Development gas Greater Sunrise, Woodside Petroleum Ltd. dalam joint petroleum development area (JPDA) di Timor Sea akan menggunakan fasilitas floating LNG (FLNG) sebagai option yang lebih disuka.

Penulis : Rick Wilkinson

Development gas Greater Sunrise, Woodside Petroleum Ltd. dalam joint petroleum development area (JPDA) di Timor Sea akan menggunakan fasilitas floating LNG (FLNG) sebagai option yang lebih disuka.

Woodside Chief Executive Don Voelte mengatakan, “ mengikuti perluasan dan rigorous commercial serta technical evaluation dari berbagai option pengembangan yang ada, termasuk fasilitas onshore di Darwin dan Timor Leste, fasilitas pemrosesan tebaik yang memenuhi kunci syarat pengembangan yang diuraikan dari perjanjian unitization international.”

Voelte mengatakan seleksi FLNG diharapkan akan menghasilkan hasil petroleum jangka panjang dan juga menyediakan broad range dari social investment, employment, dan training opportunities bagi Timor Leste.

Perjanjian, ditandatangani oleh Timor Leste dan Australia pada February 2007, yang menghendaki Greater Sunrise akan dikembangkan “dengan commercial advantage terbaik yang sesuai dengan praktek lahan minyak yang baik,”

Woodside mengatakan FLNG sebelumnya berencana akan memasukkan sebuah kapal yang sanggup memproduksi 4 juta ton/tahun LNG bersama dengan kondesat melalui tahap pengembangan yang dimulai dengan tujuh sumur produksi subsea pertama.

Lahan Greater Sunrise (Sunrise, Troubadour, and Sunshine) terletak di 450 km barat laut dari Darwin dan mengandung total kira-kira 5.1 tcf gas dan 226 juta bbl kondensat.

Keputusan terakhir dalam pengembangan tidak diharapkan sampai 2012. LNG pertama kemudian akan dijadwalkan selama 2016.

Partner JV Sunrise adalah Woodside 33.4%, ConocoPhillips 30%, Royal Dutch Shell PLC 26.6%, dan Osaka Gas Co. Ltd. 10%.

Sumber: www.ogj.com