Select Page

Secara umum penggunaan Passive Fire Protection (PFP) sedapat mungkin dihindari, dan fokus sebaiknya lebih ditujukan pada sistem ‘depressurizing’ sedemikian hingga secara cepat dapat menurunkan tekanan dalam pipa/vessel dan efek dari kebakaran dapat ditekan.

Tanya – Kunto

Mungkin ada yang bisa bantu.

Apakah Passive Fire Protection (PFP) diperlukan untuk aset protection di sebuah wellhead platform (WHP) yang hanya berisi manifolds, oil wellheads dan test separator serta memiliki fasilitas gas lift pada pressure 1000psig dan gas injection well (satu sumur pada 2500psig) dan terhubungkan dengan bridge (50m) ke Central Production Platform (CPP) ????

Sesuai dengan sudy FERA (Fire Explosion and Risk Analysis), PFP tidak diperlukan untuk personal protection. Persentase penurunan PLL (Probability of Lost of Life) sangat kecil.

Mungkin ada yang bisa sharing dimana PFP diperlukan di sebuah WHP?

Terima kasih.

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

Kunto,

Secara umum penggunaan PFP sedapat mungkin dihindari, dan fokus sebaiknya lebih ditujukan pada sistem ‘depressurizing’ sedemikian hingga secara cepat dapat menurunkan tekanan dalam pipa/vessel dan efek dari kebakaran dapat ditekan.

Mengapa PFP perlu dihindari?

1. Menyebabkan korosi pada material yang dicover oleh PFP

2. Mengurangi beaya akibat inspeksi, pengetesan dan maintenance pada material yang tercover PFP

3. Menambah beban / berat yang ditopang platform

4. Menambah space/ tempat untuk instalasi PFP

5. Menambah beaya maintenance sistem PFP

6. Menambah beaya instalasi

Prinsip utama penerapan PFP adalah ‘memperpanjang waktu’ sedemikian hingga depressuring system ‘sempat’ menurunkan tekanan di bawah tingkat kritis atau hingga beban panas kritikal dari kebakaran terlampaui (baca: menghindari pecahnya pipa/vessel).

Secara umum bahaya yang paling nyata di suatu Wellhead Platform (WHP) adalah ‘Occupational Hazards’ misalnya jatuh, terpeleset dst (nilai IRPAnya (IRPA = Individual Risk per Annum) antara 1×10^-4 – 4×10^-4), Topside Events (kebakaran, kebocoran dsb) dan boat collision. Bahaya lain seperti blowout, structural failure, riser/pipeline, transportasi adalah kecil. Dan menurut saya semua bahaya ini masih dalam batas bisa diterima (baca konsep ALARP)

Secara umum tingkat kegagalan sistem PFP terbilang kecil (satu kejadian setiap 1.5 x 10^9 jam pengoperasian, sumber American Gas Association, AGA), jadi sebenarnya dapat diandalkan. Tentang perlu tidaknya yah terserah persepsi users masing-masing dalam memandang bahayanya, saya pribadi bisa menyatakan tidak diperlukan kecuali memang gas/oil yang anda kelola bertemperatur ekstrem (biasanya sih di atas 150 degF atau di bawah 40 degF) maka PFP sebagai personnel protection diperlukan.

Tapi musti diingat dalam konsep LOPA, pertahanan terbaik adalah layer-layer terdalam dalam konsep ‘kulit bawang’ LOPA yakni (Process Design, Basic Process Control System, Alarm and Operator Intervention, dan Safety instrumented System) jika 4 kulit terdalam sistem proteksi dalam konsep LOPA ini anda sudah jamin Resikonya di bawah ALARP, yah udah gak usah pasang PFP atau bahkan gak usah Relief Valve sekalian… hehehe.

semoga membantu,

Tanggapan 2 – rony krisnadhi

Mas DAM,

Saya kurang bisa menangkap kenapa PFP menyebabkan korosi pada material yang di cover PFP?

Mohon pencerahanya.

Tanggapan 3 – Crootth Crootth

Pertanyaan yang bagus Mas Ronny,

Yang dimaksud dengan aplikasi PFP yang sangat umum adalah atau pembetonan atau insulasi, dengan melakukan insulasi, maka efek dari kebakaran diharapkan dapat setidaknya ditunda,

1.kondisi lingkungan membuat bagian dalam insulasi ‘menangkap embun air (atau air embun yah EYD yang bagusnya?)’, akibatnya embun terjebak ini, maka proses korosi menjadi lebih cepat dari seharusnya… saya pernah ikut melihat suatu insulasi dibuka dan didalamnya ternyata terkandung embun yang sangat banyak, bahkan pada beberapa kasus, terdapat insulasi yang ditumbuhi lumut, rumput atau tanaman perdu kecil…tanaman ini tidak akan tumbbuh tanpa air bukan?

2. Penggunaan Deluge Water/Sprinkler menyebabkan bagian dalam lapisan insulasi ‘menyimpan air’ jika isolasinya kurang bagus, terlebih kadang deluge water ini tidak dimaintain dengan penambahan chemical, sehingga cukup korosif… atau dalam beberapa kasus saya pernah melihat penggunaan air laut sebagai deluge water… mencengangkan bukan? bkankah air garam itu korosif??

3, Beberapa jenis material insulasi secara natural adalah Hidrofil, mampu menyerap air….

Sebuah tangki penyimpan LNG yang telah berusia 20 tahun (mampu menyimpan 12580 bbl), pada tahun 70an pernah roboh dan mengakibatkan seorang meninggal, pada saat dilakukan hydrotest dengan mengisi tangki spherical ini ‘cuman’ 75%nya…
hasil investigasi mengungkap penggunaan fireproofing (deluge system) dengan air laut (garam) merusak lapisan beton (dan besi penyangganya) yang melapisi struktur logam penyangga tangki…investigasi mengungkap adanya korosi pada besi penyangga.

Tanggapan selengkapnya dari rangkuman diskusi ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This