Penggunaan OBM pada prinsipnya untuk menjaga kondisi lubang lebih baik serta mengurangi intervensi fluida yang digunakan sebagai media fluida pemboran terhadap kondisi reservoir yang ada di bawah sana.

Tanya – Charles P. Siallagan

Dear KMI,

Kami saat ini, sedang melakukan pemboran sumur penghasil minyak di daerah SANGATTA dengan menggunakan Lumpur OIL BASE MUD.

Saat ini kami sering mengalami kendala pada saat pemeriksaan sample cutting yang dihasilkan dari pemborannya, mohon bantuan rekan-rekan yang memiliki cara-cara ataupun prosedur yang harus dilaksanakan dalam pemeriksaan sample cutting OIL BASE MUD untuk bisa mengindikasikan zona-zona sehingga cutting log dapat dibuat dengan baik.

Tanggapan 1 – OK Taufik

Bapak Charles,

Kalau drillingnya pakai Mud Logging Company tentunya mereka bisa menghandlenya, karena OBM memakai diesel atau syantetic fluid sebagai base lumpurnya mereka biasanya akan mencuci cutting tersebut dengan cairan soap, untuk menghilangkan pengaruh OBM tersebut dan setelah itu seperti biasanya anda dapat melakukan description cutting, coba specipic lagi kesulitan deskripsi cuttingnya dimana??

Tanggapan 2 – Charles P. Siallagan

Dear Pak Taufik,

Memang untuk deskripsi lithology tidak ada masalah akan tetapi untuk mengetahui indikasi hydrocarbon atau oil show nya, karena setelah terkontaminasi oleh OBM lalu tercuci oleh cairan sabun, bagaimana kita bias meyakini kandungan asli dari cutting tersebut ditambah lagi ukuran cutting tidak pernah dijumpai lebih dari 2 millimeter (zona sand loose).

TERIMA KASIH

Tanggapan 3 – Nataniel Mangiwa

Pak, jgn lupa cuttingnya harus di cuci pake sabun sampai bening sampai ga keliatan kotor (it takes around an half hour). saat dicuci jgn didiamkan saja, tetapi harus dikocok, biar mudnya betul-betul lepas.
setelah itu baru dilakukan Fluorescene test. nanti akan keliatan warnanya green agak-agak yellowish..dan indikasi cut off terangnya akan sekitar: 10-50%. ini penting, karena untuk membedakan fluorescene dari oil base mud, yg kalau dilihat terangnya akan bersifat ‘kabur’ (tidak cerah).

indikasi lain adlh dari komposisi gas analysisnya, oil C3 nya akan lebih besar dari C2 nya. juga C4 nya akan lebih besar dari C5 nya.

semoga membantu

Tanggapan 4 – OK Taufik

Pak Charles,

Saya pernah punya hardcopy dari SPE cara identifikasi HC shows dari cutting OBM, kalau ketemu softcopynya saya kirimkan. BTW dengan sedikit usaha, mengcrush cutting sand sebenarnya bias dilcak HC-nya, memang tak meyakinkan untuk exploration well. Untuk development well bisa terbantukan dengan offset well history.

Tanggapan 5 – Charles P. Siallagan

Salam Pa Taufik,

Terima kasih deh pak untuk infonya, saya ucapkan terima kasih juga sebelumnya untuk kesediaan bapak mengirimkan SPE papernya.

Tanggapan 6 – adhi budhiarto

Mumpung lagi bicara soal Oil Based Mud, numpang tanya….(sori kalo pertanyaannya
bodoh, abis emang gak ngerti….)

1. Apa aja komponen OBM?

2. Komposisi OBM? Berapa persen kandungan diesel dalam OBM?

3. Untuk pengeboran sebuah sumur (sumur kecil, menengah, besar), rata2 dibutuhkan diesel berapa banyak?

4. Kenapa yang dipake kok diesel atau syntetic fluid? Apa gak bisa menggunakan long residue (bottomnya Crude Distilling Unit), short residue (bottomnya High Vacuum Unit), atau bottomnya kolom fraksinasi hydrocracker (kan lebih murah?)? Apa ada komponen penting dalam diesel atau syntetic fluid yang menyebabkannya menjadi pilihan sebagai campuran untuk OBM?

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan adanya permintaan pembelian diesel dari refinery kami. Cuma, sementara ini masih belum dapat dipenuhi, dengan alasan menjaga security of supply BBM.
Terima kasih atas penjelasannya.

Tanggapan 7 – Charles P. Siallagan

Salam Pa ADHI,

DOH Kalimantan saat ini, sudah menggunakan teknologi OBM dalam pembuatan lubang sumur baik untuk produksi minyak ataupun gas nantinya.

Adapun komponen yang ada di dalam OBM yang kita gunakan saat ini terbuat dari bahan dasar dominan PALM OIL yang lebih ramah lingkungan bila dibandingkan dengan RESIDU-RESIDU CRUDE dari refinery, serta beberapa chemicall lainnya yang biasa digunakan untuk weight serta viscositas juga filtrate serta ada juga airnya.

Penggunaan OBM ini adalah pada prinsipnya untuk menjaga kondisi lubang lebih baik serta mengurangi intervensi fluida yang digunakan sebagai media fluida pemboran terhadap kondisi reservoir yang ada di bawah sana.

Beberapa pembuktian yang sudah kami peroleh sejak mengubah system fluida pemboran dari WATER BASE MUD ke OIL BASE MUD di SANGATTA dan BUNYU cukup berdampak positif terhadap kualitas penyemenan serta logging data yang diperoleh nantinya.

Demikian sebagai infonya.

Tanggapan 8 – Totok Parafianto

Saya mau ikutan urun rembug. Biasanya yang kami pakai untuk OBM ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu : Syntetic Oil sebagai bahan dasarnya harus dengan kandungan aromatik maksimal 0.1% dan ttitik didih minimal 90 derajat celcius.
Saat ini sudah jarang dipakai diesel karena tidak ramah lingkungan.