Kalau kita melihat presentasi User di website, beberapa User mengatakan kesulitan dalam implementasi FF adalah ‘Lack of FF Experts from vendors and contractors’. Kalau kita bicara dengan para vendor dan kontraktor (tidak hanya di Indonesia) memang keberadaan FF Expert masih sangat minimal. Sedangkan suksesnya implementasi project sangat tergantung dari para expert ini. Sebagai User, kita perlu dibekali pelatihan seperlunya untuk bisa melakukan maintenance & operation dari plant yang menggunakan technology ini.

Tanya – Maison Des Arnoldi

Mungkin sangat perlu dibagikan info ini, karena banyak keterbasan, maka secara pelan2 teknologi Foundation Fieldbus pada boilers kami sdh diobati pake jamu tradisional (baca kembali pake 4-20mA). Karena firmware dan dan software FF masih ‘misteri’ bagi kami, dan kalo nge-hang gak bisa diapa2in. di do’ain juga masih tetap.

Mohon info kawan2 seprofesi yang punya pengalaman dengan FF teknologi ini. Terimakasih.

Tanggapan 1 – Setyohadi

Pak Maison,

Tahun kemaren saya sempat mengistall 126 buah FF instrument, terdiri dari PT&DPT, TT, Magflow, Vortex dan CV, dan so far running well.

Awal2 nya memang sempat ada sedikit masalah, terutama masalah DD file, DD file yg kita install di DCS harus benar2 match dengan device rev dari transmitter/CV.

Selain itu harus juga di konsider, panjang cable, current draw, no.of instrument dalam segment, macro cycle, dll.

Tanggapan 2 – Arief Rahman

Component-component yang anda install dari satu manufacture atau banyak manufacture ?? Bisa diceritakan apa saja merek yang terlibat ??

Tanggapan 3 – Setyohadi

Maaf kalo menyebutkan brand

1. PT&DPT, TT – Rosemount

2. Magflow, Vortex, pH, SC – Yokogawa

3. CV – Fisher

4. DCS – Honeywell

5. Power conditioner, megablock, & terminator MTL

6. Calibration – 375 dan NI Configurator

Tanggapan 4 – Arief Rahman

Pak Maison,

Saya ikut berduka cita atas apa yang menimpa Fieldbus System di tempat bapak bekerja. Sering sekali saya juga miris dengan penggambaran yang diberikan para vendor fieldbus mengenai kemudahan yang mereka tawarkan yang kadang sudah terlalu menggampangkan persoalan. Seolah-olah semuanya truly ‘plug and play’. Saya sering joking sama teman-teman, jangan-jangan bukannya ‘plug and play’, yang terjadi adalah ‘plug and pray’. Sekali diinstall harus banyak berdoa semoga jalan. :-).

Saya cuplikkan beberapa alinea dari sebuah tulisan mengenai open system (walaupun tidak langsung mengenai fieldbus). Mungkin kejadian untuk fieldbus tidak ‘seseram’ apa yang diungkapkan tulisan ini, tapi at least saya bias katakan bahwa apa yang dialami Pak Maison adalah benar-benar ‘nightmare’.

Despite the increasing power of microprocessors, the increasing speed of networks, and the best-intended efforts of interoperability organizations, distributed control systems can be vulnerable to faults and overload conditions if non-validated products connect in an open manner. A DCS is a tightly integrated set of modules with distributed functions. Dependable DCS vendors strive to protect their users by limiting access, qualifying third party devices, executing extensive interoperation, performance, capacity, and topology testing, insuring robustness, and providing guidelines for acceptable loading, interoperation, and security of various products. Periodic releases of the system also assure qualification of interoperation of the defined set of products supported.

Users who plan to create their own fully open systems need to plan to commit capital for full-capacity equipment to be dedicated to testing. They need to staff up with trained testing engineers who can develop thorough and selective battery of test scenarios to establish confidence in capacity, performance, interoperation, and security. Automated testing with automated recording and scoring can help to reduce the costs.

True openness does not come without a price. Along with the ability to connect anyone’s anything anywhere anytime comes the risk that untested elements may not reliably function as intended, may interfere with the proper operation of other elements, and costly unpredictably loss of plant production may result. In order to assure the ‘dream come true’ does not become a ‘nightmare,’ those risks can best be mitigated by comprehensive, methodical testing and re-testing in large-scale system configurations as new elements and upgrades to existing ones are considered for use.

Tanggapan selengkapnya dalam pembahasan diatas dapat dilihat dalam file berikut: