Select Page

Perkembangan terakhir dari Gas Hydrate adalah berhasilnya pilot project yang dilakukan konsorsium energy besar dunia, untuk mengambil natural gas hydrate di Alaska, dengan mengembangkan metode Selimut Penghangat, dengan cara memanaskan reserves hydrate yg ada di under the sea sehingga kesetimbangan fasa-nya berubah, seiring temperature naik, maka gas akan terlepas, dilewatkan melalui pipa terinsulasi pemanas. Muncul di permukaan, dan di flare untuk menandakan keberhasilan mereka. Mungkin baru akan prooven komersial 20 th mendatang, jika ini sudah OK, maka peta kandungan/resources kandungan natural gas akan berubah drastis.

Tanya – mohsi@hotmail

Mohon informasi kalau ada rekan-rekan dimilsi migas yang sedang bergiat atau mempelajari gas alam padat. Sebagai tambahan informasi, gas alam padat, merupakan salah satu sumber daya energi terpendam di dasar lautan dalam yang belum termanfaat. Gas alam padat juga ditemukan dalam pipeline gas alam, terutama didaerah dingin, dan menghambat laju gas penyaluran gas alam tsb.
Saat ini di Jepang dikembangkan sistem produksi gas alam untuk media tranportasi, untuk menggantikan sistem pipeline apabila terlalu jauh, sehingga tidak ekonomis, atau sistem LNG, yang perlu ,modal yang sangat besar. kalau ada yang mempunyai bidang minat yang sama, kita bisa saling berbagi informasi.

Tanggapan 1 – ‘Taufik M. R.’

In English mungkin lebih dikenal, gas alam padat = compressed natural gas (CNG). Terjemahan yang betul, IMHO, adalah gas alam mampat, bukan padat.

Tanggapan 2 – Achmad Hidayat

Berdasarkan overview fenomena yg disampaikan Pak Faizul, BPPT, maka jelas sekali yg dimaksud adalah Gas Hydrate (methane yg terjebak dalam H2O akibat pressure yg tinggi dan temperatur yg sangat rendah).

Yang dimaksud Pak Taufik adalah hal lain, utilisasi natural gas dalam bentuk compressed gas (CNG).

Perbedaan utama CNG dan LNG, salah satu point-nya adalah cost of transportation CNG mencapai 90 sd 95% dalam componen biaya (LNG transport hanya 40%, terbesar-nya liquefaction-50%) , dimana proses kompressi hanya sekitar 5% dari komponen biaya. Rule of thumb yg menarik saat ini, gunakan CNG untuk transportasi dibawah 5000 mile untuk jumlah reserves gas setara reserves LNG, dan switch ke LNG untuk jarak diatas 5000 Mile.

Kembali ke Gas Hydrate, perkembangan terakhir adalah berhasilnya pilot project yg dilakukan konsorsium energy besar dunia, untuk mengambil natural gas hydrate di Alaska, dengan mengembangkan metode Selimut Penghangat, dengan cara memanaskan reserves hydrate yg ada di under the sea sehingga kesetimbangan fasa-nya berubah, seiring temperature naik, maka gas akan terlepas, dilewatkan melalui pipa terinsulasi pemanas. Muncul di permukaan, dan di flare untuk menandakan keberhasilan mereka. Mungkin baru akan prooven komersial 20 th mendatang, jika ini sudah OK, maka peta kandungan/resources kandungan natural gas akan berubah drastis.

Belum lagi cerita, GTL, Natural Gas to Chemicals, Natural Gas to wire (baik AC maupun DC). Kira-kira sekilas seperti itulah.Buka mata buka telinga, ketahuilah yg terjadi di dunia, maka mudah-mudahan kita tidak salah langkah.

Tanggapan 3 – f_ishom

Saya barusan dapat informasi dari admin milis kalau masalah gas alam padat atau natural gas hydrate (NGH) sudah pernah didiskusikan dimilis ini. Saya mencoba mencari arsip diskusi tersebut, tetapi gagal. NGH yang saya maksudkan adalah untuk sistem transportasi sebagai pembanding Pipeline, Compressed Natural Gas (CNG) maupun LNG.
Mohon informasi, kapan kira -kira diskusi tsb berlangsung dan kalau memungkinka nomer message-nya di milis ini. Saya butuh informasi perhitungan ekonomi sistem tersebut untuk mengangkut gas dari kalimantan ke jawa tengah.
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya.

Jika yang dimaksud NGH untuk transport, rasanya belum pernah dibahas di mailist ini, diskusi terdahulu mengarah ke NGH sebagai gas sources.

Mas Ishom, NGH as gas transport/storage ini perjalanan development-nya kurang lebih pararel atau setelah CNG development(read: berlomba-lomba, siapa cepat dia dapat). Karena berada pada area reserve dan distance yg tidak jauh berbeda.

Jika anda menanyakan hal tsb untuk kaitan bisnis,beberapa hal berikut perlu dijadikan guideline:

1. Reserve Gas Vs Distance ke market, kalau pasar-nya Jateng, mungkin bicara-nya tidak sampai Tcf (kali?). Karena itu obrolannya, tidak mengarah ke LNG, karena faktor ekonomik. Yang saat ini ekonomik pada kisaran reserve kisaran min. 4 Tcf. Terkecuali bicara local utilization dg mengarahkan ke mini LNG plant.

Jika reserves-nya medium, barangkali bisa juga bicara CNG, dengan kapal, hanya saja perlu diingat nilai ekonomiknya sangat bergantung harga kapal-nya, yg sangat mahal hampir semahal kapal LNG. Karena itu CNG sering dicompare aple to aple dg LNG.

2. Fenomena NGH sebagai transport/storage, saat ini memang lagi hangat diobrolkan, setahu saya yg cukup getol adalah jepang. Yang berhasil membuat peletisasi NG menjadi pellet hydrate, distorage pada suhu -20C, ditransport by dg kapal dengan skala yg tidak jauh berbeda dg CNG, masuk ke regasifikasi plant. Sayang, angka-angka untuk hitungan masih terclosed, barangkali anda bisa kontak Chiba, Japan, atau Aker Kvaerner.

Good luck, senang sekali ada lokal yg mulai ngutak-atik NGH untuk analisa transport gas.

Tanggapan 4 – Faizul Ishom

Mas Sulis dan rekan-rekan yang lain,

Di laboratorium saya saat ini sedang mengembangkan pembuatan NGH skala lab. Setahun yang lalu mencari artikel tentang NGH relatif lebih susah di bandingkan saat ini. Di web migas juga ada artikelnya Mbah Gudmundson, aktivis NGH.

http://www.migas-indonesia.com/index.php?module=article&sub=article&act=view &id=263

Lumayan untuk pemanasan spt kata Mas Cahyo. Dari hitungan beliau, NGH lebih hemat 26% dan LNG untuk tranportasi pada jarak 5500 km.
Dibandingkan dengan LNG, NGH maupun CNG lebih cocok untuk ladang gas skala menengah ke bawah. Kalau kapal CNG mahal, karena harus mempunyai tangki dengan tekanan tinggi, kapal untuk NGH jauh lebih murah, karena NGH bisa ditranportasikan dalam suhu -20oC pada tekanan 1 atm, seperti suhu di refrigator pada umumnya.
Untuk Indonesia CNG saat ini menjadi salah satu pilihan untuk pengembangan gas di Indonesia timur. Dari web sitenya PGN, saya mendapatkan data, PGN sedang melakukan studi kelayakan pipeline dari Kalimantan ke Jawa Tengah.

Kita juga perlu mempertimbangkan kemungkinan sistem NGH bisa di terapkan untuk menggantikan pipeline maupun CNG di Indonesia, kalau memang NGH lebih ekonomis. Untuk NGH sendiri, saat ini juga sedang dipelajari di lembaga riset di lingkungan ESDM. Akan lebih baik lagi, kalau banyak pihak yang terlibat dalam riset ini, agar diperoleh hasil yang lebih maksimal. Insya Alloh Senin minggu depan ( 7 Feb 2005) saya akan berkunjung ke pilot plant NGH di Chiba, Jepang. kalau mau titip pertanyaan atau minta penjelasan tambahan, saya akan dengan senang hati akan mengutarakannya sebagai tambahan bahan diskusi saya membicarakan prospek NGH di Indonesia.

Tanggapan 5 – Achmad Hidayat

Kalau boleh tahu Lab mana? Institusi-nya? Kalau ke Chiba lihat pilot plant NGH, bisa tolong ditanyain tentang komponen cost NGH, reverensi skala ekonomik yg dianjurkan, termasuk data-data klaim untuk keperluan analisa ekonomik, referensi institusi yg berminat di bidang tersebut u/ implementasi, yg kurang lebih sama seperti yg Mas Faizul perlukan.

Tak lupa pula, oleh-oleh makanan juga OK.:)

Tanggapan 6 – Faizul Ishom

Terima kasih atas titipan pertanyaanya.

Saat ini lab saya di Gunma University, Jepang, status peneliti tamu. Di lab tsb sejak setahun yang lalu mengerjakan pembuatan NGH skala lab. Peralatan tsb tidak rumit, hanya perlu 500 ml autoclave dengan tekanan maksimum 10 MPa, refrigator untuk mendinginkan autoclave sampai suhu -25 oC, dan 1 tabung gas methane. Insya Alloh awal april nanti akan pindah ke Balai Besar Teknologi Energi (BBTE)-BPPT, Puspiptek Serpong Tangerang.

Tanggapan 7 – cahyo@migas-indonesia

Hanya sekedar berbagi informasi Pak Faizul.

di web site migas indonesia di bagian proses, ada tulisan sederhana tentang hidrat gas alam, yang mungkin berguna buat refreshing.

Informasi lain datangnya mungkin bisa dari rekan2 BP (ketika itu masih berwujud Arco), ada handbook ttg offshore hidrat engineering yang cukup bagus, berisi salah-satunya adalah sari dari buku clathrate hydrate of natural gas karangan Prof. Dendy Sloan, Jr. dan juga applikasi di lapangan.

Siapa tahu berguna.

Share This