Pipa Fiber Glass biasa disebut Fiber Reinforced Pipa (FRP) dapat juga digunakan untuk Oil & Gas yang ukurannya mulai dari 1-1/2” samapai 24” yang dapat menahan tekanan mulai dari 225 psi hingga 4000 psi tergantung dari ukuran dan temperature sampai dengan 104 C. Keuntungannya tentunya produk ini dapat digunakan untuk menyalurkan fluida yang bersifat sangat corrosive, contohnya biasa ditemukan pada oil recovery activities. Dimana pada aplikasi ini, high pressure FRP injection line menyalurkan material yang bersifat corrosive dari oil’s field central gathering station ke injection wells.

Tanya – muhamad syafrudin

Mau sharing aja, kalau ada yang tau lembaga tempat training tentang proses pembuataan,penyambungan pipa fiberglass (standasr API 15HR) High pressure line pipe >500psi and low pressure line pipe<500psi. bisa juga contact personnya sekalian ya..

Tanggapan 1 – rio.hendiga@akersolutions

Kebetulan ini ada yang nanya tentang pipa Fiber, namun sebelumnya saya mau nanya tentang aplikasi high pressure pada pipe Fiber itu contohnya seperti di mana ya( sekalian berapa Psi maxnya) ? dan kelebihannya apa dibandingkan material yang lain .

Karena ada beberapa shipyard di Batam sedang memperbaiki kapal dengan beberapa pipa spesifikasinya memakai Fiber glass, dan banyak ditemukan kebocoran terutama di bagian flange conectionnya saat hidrotest ( sayang saya kurang tahu mengenai seberapa besar pressure yang digunakan). Hal ini menjadikan pertanyaan untuk saya tentang seberapa efisienkan memakai pipa fiberglass untuk high pressure condition.

Tanggapan 2 – novembri nov

Silahkan Hubungi :

OffSHore Technology Institute di Batam

website :

www.batamtraining.com

Tanggapan 3 – Shidqi Farros

Btw, training ini ada certifikasinya nggak, kayak API 570 gitu…

Tanggapan 4 – azizar lawer

Pak Farros,

Maaf, sedikit menambahkan mengenai API 570.

API 570 dapat certificate dari API kalau sudah lulus ujian. Ujian nya sendiri di arrange langsung oleh API. Kalau lulus ujian maka certified lah si peserta sebagai Authorize Piping Inspector API-570.

Kalau cuma kursus dapat certificate nya dari lembaga kursus yang bersangkutan. Kursus nya sendiri memang menitik beratkan ke bagaimana supaya si peserta bisa lulus ujian tapi kalau kita cermati lagi sebetul nya materi yang disampaikan di dalam kursus tidak hanya membahas bagaimana supaya lulus ujian tapi juga menambah pengetahuan bagaimana menjadi seorang piping inspector yang berwawasan.

Tanggapan 5 – okto

Setahu saya kl kita beli piping (FRP / GRE), bisa mendapatkan training session dari principal / vendor (bisa gratis atau bayar tergantung kondisi PO).
Materi training mulai dari teori, proses manufacturing dan praktek (dalam group 4-5 orang satu group). Training ini ada certifikat-nya dari vendor.

Barangkali bisa menghubungi salah satu vendor FRP yg ada beberapa perwakilannya di Indonesia untuk diikutsertakan apabila ada session traning ini.

Tanggapan 6 – Arbie

Betul ini Pak,

Setahu saya Vendor memberikan sesi pelatihan&orang2nya pun jangan salah pilih mana yang akan mengikuti Training tsb ( kebanyakan Fitter sedikit Supervisor/QC ) alat alat penunjangnya pun seperti alat potong berbagai ukuran Vendor yg menyediakan termasuk Vendor recommended peralatan PPE saat pekerjaan berlangsung ( biasanya yang beda cuma Goggle&Handglove) yg lainnya sama..lalu seingat saya kenapa harus training terutama Fitter karena material ini tidak bisa direpair alias Salah buang ( CMIIW ).

Tanggapan 7 – Triez trisworo99

Wah saya baru denger klo di batam ada ‘OffSHore Technology Institute’. Klo boleh tahu sejak kapan,mas?apa ini suatu institute yang hanya berkecimpung khusus teknologi Offshore?Dalam artian semua jurusan yang ada di dalamnya untuk semua disiplin diarahkan ke offshore technology. Di bayangan saya di ITB dan ITS ada teknik kelautan/perkapalan semisal.Apa kurikulumnya mirip seperti itu? Karena klo Teknik kelautan lebih mengarah ke Civil struktural offshore. Klo di bilang Offshore Technology Institute tentunya sudah kompleks dan spesifik.
Klo boleh di sahring,hanya sekedar ingin tahu. Maaf sebelumnya klo kurang wawasan saya.Maklum belum tahu banyak tentang batam 🙁

Tanggapan 8 – riksha lenggana

Mas Triez,

Pak Novembri, maaf saya mendahului bapak.
OTI itu lebih ke Lembaga Kejuruan (Vocational School), bukan universitas.
Sama seperti Gamma Buana Persada, IKBAL M YOS, dlsd yg menyelenggarakan kursus di bidang yg lebih spesifik.
seperti WI, Piping Engineer, NDT, dll.

Para pengajarnya pun adalah para praktisi yg sangat berpengalaman di bidang kemaritiman, Offshore, Shipyard & O&G.

Tanggapan 9 – Adhi Fadilah

Sedikit berbagi pengalaman nih… rekan-rekan milis.. :-).

Pipa Fiberglass biasa disebut Fiber Reinforced Pipe (FRP) dapat juga digunakan untuk Oil & Gas yang ukurannya mulai dari 1-1/2′ sampai 24′ yang dapat menahan tekanan mulai dari 225 psi hingga 4000 psi tergantung dari ukuran dan temperatur sampai dengan 104 C.

Keuntungannya tentunya produk ini dapat digunakan untuk menyalurkan fluida yang bersifat sangat corrosive, contohnya biasa ditemukan pada oil recovery activities. Dimana pada aplikasi ini, high pressure FRP injection line menyalurkan material yang bersifat corrosive dari oil’s field central gathering station ke injection wells.

Aplikasi:

1. Flow atau Injection Lines

2. Transfer atau Disposal Lines

3. Tanks, Battery Piping, Fire Water Lines

4. Oil, Natural Gas, Saltwater, High Pressure CO2 dan H2S

Keuntungan:

Tahan korosi yang disebabkan oleh CO2, H2S, dan Air Asin.

Tidak memerlukan ‘protective coating’.

Tanggapan 10 – Frank

Sedikit Berbagi Pengalaman untuk FRP:

Di jaman Stanvac dan masuk ke peralihan Medco, FRP sudah dipakai diwilayah kerja Pendopo, untuk menyalurkan minyak2 dari sumur. Hampir semua sumur saat itu mempergunakan pipa2 seperti ini, kelemahannya, sering dipotong oleh masyarakat dan dicuri untuk keperluan rumah tangga. Sering terjadi kebocoran karena digergaji oleh orang2 kampung. Sekarang, Medco beralih lagi ke pipa2 standar carbon steel. Demikian sekilas info.

Tanggapan 11 – riksha lenggana

Pak Frank,

Betul kata bapak.

Dulu saya sering di ajak oleh Alm. Kakek saya untuk mengecek kebocoran pipa FRP di Stanvac Pendopo.

Karena beliau karyawan & saya hanya anak SD, jd gak boleh masuk.
Walau hanya bisa lihat dari jauh & dengar cerita beliau, kebocoran tsb sering terjadi karena byk pipa yg di potong ‘oknum’ masyarakat.

Cerita beliau juga, pipa FRP sangat baik untuk menangani korosi & low maintenance cost (maaf,saya kurang mengerti dari sisi sebelah mana low cost-nya).
tapi buruknya, tidak hanya Stanfac yg suka dengan FRP. tetapi ‘oknum’ masyarakat juga suka ^_^.
Juga dari sisi durability, FRP tidak tahan dengan benturan keras / apalagi dengan benda tajam.

Tanggapan 12 – Admin Migas

Saya suka memperhatikan pekerja memasang pipa GRP di lapangan.
Memang berbeda sekali cara pemasangannya dengan pipa carbon steel.
Selama mengikuti kaidah keteknikan yang baik, seharusnya sih tidak terjadi kebocoran.
Saya sudah upload 6 dokumen mengenai GRP.
Silahkan kalau ada rekan-rekan yang ingin menambahkan koleksi folder ini.

http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=347&Itemid=42

1. Design and Installation of Glass-Fibre Reinforced Epoxy and Polyester Piping

2. Fiberstrong Aboveground Pipe System – Selection & Installation Guide

3. Fiberstrong Installation Guide for Underground Pipe System

4. Requirements for Glass-Fibre Reinforced Epoxy and Polyester Pipes and Fittings

5. Wavistrong Epoxy Pipe Systems – Installation Manual

6. Wavistrong Epoxy Pipe Systems – Installation of Underground Pipe Systems

Tanggapan 13 – okto

sharing dari apa yg saya tahu untuk offshore application, kayaknya byk dipilih karena ringan dan relatif lebih murah.

pressure pressure rating maksimum untuk size besar bs 16 psi, size small bore ada yg sampai 32 psi. Sedangkan minimum bs full vacuum.
Disain dan kakulasi mengacu ke standard API 15 (LR/HR), ABS dan IMO (salah satunya IMO resolution A 753 Guidelines for te application of plastic pipes on ships, International Maritime Organization).

dari sisi disain berbeda dengan piping metal, FRP bersifat anisotropis sehingga mempertimbangkan : internal pressure, external pressure, axial strength, bending strength, buckling, bi-axial, environment, impact, hydraulic, stress analysis, fire endurance, flame spread dan electrical conductivity (untuk disain lokasi support akan lebih akurat bila manufacture memberikan data2 pipanya dengan lengkap dan detail atau bila mau gampang bisa minta dikalkulasi sekalian, kita tinggal kasih isometrik-nya saja).

dari sisi instalasi yang perlu diwaspadai adalah sewaktu memasang support, pipe connection (kasus bocor pada connection memang sering terjadi), instalasi penetrasi FRP piping dan fire protectionnya (jika ada).

Tanggapan 14 – rio.hendiga@akersolutions

I see,..

Kalau memang max presure test 4000psi, pemikiran saya, apakah tidak memungkinkan untuk dilakukan leak test saja ( pneumatic ) dibandingkan dengan hydrotest yang memakan waktu yang lebih lama. Apakah ada standart khusus mengenai testing pada pipa ini, maaf saya memang kurang familiar dengan jenis pipa ini ( karena memang tidak tersedia di tempat kerja saya ), mohon rekan2 sekalian bisa share pengalaman tentang prosedur test untuk pipa jenis ini. Atau mungkin juga bisa share mengenai incident / accident di area pipa jenis ini saat testing.

Untuk share pengalamannya saya ucapkan terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 15 – Adhi Fadilah

Mas Rio,

Coba dikunjungi: www.starfiberglass.com

Kemudian data yang dicari kemungkinan ada di dokumen ‘Installation and Application Practices’.