Proses Pre Heat gunanya adalah untuk memperkecil ‘ Gradien Temperatur ‘ dari suatu proses pengelasan. Biasanya proses ini diperlukan pada saat pengelasan ‘Alloy Steel’. Kenapa? Karena Alloy Steel sangat sensitive terhadap perubahan temperatur yang sangat mendadak, baik saat dimulainya pengelasan ataupun saat berakhirnya proses pengelasan. Sedangkan PWHT adalah Proses Heat Treatment yang terjadi setelah dilakukan pengelasan. Adapun prosedurenya mula-mula dilakukan pemanasan sampai mencapai temperature tertentu (dibawah temperature transformasi yaitu disekitaran 600° – 675°C) kemudian didinginkan sampai mencapai temperature kamar.

Tanya – raharjo_wida

Saya mau tanya mengenai pre-heating & pwht Saat ini pada beberapa komponen kami harus dilakukan pre-heating (temperatur sekitar 150-220 celcius) juga pwht (temperatur sekitar 600 celcius)

1. Mengenai kegunaan pre-heating

Kalo nggak salah saya pernah baca di ‘Teknologi pengelasan logam’ (pengarang Harsono)manfaat dari pre-heating ini adalah untuk mem perlambat kecepatan pendinginan dari 800 celcius ke 500 celcius shg didapat ketangguhan las yg bagus Namun disisi lain heat-input ini juga harus dibatasi untuk mengurangi penggetasan batas las. Bukankah ini paradox ?

Mohon pencerahannya ……

2. Mengenai apa itu PWHT dsb, mohon kalo ada yg bisa sharing

3. Saat ini saya juga sedang mencari ‘alat’ untuk pre-heating

Referensi dari customer preheating dg cara menempelkan heater dekat area yg akan di-las, temperatur sekitar 300 celcius (saat ini preheating biasanya hanya dg burner saja)

Mohon kalo ada yg punya info, dimana perusahaan yg menyewakan alat tsb, via japri aja.

Thx sebelumnya

Tanggapan 1 – Mazyadi Akhmad

Mau menambahkan sedikit..

Factors which affect distortion :

1.Material properties and condition

2.Heat Input

3.Lack of restraint

Methods of reducing distortion :

1.preheating

2.Forced restraint

3.Use a balncing welding technique; back skip welding or back step welding

4.Use a different joint design to reduce the amount of weld deposited

5.Reduce the heat input

PWHT in this context is a process in which metal in the solid state is subjected to one or more controlled heating cycles after welding. The PWHT is normally carried out for the purpose of stress relief; i.e the reduction of localised residual stress. Post heat treatment may also be used to produce certain properties, such as :

– Softening after cold working

– Hardening to produce improved strength and hardness, this may be very hard and britlle

-Tempering to improve hardened structure giving ranges of strength with toughness

The relevant variable for a PWHT process which must be carefully controlled are as follows :

1. heating rate,

2. Temperature attained,

3. Time at the attained temperature (holding time)

4.Cooling rate ~ in certain circumstances

Stress Relieving

Used to relax welding stress without any significant affect on the component’s metalurgical structure because austenite is not produced.

Stress relief is achieved by heating to 550 – 650 derajat Celcius,

Holding for required time, e.g. 1 hour per 25 mm thickness, and then coollig down in air. Local heating is carried out with gas flame or electric element; whole components may be stress relieved in a furnace.

Taken from :’Training & Examinations In Inspection & Non -Destructive testing’ Ruane TATI

yang saya ketahui Untuk PWHT bisa hub : HALTEX ENGINEERING SERVICES (local PWHT n Furnace PWHT)

telp.fax:031-3571350

Semoga bermanfaat,

Tanggapan 2 – Darmayadi

Bung Raharjo,

Menjawab pertanyaan anda,

1. Proses Pre Heat gunanya adalah untuk memperkecil ‘ Gradien Temperatur ‘ dari suatu proses pengelasan. Biasanya proses ini diperlukan pada saat pengelasan ‘Alloy Steel’. Kenapa? Karena Alloy Steel sangat sensitive terhadap perubahan temperatur yang sangat mendadak, baik saat dimulainya pengelasan ataupun saat berakhirnya proses pengelasan.
Lantas apakah dengan dilakukan Preheat berarti kita menaikkan Heat Input ? Tidak, karena pengertian heat input adalah panas yang dihasilkan oleh proses pengelasan seperti rumus yang telah di tulis oleh pak Ismadi Sabandi ‘ HI = A x V/ S (speed ). Temperatur yang dihasilkan suatu proses pengelasan bias mencapai diatas 4000 Derajat Celcius. Jadi temperatur preheat tidak ada apa-apanya.

2. Cara melakukan pre heating bermacam-macam, bisa pakai coil pemaanas, bias pakai burner dll, tergantung pada ukuran dan bentuk benda yang mau di las.

3. Utk PWHT saya tidak tanggapi, karena beberapa waktu lalu kita sudah pernah bahas, bahkan mas Budhi ada kirim attachment tentang PWHT.

Demikian,

Tanggapan 3 – qaqcptmeco

manfaat dari pre-heating ini adalah untuk memperlambat kecepatan pendinginan dari 800 celcius ke 500 celcius shg didapat ketangguhan las yg bagus.

Kalau coba bantu untuk menjawab :

Maksud dari penulis ini adanya fenomena distribusi temperature. Didalam teori metallurgi pengelasan ada istilah yang dinamakan dengan TEMPERATURE DISTRIBUSI dari suatu Base metal. Fenomena Temperature Distribusi ini biasanya dikorelasikan adanya TTT diagram. Hal ini perlu diketahui didalam kita mengantisipasi terjadinya suatu fenomena metalurgis, terutama pada daerah yang mengalami pendinginan didaerah kritis khususnya untuk MATERIAL BAJA KARBON. Temperature kritis ini ada pada kisaran temperature 800° — 500°C sesuai yang dijelaskan oleh Pengarang buku tersebut. Kalau kita merujuk pada TTT fungsi dari Temperature dan Time (waktu) FAKTOR KECEPATAN PENDINGINAN mempunyai arti yang sangat krusial pada Temperature ini (800° — 500°C), karena pada temperature ini sangat rentan sekali akan terbentuknya FASA-FASA KERAS yang sangat tidak kita kehendaki yang ujung-ujungnya akan menimbulkan kemungkinan terjadinya cacat pengelasan yang diakibatkan oleh berkurangnya ketangguhan material tersebut. Untuk meningkat Ketangguhan pada material tersebut fungsi dari THICKNESS dari material sangat berperan guna memperlambat terjadinya laju pendinginan yang sangat cepat pada temperature ini. Salah satunya adalah dengan melakukan PREHEAT sebelum dilakukan pengelasan guna mendapatkan daerah yang mempunyai ketangguhan yang cukup.

Disisi lain heat-input ini juga harus dibatasi untuk mengurangi penggetasan batas las. Bukankah ini paradox ?

Maksud dari penulis disini bila peristiwa metalurgis terjadi pada BAJA KARBON yang mempunyai kekuatan 70 kg/mm2 — 80 kg/mm (Coba anda baca secara cermat pada buku Teknologi Pengelasan sebelum menarik suatu kesimpulan). Baja Karbon yang mempunyai kekuatan 70 kg/mm2 — 80 kg/mm2 sifatnya mempunyai tingkat kegetasan yang cukup tinggi dibandingkan Baja karbon yang mempunyai kekuatan 60 kg/mm2. Hal ini disebabkan TINGGINYA UNSUR PADUAN yang terkandung didalam Baja tersebut. Oleh karena itu baja ini tidak boleh mempunyai HEAT INPUT yang berlebih. Karena akan mempromote terjadinya Penggetasan material yang diakibatkan oleh banyak unsur paduan yang ada pada material tersebut (eg : Cu, Ni, Cr, Mo dan V)

Mengenai apa itu PWHT dsb, mohon kalo ada yg bisa sharing

PWHT adalah Proses Heat Treatment yang terjadi setelah dilakukan pengelasan. Adapun prosedurenya mula-mula dilakukan pemanasan sampai mencapai temperature tertentu (dibawah temperature transformasi yaitu disekitaran 600° – 675°C) kemudian didinginkan sampai mencapai temperature kamar.
Adapun kecepatan (heating rate) baru diatur jika kondisi Benda kerja tersebut sudah mencapai temp.dikisaran 425° C dengan pengaturan heating rate (laju kenaikan temperature) tidak lebih dari 200°C perjam dibagi dengan tebal maksimum dari bagian yang paling tebal pada material tersebut. Setelah mencapai Temperature 600° – 675° C dilakukan Penahanan temperature dengan rentang waktu tertentu. Lamanya penahanan ditentukan oleh Tebal material. Setelah cukup waktu penahanannya dilakukan proses laju pendinginan dimana laju pendinginan antara temperature 600° sampai dengan temperature 427° C diatur tidak boleh lebih dari 278°C perjam. Selepas itu boleh didinginkan didapur pendingin dengan jalan mematikan burner pada dapur tersebut. Ingat Dapur tidak boleh dibuka.

PWHT sendiri dapat diapplikasikan dengan 2 method yaitu :

1. Method Furnace.

2. Method Heating Element.

Tujuan yang paling pokok adalah menghilangkan TEGANGAN SISA yang terjadi selama pengelasan.

Demikian Sekilas info dari Bidang Pengelasan.