Kalau melamar sudah pasti bisa. Sudah berapa banyak lamaran yang anda kirimkan untuk posisi2 tersebut ?. Decisionnya ada di setiap perusahaan yang anda lamar.

Yang harus anda lakukan adalah mengidentifikasi kualifikasi dari pekerjaan yang menjadi target anda, mengidentifikasi kualifikasi anda saat ini, lalu merencanakan apa yang harus anda lakukan untuk sampai di target anda tersebut. Atau, targetnya yang anda rubah.

Tanya – ricky Samuel

Dear All,

Perkenalkan, nama saya, Ricky, baru join di milis migas ini! Saya mau tanya sama abang2x senior saya di oil&gas ini, bisakah junior seperti saya melamar ke middle east utk posisi2 yg sering muncul di loker (mis:piping and mechanical) padahal saya backgroundnya dari telecom engineer dan sangat minim sekali pengalaman, bukan reputable lagi universitynya disatu lokasi di jabodetabek. Mohon pencerahannya sehingga yg junior ini bisa menentukan arah selanjutnya! !!

Terima kasih sebelumnya,

Tanggapan 1 – Defnil Napilus / PT. SDV Logistics Indonesia – Jakarta

Tanggapan 2 – d.napilus@sdvindonesia

Mas Ricky,

Kalau melamar sudah pasti bisa. Sudah berapa banyak lamaran yang anda kirimkan untuk posisi2 tersebut ?. Decisionnya ada di setiap perusahaan yang anda lamar.

Yang harus anda lakukan adalah mengidentifikasi kualifikasi dari pekerjaan yang menjadi target anda, mengidentifikasi kualifikasi anda saat ini, lalu merencanakan apa yang harus anda lakukan untuk sampai di target anda tersebut. Atau, targetnya yang anda rubah.

Tanggapan 3 – berlian syako

Jawabannya:

Fresh graduate Telcom engineer melamar ke LN masih ada peluang.
Tapi fresh graduate Telcom engineer melamar untuk posisi piping atau mechanical engineer saya kira tidak ada peluang baik untuk dalam maupun luar negeri.

Tanggapan 4 – muhammad rifai

ingin komen karena mungkin mas ricky bener2 ingin masukan…

pada dasarnya yang junior bisa2 aja nglamar ke LN, tapi kalo udah pindah jalur (dari telkom ke mekanikal misalnya) mungkin agak kecil kemungkinannya… nah kalo mau, pindah jalur dulu di indonesia… ini juga, biasanya untuk perusahaan2 yang bukan nomer wahid… atau coba aja minta sama bos yang sekarang ini untuk pindah jalur dulu di perusahaan dimana sekarang mas ricky kerja… bilang aja, secara sudah tau bagaimana itu kerjaan orang mekanikal dan telekom, mas ricky merasa cocok di mekanikal (atau apalah yang mas ricky inginkan).

bukan karena diskriminasi kalo perusahaan buka lowongan mekanikal dengan syarat dari jurusan teknik mesin… terutama buat yang junior/fresh

oh ya…

bagi yang info2 lowongan, saya rasa lebih baik dijelaskan perusahaan mana yang buka lowongan, atau darimana info itu (perusahaannya), seperti lowongan untuk fresh ke arab dengan judul ‘silahkan dicoba’ dari nayla@goto.co.id… ini untuk meyakinkan temen2 yang akan melamar. saya masih hawatir karena ada aja yang masih mencari celah lengah dari pencari kerja… atau seperti kejadian yang kemarin dari milenium muda… (penginfo jelas, milenium muda…. tapi user nggak jelas)… maaf sbagai contoh saja.

sperti yang ‘silahkan dicoba’… bagi yang mau nglamar, silahkan kontak dan cari sejauh mana kebenaran infonya… karena bagi saya ada sedikit kejanggalan… masa’ fresh engineer pakai urgently required… kalau senior ato spesialis lah baru wajar.

Tanggapan 5 – Yuniar Rusli

dari case case utk process engineering atau operation , beberapa teman dari petrochemical industry , rata rata akan dipanggil setelah mereka bekerja di industri selama 5 tahun, sehingga di cilegon ada istilah , masa panen saat ini mungkin PT- A. oleh karena itu rata rata HRD mengamankan dengan menyediakan program magang , bahkan sampai dua layer / tiga layer. aartinya misalkan magang angkatan 2008 : 5 orang, 2009 : 5 orang ,mekipun tidak ada turn over, soalnya saat terjadi turn over , bisa 10 orang karyawan dari operations department.

jadi kalau gampang kerja di mid east, coba saja kerja di industri kimia cilegon. ada teman yangbaru dua tahun jadi process engineer,utk mengerjakan projek dan sering bertemu client asing, dan akhirnya di rekruit dan bekerja di australia…

adik adik junior harus sadar, global world is coming..bukan saja pekerja asing masuk ke indonesia, tapi para junior engineer kita juga (tidak) dengan mudah masuk ke global.

optimis dong…aku baru ketemuan ada chemical engineer ,yang balik kerja ke indonesia, padahal baru lulus ,dan kerja di singapore, tapi orang kita ini bahasa jawanya mbok mbok en ( kangen orang tua ) dan akhirnya memilih balik ke indonesia.

Tanggapan 6 – ricky Samuel

Terima kasih banyak atas advisenya bang yuniar, mungkin abang bisa kasih trik jalur khusus buat saya tuk tembus ke cilegon yang abang maksud!he..he… he, saya memang telecomunication background, but itu decisionnya kurang mempertimbangkan keinginan pasar oilngas waktu itu!! but anyway, nasi dah jadi bubur, cuma yg pentingkan filosofi-nya engineer-kan sama semua utk jurusan dibidang engineering(ada diferensial, integral dll), maka dari itu saya ingin pindah jalur dan memperdalam dibidang mechanical or piping or whatever-lah yang penting oilngas, yaa nggak! Sekarang saya mau pindah kebidang engineering, tapi bukan oilngas, kira2 bisa ndak ini nanti jadi modal saya utk coba merambah ke oilngas?soalnya susah bangat sih menembus
perusahaan oilngas!

Tanggapan 7 – berlian syako

Pak Holly,

Itu bukan diskriminasi, pihak perekrut itu ditugaskan oleh perusahaannya untuk merekrut orang yg sesuai backgroundnya. Jelas dong tidak dibenarkan ikut test kalau background nya saja sudah tidak sesuai. Saringan nomor 1 itu sebenarnya background sesuai jurusan yg diambil waktu kuliah, walaupun IP anda tinggi tapi kalau background nya tidak sesuai tidak akan dibolehkan ikut test. Jadi pihak company bukan melakukan diskriminasi tapi prosedur perekrutannya memang begitu. Untuk apa company harus mencari orang yg background nya tidak sesuai sementara pelamar yg punya background yg sesuai juga masih banyak.
Saran saya untuk fresh graduate sebaiknya fokuskan cari kerja sesuai bidangnya masing2 supaya peluang suksesnya bisa lebih besar.

Tanggapan 8 – Dirman Artib

Pak saking susahnya nyari orang Telekom untuk sebuah project Deepwater, sampai2 seorang teman M’sian akhirnya mengarahkan anaknya di jurusan Telecommunication Engineering. Jadi siapa bilang di oil&gas nggak perlu Telecommunication Engineering ? Kadangkala orang instrument yang dipaksain ngerjakan kerja Telecom, tapi padatahap tertentu client akan bilang………..’no sir, it’s your liability to provide us professional telecommunication engineer, no compromise !’

Tanggapan 9 – hollyghozi

Mas Ricky,

Karena smpean menyebut semua jurusan bidang engineering, saya jadi ingat pengalaman waktu fresh grad dulu.

Saya lulusan Teknik Informatika (informatics engineering), ITS. Pas pada waktu baru lulus, sebuah perusahaan oil service besar membuka recruitment di kampus untuk fresh grad. Dia menerima hampir semua jurusan Teknik (sipil, elektro, mesin, kelautan, dll), tapi sayangnya tidak menerima lulusan Teknik Informatika. Lah, kan seperti Mas Ricky bilang, semua engineering tentu familiar dengan integral, dll, bukan?

Sy sudah nyoba ‘engkel-engelan’ dengan pihak recruiter di acara tersebut, dan juga sudah nyoba bonek masukin formulir. Tapi ya langsung disisihkan, begitu ketahuan oleh mereka 🙁

Memang tujuan sy sewaktu itu bukan untuk bekerja di industri tertentu (eg migas), tapi untuk menjadi spesialis di bidang tertentu. Jadi tidak terlalu masalah bagi saya, tetapi tetap saja, sy merasa di-‘diskriminasi’-kan…

Kembali ke masalah spesilisasi. Karena sy lulusan informatika, sy berusaha untuk mengambil spesialisasi di bidang tersebut. Kebetulan perusahaan saya waktu itu, mendukung sy untuk mendapatkan salah satu sertifikasi di bidang tersebut. Singkat cerita, dengan bantuan sertifikat di tangan plus pengalaman spesialis di hal terentu, sy sekarang bekerja sebagai salah satu konsultan di oil service, dan sekarang sedang onsite di perusahaan minyak di luar.

Jadi ‘diskriminasi’ di saat fresh grad, bukan berarti pintu tertutup untuk sy. Tapi ini lebih berarti pintu lain telah dibuka.
Menurut sy jangan terlalu terpaku ke industri migas, karena industri telekom juga nggak kalah dahsyat-nya. Tapi yang lebih penting adalah pengembangan pribadi(hard & soft skill), pengalaman dan network. Seperti teman sy selalu bilang, ‘we do what we can do best… the rest will follow’.

Tanggapan 10 – Pandu Winarno

mas ricky,

sekilas saya tangkap, concern Anda ada di bidang oil & gas, whatever in oil & gas, namun krn Anda merasa susah banget menembus oil& gas, Anda ingin ke engineering non-oil & gas, dari telkom yg jadi background akademik, Anda ingin ke mechanical/piping. menurut saya, kalo yang punya company itu kerabat Anda sendiri, keinginan Anda itu mudah-mudah saja.

Tapi kalo Anda ingin kerja di perusahaan beneran (misal petrochemical company), ya agak susah, kecuali Anda ikut UMPTN lagi, kuliah lagi, ngambil mesin ITB atau ITS, cukup besar peluang utk kerja sbg mechanical/piping engineer.

ps: ada 2 jenis manusia freshgraduate yg saya kenal: GILA ENGINEER dan ENGINEER GILA

Tanggapan 11 – Salman Al farysi

Mas Ricky,

Tajam bener tuh analisnya Pak Pandu ya, mudah2an anda ndak sampai terkena. Kalau saya lebih melihat apa yang dipikiran mas Ricky sekrg suatu yg wajar utk seseorang Freshgraduate yang terlalu melihat Oil and Gas sbg suatu bidang yg sngt cerah dan menggiurkan dari sisi finansial. Perlu mas Ricky sadari bahwa, seorang telecom engineer jg bs berperanan di bidang ini, seperti yg disebutkan sebelumnya oleh Pak Art. Sebelumnya ada email vacant untuk telecom engineer dari Pak Gede, kenapa mesti mengejar Piping Engineer yg notabene jauh dari jurusan yg anda ambil. Permintaan telecom eng untuk perusahaan IT di luar negeri jg msh terbuka. Untuk yang berpengalaman walau jurusan ndak nyambung mgkn msh besar peluangnya, sebagai contoh, ada teman sarjana ekonomi yang bekerja sebagai Mechanical Inspection Sr.technician yg sudah pengalaman lbh dari 5 thn yg memulainya dengan ijajah STM Elektro dan analis2nya cukup jitu utk troubleshooting (bisa mengalahkan yg tamatan S1 dari Univ, ternama).

Jadi semua terserah and Mas Ricky, namun kalau boleh menyarankan, try to be more realize dan tetap semangat serta gunakan semangat anda tsb pada jalur yang tepat sehingga nantinya anda menjadi seorang Engineer Profesional. Anda tentu tak mungkin UMPTN lg seperti sarannya pak Pandu toh ..!!

Mohon maaf kalau kurang berkenan.

Tanggapan 12 – dimas yudhanto

Kak Salman dan rekan2,

keinginan Kak Ricky menurut saya hal yang wajar, sebagai anak yang baru tumbuh, berkembang dan sedang lucu2nya, khayalan menjadi engineer di oil & gas, terasa romantis.

Saya jadi teringat obrolan yang rasa2nya sering terlontar di kalangan engineer2, bahwa ada disiplin di engineering yang memang belum ada sekolah nya, yaitu ilmu perpipaan (piping).
Ternyata saya baru dapet kiriman teman, sekarang sudah ada D4 Teknik Perpipaan di PPNS ITS.

ini link nya

http://www.ppns.ac.id/index.php?menu=pendidikan4

Kak Ricky, tetap semangat, dunia tidak hanya seluas oil & gas, jadi juragan beras pun Anda bisa sukses. di Cilacap ada perempuan bernama Susy, tamatan SMP, kulakan ikan awal nya, sekarang sudah punya pabrik pengolahan ikan, dan bahkan punya belasan pesawat dan pilot, Susy Air namanya.

bisa jadi kelak kak Ricky akan mendirikan pabrik telekomunikasi, julukannya, Ricky Rich

Tanggapan 13 – joko_sosiawan_trikukuh

Saya rasa peluang untuk telecom engineer bagus sekali. Teman saya (indonesia) bekerja sebagai RF (radio frekuensi) engineer untuk ericsson malaysia, dan hampir sepanjang waktu-nya di habiskan di luar malaysia (jepang, korea, etc).

Tanggapan 14 – Ayah Raihan

Saya setuju Pak Joko, …di industri oil&gas peluang untuk menjadi telecom engineer sangat luas sekali….bahkan mungkin saking susahnya cari telecom engineer yg mumpuni, kebanyakan kerjaannya dilimpahkan ke instrument engineer…

Buat mas Ricky, coba mulai saat ini anda gali telecom yg berhubungan dgn oil&gas seperti: PAGA, PABX&Telephone, CCTV, VSAT, Inmarsat, Digital Microwave Radio, Wimax, VHF AM Radio, VHF FM RAdio, UHF FM Radio, Trunk Radio, HFSSB, Router , EWRS-AIS, Radar Beacon, Meteorologi System, NDB, Entertainment System, dan masih banyak lagi yg saya kira masih berhubungan dgn oil & gas.

Tanggapan 15 – e_huntangadi

Saya setuju sekali dengan pendapat Mas Joko ini.

Peluang untuk telcom engineer untuk mendapatkan kesempatan bekerja di LN atau dengan gaji besar seperti di oli & gas ataupun lebih besar sangat banyak asalkan skill kita mencukupi.

Berdasarkan pengalaman saya bekerja di salah satu operator seluler, teman-teman telcom engineer di kantor saya malah sangat banyak yang pindah ke LN, baik sebagai pegawai tetap ataupun freelance.

Sebagai masukan kepada Mas Ricky, kuasai skill seluler di Intellegent Network (IN), Value Added Service (VAS), Core Network, BSC, RNC, 3G, CDMA baik dalam design RF, Optimasi, O & M dll. Kalau perlu, dapatkan sertifikasi dari vendor-vendornya seperti Ericsson, NSN, Huawei, Alcatel dll.

atau dapat pindah ke IT related to cellular network seperti IP MPLS, Backbone FO, Cisco dll dan ambil sertifikasi seperti CCNA, CCNP atau CCIE dll karena arah ke depannya sekarang, di seluler pun akan berdasarkan IP ke depannya.

Saya yang berlatar belakang power pun sedang berusaha untuk menambah ilmu dan skill ke arah penjelasan saya di atas.

Untuk menambah wawasan, coba Mas Ricky bergabung ke milis Parakontel atau Go Gulf Indonesia di googlegroups. Di milis2 tersebut, banyak peluang maupun sharing ilmu dan skill di telecom.

Selamat berjuang untuk Mas Ricky dan jangan berkecil hati di dunia telcom. Semua tergantung kepada diri kita sendiri koq.