spun… spun ini prosesnya diputer… jadi energi centrifugal dipakai meratakan zinc dan menghilangkan ekses zincnya… zinc yang berlebih ini yg mungkin bikin seret 1d.

Tanggapan 3 – rio.hendiga@akersolutions

Nah,..kasus yang kaya gini nih yang cocok buat project sixsigma.

Maaf mungkin agak menyimpang, tapi kayaknya ini ada hubungannya juga dengan pertanyaan tentang sixsigma, problem solving yang cocok untuk mengatasi masalah ini salah satunya pakai metode sixsigma. Saya rasa saving costnya dari process rework & customer complain kemungkinan bisa gede nih.

Tanggapan 4 – Harmanto Soebawi

Punten euy, ikutan nimbrung:

Sebetulnya di Hot Deep & di Electroplating, ada teknik yang berhubungan:

0. Ulir ‘mentah’ dibuat dengan toleransi yang distandardkan. Semua pabrik bolt & Nut pasti memiliki guidance ini. Karena jadi pegangan orang QA/QC mereka. Alat ukur QA/QC ulir biasanya pakai mm digital, tidak sampai micron.

1. Sebelum pelapisan permukaan dilakukan surface preparation:

Apakah pembersihan permukaan dengan asam nggak terlalu lama dan terlalu pekat asamnya (lebih dari 3%)?

2. Hot deep: Apakah cairan Zn sudah cukup suhunya untuk cair sempurna?

(biasanya hot deep company memanaskan sedikit diatas titik cairnya aja karena takut proses produksinya tidak efisien lagi).

Untuk electroplatting: apakah arusnya cukup untuk kuat untuk menempelkan Zn ke permukaan?

3. Untuk ulir: Baik hot deep Zn maupun electroplatting barang diputar

Sekedar istilah di Hot deep: diputar dg spun untuk melempar endapan berlebih.

di Electroplatting dg barrel (tabung berlubang untuk tempat baut & Nut).

=> Jadi memperbesar toleransi ulir sebelum pelapisan permukaan menurut saya adalah solusi yang diluar pengetahuan saya..

=> Hot deep biasanya adalah specialist tersendiri, diluar pabric bolt.

Jadi proses produksi mereka harus dikontrol juga oleh bolt maker dg mengacu kepada kaidah-kaidah ilmu alam. Seperti halnya heat treatment, biasanya karena sulitnya ngontrol heat treatment, beberapa bolt maker mengoperasikan sendiri.

Tanggapan 5 – Aldy Migas

Bung Rifai,

saya rasa penjelasan Bung Rifai banyak benarnya,.

saya liat di surfacenya ulir bolt tersebut banyak sekali macam kotoran2 dari zinc tersebut.
saya rasa manufacturer ndak cleaning dulu atopun ndak pakai spun tersebut….

dan mereka akan lansung assembly bolt and nut sehingga ketika sampai di kita dalam kondisi seret malah macet oleh kotoran tersebut.

please ada saran ato suggestion untuk para supplier dalm proses manufacturing nya…???

Tanggapan 6 – rio.hendiga@akersolutions

Kalau saya sebagai anda ( Customer ), saya mungkin tidak akan tergantung pada 1 supplier saja, apalagi hanya untuk masalah bolt & nut. Kita ada standard quality yang harus supplier penuhi, seandainya suplier tak mampu memberikan kondisi yang kita inginkan, mau tidak mau ya kita musti cari suplier yang lain. Mereka kan juga punya QCQA, engineering, complaint dari kita mustinya bisa untuk masukan/tantangan yang positif dasri mereka.

Kalaupun tak ada supplier yang bisa memenuhi keinginan kita, paling tidak kita ada alternatif yang bisa kita pertanggungjawabkan kepada customer kita.

Tanggapan 7 – HEPRIA NALDI

Sejalan dengan Pak Rio, saya pernah membeli HD Galvanized dan problemnya sama, kadang tersendat dan tidak bisa masuk, penyebabnya selain seperti di bilang Pak Rio juga karena proses galvanized adalah proses panas sehingga permukaan ulir bolt dan nut tidak mulus dan tumpul. dan kadang2 ada penumpukan galvanized material di area ulir.

Usahakan testing di lakukan setelah galvanized sebelum vendor kirim ke kita sehingga proses install tidak terganggu di site.

Kadang2 Client sendiri minta HD Galvanized dengan alasan tertentu. tapi kita bisa memberikan equivalennya dan memberikan alasan yang bisa diterima client…

Tanggapan 8 – cak.topan@batam

saya kurang paham dengan bolt ini, tapi pernah mengalami masalah yang sama.
waktu itu menggunakan shackle tipe bolt yang diinstall di suatu equipment. ditapped ya istilahnya?

si fabrikator tidak supply shackle yang dia gunakan.
sedangkan kita kesulitan memasangnya. selidik punya selidik, ternyata tap hole dan bolt thread nya beda TPI.

TPI = thread per inch/jumlah ulir per inci.

Mungkin saja masalah yang sama, pak. walaupun saya juga ragu-ragu…

Tanggapan 9 – vimala sariputera

Mas Aldy, bisa baca: http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=1942&Itemid=42
Galvanizing Design Manual.

Ada cuman 1 halaman saja membahas bolt yang digalvanize, semoga berguna

Tanggapan 10 – Andri.Jaswin

Dear Pak Aldy,

Biasanya untuk Hot Dip, film thicknees nya tipis aja (7-10 Micron) dan sangat kecil kemungkinan adanya increased dimension dari nut & bolt.

Sebaiknya lakukan dulu investigasi untuk mengidentifikasi rootcause nya. Check thread dari nut & bolt sebelum di lakukan process coating (before coating) dan check kembali setelah coating (after coating), apa yg ditemukan??? Records. Ini untuk memastikan dari mana source problemnya.

Kalau ada ditemukan problem yg sama sebelum coating–à maka thread dimension mungkin ada yg tidak sesuai atau pun di lower spec / upper spec (ULS/LLS).

Dari sini bapak bisa lanjutkan investigasi bapak ke potential causednya, Man,machine,system,dll.

Intinya impact dari coating ke problem itu menurut saya sangat kecil pak.

Tanggapan 11 – Frank

Sebaiknya bila akan melakukan coating Bolt outer thread atau Nut inner Thread, kalau coating thickness 7 hingga 10 micron, sebaiknya toleransi Bolt Threaded dan Nut Threaded diukur waktu akan manufacturing. Kalau kita beli dipasaran umum, memang repotnya ya kanya begitu…. pabrik bolt dan nut itu sudah memiliki dies standard. Beda kalau kita bikin API Thread seperti EUE atau NUE atau sejenisnya…. biasanya mereka akan tanya kepada pemesan apakah ini akan di coating atau tidak. Kalau akan di coating biasanya mereka akan memberikan toleransi saat akan masuk ke mesin CNC. Sehingga kalau di coating apakah itu coating HDG atau sejenisnya…. Nut atau Box nya akan masuk… tokcer!!!!.. hehehe…

Tanggapan 12 – Yusuf Nugroho

Bung Aldy,

Sekedar menambahkan juga bahwa untuk bolt & nut ASTM, sebagai contoh untuk aplikasi piping yang menjadi bidang pekerjaan saya, sebenarnya sudah ada standard yang diacu untuk dimensi ulir dalam aplikasi coating, yakni ASTM A354:

7.3.3 Unless otherwise specified, bolts and studs to be used with nuts or tapped holes that have been tapped oversize, in accordance with Specification A563, shall have Class 2A threads before hot dip or mechanically deposited zinc coating. After zinc coating, the maximum limit of pitch and major diameter may exceed the Class 2A limit by the following amount:Unless otherwise specified, bolts and studs to be used with nuts or tapped holes that have been tapped oversize, in accordance with Specification A563, shall have Class 2A threads before hot dip or mechanically deposited zinc coating. After zinc coating, the maximum limit of pitch and major diameter may exceed the Class 2A limit by the following amount (lebih lengkap ada di ASTM A354).

Dengan demikian semestinya manufacturer mengikuti kaidah ini.
CMIIW