Select Page

Di plant saya, gas turbine-nya mengalami vibrasi tinggi sampai 11 mm/s (alarm 12 mm/s). phenomenanya adalah sebagai berikut: 1. trend vibrasi konstan sewaktu base load. sewaktu base load, 90 MW vibrasi rendah sekitar 5 mm/s. 2. trend vibrasi naik sewaktu load turun. sewaktu part load, 60 MW vibrasi tinggi sekitar 11 mm/s. 3. trend vibvrasi di bearing generator mengikuti trend load. artinya load naik, vibrasi naik, load turun vibrasi turun.

Tanya – abetabet

Rekan-rekan yang terhormat,

saya Albet butuh bantuan rekan-rekan. Di plant saya, gas turbine-nya mengalami vibrasi tinggi sampai 11 mm/s (alarm 12 mm/s). phenomenanya adalah sebagai berikut:

1. trend vibrasi konstan sewaktu base load. sewaktu base load, 90 MW vibrasi rendah sekitar 5 mm/s.

2. trend vibrasi naik sewaktu load turun. sewaktu part load, 60 MW vibrasi tinggi sekitar 11 mm/s.

3. trend vibvrasi di bearing generator mengikuti trend load. artinya load naik, vibrasi naik, load turun vibrasi turun.

yang jadi pertanyaan adalah:

1. bukankah seharusnya trend vibrasi turun sewaktu load turun, dan vibrasi naik sewaktu load naik?

2. saya mohon bantuan rekan-rekan untuk bantuan analisanya, mengingat saya baru belajar masalah vibrasi.

sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – JONO

Pak Albet,

Pak bisa di kirimkan data-data (orbit, spectrum, phase) dari mesin Bapak. sekilas dari informasi yang Bapak berikan, ada gejala resonansi yang mendekati critical speed dari gas turbine Bapak. Coba bapak lakukan tracking analysis/run up ataupun coast down mesin Bapak. Ambil phase vs speed nya pak.

Bapak punya data analyser portable? Untuk CSI ataupun Microlog (dari SKF) ada fasilitas untuk melakukan itu. Juga kalau Bapak mau lakukan bump test untuk melihat natural frequency dari gas turbin Bapak. Ambil beberapa titik di turbine Bapak.

Mudah-mudahan membantu.

Tanggapan 2 – abetabet

Untuk menampilkan orbit, spectrum,dan data2 yg diperlukan untuk analisa tidak bisa. data2 vibrasi merupakan penunjukan di control room, yaitu nilai overall. kami memiliki alat zonicbook (semacam ADRE) namun untuk mengambil data, harus menggunakan sensor vibrasi external (bukan sensor yg terpasang). nah untuk memasang sensor tersebut mustahil dilakukan.
mungkinkan resonansi terjadi di gas turbine saya?, mengingat gas turbine naik maupun turun loadnya (MW) di putaran yang sama 3000rpm (50 HZ)

mohon penjelasan tentang tracking analysis/run up ataupun coast down.
terimakasih tanggapan emailnya, sungguh berguna untuk saya.

Tanggapan 3 – alfi azhari

Pak Albet, sebaiknya jgn berpatokan bahwa vibrasi naik saat load naik/turun saat load turun, krn bs tjd sebaliknya. sesuai saran Pak Jono, sebaiknya sertakan dat spektrum, orbit, fase. baik saat full speed no load, part load, ataupun full load.

Pak Jono, bukankah critical speed terlihat saat run up/down saja? klo naik/turun beban kan speed nya konstan? btw, bgm untuk melakukan bump test? apa dengan memukul casing turbine dengan palu yang cukup besar? CMIIW…

Tanggapan 4 – yoki vriandana

iya pak, mungkin bisa di cantumkan untuk spectrum, orbit, pengukuran phase….klo gitu kan ntar bisa share opini-nya lebih seru dan nambah ilmu. Hehehe.

Tanggapan 5 – ady hawis

Hallo pak Albert,

Bagaimana dengan pulsation dan emission NOXnya pada saat beban yang sama (khususnya saat 60MW), pada saat sekarang dibandingkan dengan sebelumnya? apakah ada kenaikan. Bila ada kenaikan berarti ada pembakaran yang tidak sempurna yang juga bisa menyebabkan kenaikan vibrasi di gas turbine. Pada saat 60 MW jumlah burner yang ON lebih sedikit dibandingkan pada saat 90 MW sehingga dengan jumlah burner yang lebih banyak pembakaran jadi lebih sempurna dan berakibat penurunan vibrasi di turbine. Bisa juga ada masalah (misalnya burner crack) di burner burner yang ON pada saat 60 MW.

Blade IGV dan khususnya blade Compressor yang kotor juga bisa mempengaruhi vibrasi turbine. Pembukaan IGV yang tidak sempurna, yang tidak sesuai dengan standard GT tersebut juga sangat mempengaruhi perbandingan kompressi udara dan bahan bakar untuk pembakaran yang selanjutnya bisa memyebabkan pembakaran yang tidak sempurna.

semoga membantu,

Tanggapan 6 – Sigit kumoro bekti

Pak Albert,

Bapak menggunakan gas turbine dengan manufaktur apa ya? dan kenaikan vibrasi terjadi pada sisi turbin atau kompressor?

Data sangat sederhana yang bapak sampaikan sebelumnya adalah:

Vibrasi pada 90 MW 5 mm/s sedangkan pada beban 60 MW, 11 mm/s. Bapak bisa bandingkan pada saat FSNL? apakah juga tinggi atau sama tinggi dengan 60 MW? bagaimana overall vibrasi vs speed? or at least bapak punya data spektrum akan lebih membantu.

jika Bapak berkenan share data tsb dalam forum ini akan sangat membantu.

Tanggapan 7 – abetabet

Pak Sigit

GT yang bermasalah adalah gas turbine General Electric MS9001E dengan kapasitas daya terpasang sebesar 107 MW, compressor 17 tingkat, turbin 3 tingkat, dan 14 buah combustion. GT ini dipakai untuk penggerak generator.Jenis sensor vibrasi yang digunakan adalah velocity tranducer yang dimounting pada casing bearing. Gas turbine generator mempunyai lima buah bearing dengan konfigurasi posisi sensor vibrasi pada
bearing satu memiliki dua buah sensor (BB1 dan BB2), bearing dua memiliki satu buah sensor (BB3), bearing tiga memiliki dua buah sensor (BB4 dan BB5), bearing empat memiliki dua buah sensor (BB11 dan BB12), dan bearing lima memiliki satu buah sensor (BB10). Gas turbine generator akan memunculkan alarm saat nilai vibrasi melebihi 12 mm/s dan akan terjadi trip jika nilai vibrasi melebihi 25 mm/s.

vibrasi tinggi pada bearing gas turbine, yaitu bearing 1(bearing sisi air inlet compressor) bearing 2 (bearing sisi combustion gas inlet) dan bearing 3 (bearing sisi diffuser GT). bearing 4 dan bearing 5 (kedua-duanya bearing yg menopang generator) tidak tinggi. vibrasi pada bearing 4 dan 5 mengikuti trend beban, yaitu beban naik vibrasi naik,beban turun vibrasi turun.
maaf pak kalo grafik vibrasi vs speed saya tidak punya. GT ini continous running lebih dari sebulan. waktu fsnl dan berbeban sewaktu start bulan februari, vibrasi tidak tinggi.

saya lampirkan trend vibrasi terhadap mw dan mvar. semoga bisa memperjelas masalah.

Tanggapan 8 – Sigit kumoro bekti

Hi Pak Abet,

Kalau hanya melihat overall vibration vs beban sepertinya masih sulit untuk mengidentifikasi permasalahan, at least bapak punya spektrum yang bisa bapak ambil pada posisi seperti absolute sensor yang mesin bapak punya yaitu pada casing brg untuk bearing no 2 dan 3 (bearing antara compressor-turbine dan bearing exhaust).

tambahan:

pada prinsipnya operasi gas turbine-generator adalah load demand/temp control. selama unit beroperasi pada load/power/freq controller maka signal process akan memberikan feedback ke controller untuk operate VIGV dan GCV. seperti yang disampaikan contributor lain dalam forum ini. So Bapak bisa melakukan research seputaran dua parameter yaitu GCV or VIGV position pada beban dibawah base load atau parameter operasi lainnya. mungkin saja VIGV position mesin bapak tidak mengikuti variasi load sehingga compressor beroperasi di area dekat dengan surge line or choke line. Sedangkan pada temp control mesin akan beroperasi pada base load sehingga GCV or VIGV akan set pada posisi yang disesuaikan controller (maksimum operasi).

Tanggapan 9 – abetabet

vibrasi pada bearing generator normal. vibrasi tinggi di bearing gas turbine..apakah mungkin vibrasi tinggi ini disebabkan pembukaan inlet guide vane (IGV) yang tidak sempurna? menurut info dari teknisi kalo IGV tidak normal, jadi analisanya adalah ketika beban tinggi (90 MW) IGV membuka lebar, namun ketika beban turun (60 MW) IGV tetap membuka lebar sehingga menyebabkan vibrasi di turbine. mohon koreksi dan bantuan analisanya?

Terimakasih

Tanggapan 10 – Sigit kumoro bekti

Hi Pak Albert,

mencoba membantu. apakah hanya pada bearing generator saja kah terjadinya vibrasi? kalau iya ada beberapa kemungkinan:

1. Faktor elektrik, biasanya ini dipengaruhi oleh eksitasi pada generator, mungkin perlu percobaan sih:

– Ambil vibrasi (spektrum, phase, dll) pada waktu eksitasi belum masuk dan sesudahnya, jika terjadi kenaikan vibrasi signifikan (biasanya memang naik tapi kecil) setelah eksitasi masuk kemungkinan bisa jadi ada pengaruh eksitasi pada shaft generator bapak sehingga terjadi vibrasi, dulu pengalaman saya setelah eksitasi masuk arah aksial tinggi sekali fenomena yang terjadi adalah rotor generator mengalami gaya magnetik pada center of generator sehingga selalu menarik shaft arah aksial, perbaikannya adalah reposition generator. atau terjadi unbalance load pada generator akibat eksitasi. kalau ini sih banyak pemeriksaannya. biasanya pada 1xRPM atau 2xLine Freq.

– Pengalaman 2 adalah permasalahan retaining ring generator yang mengalami crack, kejadiannya sama juga pada saat eksitasi sudah On, mengalami vibrasi tinggi pada 1xRPM arah radial.

Pada umumnya bapak bisa ambil data awal pada waktu eksitasi off dan eksitasi on… karena generator adalah mesin mekanik-elektrik sehingga pada saat berbeban permasalahan elektrik justru banyak berpengaruh dari pada mekaniknya…

Data yang belum bapak sampaikan pada forum ini adalah vibrasi arah mana yang mengalami kenaikan (data vibrasi) dan alat analisa vibrasi (spektrum, bode, dll).

Semoga membantu.

Tanggapan 11 – asliBeno

Menambahkan..

Bisa juga terjadi short turn to turn pada belitan rotor generator.
Indikasi yg terjadi sama yaitu jika beban naik, vibrasi naik cenderung arah radial.

Utk mengetahuinya apakah hal tersebut yg terjadi lakukan RSO bisa saat online jika tipe eksitasi slip ring.
Jika tipe PMG harus outage.

Share This