Sebenarnya ada perbedaan mendasar antara resume dan CV. Resume hanya berisi daftar profesional experience kita saja (tentu kontak seperti alamat rumah, email, dan HP mesti dilampirkankan). Sementara CV, selain pengalaman profesional, juga mencantumkan informasi probadi, seperti, agama, status pernikahan, jumlah anak, kadang-kadang hobi. dsb. Jadi kalau diminta komplete resume, yang diminta adalah daftar lengkap pengalaman kerja kita. Kadang-kadang, orang yang sudah lama bekerja, hanya mencantumkan 2-3 perusahaan sebelumny dimana sesorang tersebut mungkin sudah bekerja dilebih 5 perusahaan terhitung sejak lulus, misalnya.

Tanya – Gunareko Sarkowi

Saya ingin bertanya, yg apakah dimaksud completed resume itu hanya CV + appplication letter, ato hrs dilampiri hasil scanning ijazah dan sertifikat?
jika lowongan meminta pengiriman lamaran ke suatu alamat tertentu via pos, maka pasti sya lengkapi dg copy ijazah dan sertifikat, tp klo lowongan tsb hanya memberikan alamat e-mail sy hanya kirim CV + application letter +photo. seorang teman menyarankan kirim dulu 3hal tsb, stl diterima nanti baru lengkapi berkasnya.

terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Heru Sadmiko

Langkah yang anda lakukan sudah tepat, kecuali ada permintaan khusus dari recruiter.

Tanggapan 2 – And Riawan

Pak,

complete resume (versi saya): CV kumplit, termasuk pas foto . . . application letter baru saya ikutkan jika memang di minta . . dan selama ini tidak pernah ada masalah . . . ijazah & sertifikat dan kelengkapan lain nya dapat di perlihatkan pada saat wawancara . . . di dalam resume tersebut ya harus lengkap semua tentang diri sang pelamar . . . . tapi tidak perlu di masukkan bayaran yang di minta . . . perlu ada hal2 yg membuat penerima resume tersebut penasaran sehingga dia mengundang sang pelamar untuk di wawancara .

Saya Mohon saran juga dr rekan migas yg lain .

Tanggapan 3 – Ade Fajar

Mas Gunareko,

Berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya, sebenarnya ada perbedaan mendasar antara resume dan CV. Resume hanya berisi daftar profesional experience kita saja (tentu kontak seperti alamat rumah, email, dan HP mesti dilampirkankan). Sementara CV, selain pengalaman profesional, juga mencantumkan informasi probadi, seperti, agama, status pernikahan, jumlah anak, kadang-kadang hobi. dsb. Jadi kalau diminta komplete resume, yang diminta adalah daftar lengkap pengalaman kerja kita. Kadang-kadang, orang yang sudah lama bekerja, hanya mencantumkan 2-3 perusahaan sebelumny dimana sesorang tersebut mungkin sudah bekerja dilebih 5 perusahaan terhitung sejak lulus, misalnya.

Kalau lamaran dikirim via email, maka application letter / surat lamaran adalah email itu sendiri. Yang mesti ada selain resume yang diminta biasanya adalah foto. Kalau ijazah tidak perlu, biasanya diminta pas waktu interview.

Mudah-mudahan menjawab dan semoga sukses hunting jobnya.

Tanggapan 4 – Pranoto, Albertus

Walah, status perkawinan, jumlah anak, apalagi agama, itu barangkali perlu dicantumkan kalau kita mau ndaftar menjadi pegawai di Indonesia. Kalau di luar, yg saya tahu di Amrik dan negara2 Eropa, informasi begitu malah sebaiknya tidak dicantumkan, krn calon employers tidak boleh membuat keputusan diterima atau tidaknya seseoran berdasarkan gender, usia, status perkawinan, apalagi ras dan agama. Bisa2 di sue kalau hal2 begitu dijadikan pertimbangan penerimaan pegawai. Saya saja selalu risih bercampur heran menerima CV pelamar yg mencantumkan agama didalam CV nya, apa kita diharapkan mempertimbangkan agama seseorang utk menerima pegawai, lah kita kan kerja di O&G business, bukan di perusahaan/lembaga yg berafiliasi dgn agama tertentu.

Tanggapan 5 – Umar Abdalloh

pak Sarkowi, completed cv sy kira maksudnya cv terbaru. Kita sekarang menjadi penduduk dunia yang tdk memakai kebiasaan Indonesia zaman dulu bahkan sampai skrg untuk PNS, yg hrs pake lamaran ber materei dlsb yg menyulitkan.

Tanggapan 6 – paul kristianto

Betul, seharusnya Agama tidak boleh dicantumkan dalam CV atau Resume dalam keadaan apapun, kalau itu adalah perusahaan yang profesional >>> karena agama bukan urusan perusahaan dan agama tidak membuat anda menjadi yang lebih baik untuk diterima untuk suatu perusahaan international. (inclusives di UAE atau negara2 GULF).

Namun seingat saya saat masih kuliah, penggunaan Resume (dan menjadi judul buat riwayat pekerjaan/hidup dlm melamar) itu adalah untuk orang yang melakukan aplikasi pekerjaan profesional non akademik. Sedangkan jika CV lebih menjurus kedalam bidang akademik yang mana lebih menerangkan in depth pada research yg dilakukan seorang Master atau Post Doctoral.
Namun di Indonesia mungkin hal ini sudah menjadi rancu, dalam artian disama ratakan.

Tapi tidak juga mengurangi arti ‘riwayat hidup/bekerja’.

Hyperlink ini bisa membantu keterangan tentang apa saya tulis diatas

http://www.cvtips.com/resumes-and-cvs/curriculum-vitae-and-resume—did-you-know-it-is-not-the-same-thing.html

Tanggapan 7 – ronald.siswanto

Pak, saya pernah ketika registrasi kartu GSM pasca bayar diminta untuk mengisi agama di form registrasi. Mungkin masih banyak yang lain,selain CV.