Beberapa hal yg berpengaruh terhadap design & analysis mooring systems antara lain gelombang, arus , angin, dimensi struktur dan juga kedalaman perairan dimana FSO beroperasi. Gerakan FSO dan pengaruh lingkungan menyebabkan tarikan pada mooring lines.

Tanya – okti marine

Saya mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi.Saya ingin menanyakan kepada bapak/ibu sekalian,apakah yag harus dilakukan untuk menganalisa resiko mooring system khususnya SPM jika data tentang lingkungan(current,wind and wave) dalam periode 1thn, 10 thn dan 100 th sdah ada??apakah menghitung kekuatan dari beban lingkungan tersebut sehingga dapat diklasifikasikan berdasarkan tinggi rendahnya.

Atas perhatian dari bapak/ibu saya ucapkan Terima kasih.

Tanggapan 1 – ERIL RUDI

Mas Oktiawan, sepengetahuan saya, beberapa hal yg berpengaruh thd design & analysis mooring systems antara lain gelombang, arus , angin, dimensi struktur dan juga kedalaman perairan dimana FSO beroperasi. Gerakan FSO dan pengaruh lingkungan menyebabkan tarikan pada mooring lines. Dalam API RP2SK suatu mooring systems dianalisa berdasarkan 3 kondisi sbb :

1. Intact condition, dimana mooring systems

2. Damaged condition

3. Transient condition

Langkah2 dalam analisa mooring system:

1. Menghitung beban angin , arus dan gelombang yg bekerja pada FSO

2. Analisa spektrum gelombang (ITTC, JONSWAP dll) berdasarkan kondisi perairan yg ditinjau

3. Analisa respons struktur atau RAO(response amplitude operator) dalam arah surge, sway, heave, roll, pitch & yaw

4. Menghitung tension (mean tension & maximum tension) yg terjadi pada mooring lines akibat gerakan FSO.

5. Menghitung Breaking strength (BS) yaitu tegangan maksimum dari chain line yg tdk boleh dilampaui.

6. Menghitung UC dan safety faktor untuk mengetahui apakah mooring system kuat atau gagal ketika beroperasi.

Sebagai referensi : API RP 2P , API RP2SK , DNV OS E301

Software/tools yg bisa digunakan : MOSES, ORCAFLEX, SESAM dll

Semoga bisa membantu.

Apabila ada yg kurang tepat mhn koreksinya bpk/ibu sekalian.

Tanggapan 2 -Triez

Mas Okti,

Coba anda menghubungi teknik kelautan ITS, walaupun saya bukan alumni teknik kelautan ITS, saat peroject Tuban tahun lalu
kita ambil data dari ITS untuk masalah data lingkungan. Kebetulan saat itu di Tuban pakai SPM 150.000 DWT dan 35000 DWT.
saya kurang tahu contact pastinya, karena saat itu saya hanya terima laporannya. Mungkin buat referensi data ,itu bisa dipakai.
Terus terang saat ini saya tidak pegang data itu. saya kurang tahu data itu boleh di share atau tidak dari ITS. Coba saja siapa
tahu bisa.

Semoga bisa membantu.

Tanggapan 3 – Arek Ciputat

Mas Okti,

Terus terang saya belum begitu ‘ngeh’ sama pertanyaannya.

Sebagai referensi, SPM bisa didesain berdasarkan ABS Rule for Building and Classing Single Point Mooring terutama Part 3 Mooring System Design.

SPM juga bisa didesign berdasarkan code lain dari LR atau DNV (silakan liat-liat diskusi sebelumnya tentang SPM).

Sebagai gambaran umum, silakan buka BS 6349 Part 1, Figure 4. Disitu ada hubungan antara design life, periode ulang and probabilitas tinggi gelombang. Atau silakan buka Handbook of Offshore Engineering (Chakrabarti), Chapter 5 Probabilistic Design of Offshore Structures. Chapter ini membahas design offshore structure (secara global) dengan pendekatan probabilistic/statistika.

Tanggapan 4 – Ika Prasetyawan

Apakah analisa resiko yang dimaksudkan = reliability analysis? Untuk materi suatu TA tidak jelas apa yang akan dihasilkan disini. Secara umum suatu mooring analysis akan menghasilkan perhitungan tegangan tali dan ‘offset’ akibat beban lingkungan (first order + second order).

Apabila benar yang diinginkan adalah reliability analysis (perhitungan resiko) maka analisanya ditambah dengan perhitungan probabilitas tali mooring akan putus. Dilakukan untuk semua mooring line dalam konfigurasi.

Anda bisa melihat referensi yang ada di internet dulu untuk topik mooring reliability.

Tanggapan 5 – okti marine

Sebenarnya TA saya ini akan membahas penilaian resiko mooring sistem,yang rencananya hasil akhirnya berupa risk matrix. saya juga sudah mendapatkan data feasibility study yg isinya berupa data environmental,kekuatan dr semua catenary(semua line tension) pada kondisi full&ballast.bagaimana untuk menghitung mooring failure/dari data2 yang sudah ada apakah langsung saya kelompokkan menurut BS sehingga bisa dibuat risk matrixnya?

Background saya adalah Perkapalan,jadi saya hanya belajar tentang menghitung risk yang tidak mengarah ke structure dan pengetahuan tentang bangunan laut sangat sedikit..

Baik pak terima kasih banyak atas sarannya,sekarang saya sudah sedikit tahu apa yang harus saya lakukan.

Tanggapan 6 – Akh. Munawir

Selain faktor design, operation, maintenance dan environmental umumnya Risk Assessment juga meng-consider kemungkinan terjadinya faktor human effect di analisanya.

Tanggapan 7 – okti marine

Pak El,maaf pak saya baru balas email bapak.

1. SPM macam mana yg akan di assess:

pada SPM ini CALM Bouy,namun untuk mempersempit saya menganaisa pada line-nya saja.

2. Yg mau diassess itu operaition nya, atau fabrikasinya atau pemasangannya atau designnya?

Pada kondisi operationnya.

3. Dimana mau di pasang itu SPM, di kedalaman berapa? SPM itu sudah terpasang di daerah Tuban pak, skitar 30 m.

4. FSO/FPSO Dipakai utk apa, oil, condensate atau gas. Gasnya di apakan dijadikan LNG atau LPG. atau hanya sebagai Fuel tank utk supply ke bandara, PLN, intallasi militer?

FSO ini digunakan untuk menampung oil saja.

5. Incoming line datangnya dari platform atau subsea, berapa besar flow (barrel per/day) pressurenya berapa incoming line datangnya dari subsea,untuk flow dan pressure maaf saya lupa pak.

6. cara offloadingnya tandem atau side by side.

Untuk cara offloadingnya menggunakan tandem system.

Jadi tujuan dari tugas akhir saya adalah mengetahui peluang munculnya kejadian yang mengandung resiko yang nantinya hasilnya risk matrix.namun rules yang mengatur risk tentang mooring ini(khususnya line) untuk dijadikan risk matrix berdasarkan tinggi,sedang dan rendah masih belum ada.

Namun,hingga saat ini dari data yang sudah ada berupa berupa kekuatan dari line tension(ada 6 CAT) max dan mean baik dalam kondisi 10 dan 100 tahun,baik pada saat ballast dan full load saya sudah menhitung nilai resiko dengan menggunakan rumus
Nilai risk = mooring load : MBS.

Apakah dari data line tension tadi dapat langsung saya analisa resikonya??dan saya kelompokkan berdasarkan tinggi rendahnya?

karena dari rumus Risk = Frekuensi x konsekuensi,maka untuk frekuensi itu apakah bisa didapat dari kondisi 10 dan 100tahunan itu?dan..apakah safety faktor dalam hal ini perlu di masukkan lagi?

Saya berterima kasih sekali atas bantuan bapak dan ibu sekalian.Mohon maaf bila ada salah kata.