Select Page

Martensite bersifat magnetic. Proses terbentuknya martensite sendiri adalah melalui mekanisme geser (shear mechanism) dan bukan melalui proses difusi. Sehinggga, bila terbentuk martensite, pasti akan terjadi distorsi pada susunan kristalnya. Sehingga salah satu teknik yang umum digunakan di laboratorium selain metalografi adalah dengan x-ray diffraction. Konsekuensi dari distorsi kisi yang terjadi mengakibatkan residual stress yang tinggi, sehingga pendekatan melalui pengukuran residual stress juga bisa digunakan untuk mendeteksi adanya martensite (bapak bisa googling metode pengukuran residual stress ini).

Tanya – Fachry

Bapak-2 mohon masukan bagaimana kita mengukur martensite content dari suatu logam austenitic steel?

alat/metoda apa yang bisa digunakan?

Terimakasih.

Tanggapan 1 – okto

Pak,

sewaktu baca2 spec duplex ada ketentuan persentase feritic content-nya dan merujuk pada ASME E 562, metodanya analisa mikro dgn point grid. semoga bisa menbantu berikut judul dan petikannya:

Standard Test Method for Determining Volume Fraction by Systematic Manual Point Count

1.1 This test method describes a systematic manual point counting procedure for statistically estimating the volume fraction of an identifiable constituent or phase from sections through the microstructure by means of a point grid.

Tanggapan 2 – sutrisno MM

pak Fachry,

Martensite atau ferrite content pada austenitic stainless steel ??

Tanggapan 3 – Fachry

saya perlu mengetahui martensite contentnya pak.
apakah ada alat portable untuk mengukurnya ya? jadi tidak harus analisa struktur mikro.

Tanggapan 4 – Harlion Bahar

ada, dulu tahun 1984 saya pernah mengukur ferrite content pada pipa 16′ stainless steel type 304 L di loading arm kilang lng pt. arun dan sekali pernah di kilang lng pt. badak dengan alat portable, namanya ferritescope. rasanya bisa mengukur martensite juga dengan merubah selector pada alat tsb,
coba browse ..apakah alat ini masih ada dijual.

Tanggapan 5 – Fachry

nama alatnya ferritescope (ferrite) tapi alat ini apakah bisa juga mengukur martensite content?

Tanggapan 6 – DIAN SUNANDAR

Dear Pak Fachry,

Saya menemukan artikel yang membahas membedakan martensit dengan ferrit.

Differentiating Ferrite and Martensite in Steel Microstructures Using Electron Backscatter Diffraction

This work explores different EBSD image quality based approaches for automated differentiation of martensite from ferrite.

artikel ini dapat diunduh di ftp://ftp.asm-intl.org/pub/MS&T09_AIST_PDFs/PDFs_toAIST/26364.pdf

Conclusion

Both the grain average image quality and kernel average image quality metrics provide an improvement in accurately differentiating ferrite and martensite compared to methods based on the image quality of individual scan points. The kernel method provides the best differentiation and minimizes the number of errors relative to manual determination. It should also be emphasize that careful selection of EBSD pattern acquisition parameters is also important in achieving reliable results.

Tanggapan 7 – Fachry

nama alatnya ferritescope (ferrite) tapi alat ini apakah bisa juga mengukur martensite content?

Tanggapan 8 – farabirazy albiruni

Dear Pak Fachry,

Bisa dijelaskan kasus yang dihadapi seperti apa?

Mengukur martensite pada austenitic stainless steel memang tidak mudah dibandingkan mengukur kadar ferrite yang bisa dilakukan oleh alat ferritscope seperti yang dijelaskan Pak Harlion. Masalah utamanya terletak pada asal usul martensite yang merupakan fasa transformasi metastabil yang berasal dari austenite.

Mungkin kalau dijelaskan kasusnya secara detail bisa kita cari teknik yang terbaik untuk solve masalah ini..

Tanggapan 9 – farabirazy albiruni

Dear Pak Fachry,

Saya coba share sedikit, mudah2an bisa membantu.

Sebelum Pak Fachry memutuskan untuk melakukan asessessment ini apakah Pak Fachry sudah melakukan review dari proses pekerjaan dari Loading Arm ini sebelumnya? Misal, kecenderungan terbentuknya martensite sangat dipengaruhi oleh proses yang melibatkan temperatur tinggi dan pendinginan yang cepat atau ada gradien komposisi seperti pada pengelasan dissimilar weld antara high alloy steel dengan low alloy steel/carbon steel umpamanya. Untuk itu Pak Fachry pasti harus merefer diagram Schaeffler untuk memprediksi berapa persen martensite yang terbentuk pada struktur bapak. Mudah2an sudah ya Pak.

Nah bicara mengenai martensite, martensite memang bersifat magnetic. Proses terbentuknya martensite sendiri adalah melalui mekanisme geser (shear mechanism) dan bukan melalui proses difusi. Sehinggga, bila terbentuk martensite, pasti akan terjadi distorsi pada susunan kristalnya. Sehingga salah satu teknik yang umum digunakan di laboratorium selain metalografi adalah dengan x-ray diffraction. Konsekuensi dari distorsi kisi yang terjadi mengakibatkan residual stress yang tinggi, sehingga pendekatan melalui pengukuran residual stress juga bisa digunakan untuk mendeteksi adanya martensite (bapak bisa googling metode pengukuran residual stress ini).

Nah lalu bagaimana cara yang efesien untuk mengukur kadar martensite secara kuantitatif yang bisa dilakukan di field?

Saya bisa menyarankan 3 pendekatan simultan.

1. Melakukan uji induksi elektromagnetic sebagai scan global seperti menggunakan alat ferritscope ato eddy current.

2. Setelah di deteksi area yang memiliki indikasi positif dari ferritscope sebelumnya, lakukan pengukuran hardness dengan portable hardness tester. Dari sini bapak bisa membedakan apakah indikasi magnetic itu adalah ferrite ato martensite.

3. Field metalografi untuk mengkonfirmasi hasil no. 2.

Sebenernya ada metode lain yang bisa digunakan yaitu indirect menthod dengan ultrasonic. Tapi sebelum bapak melakukan pengujian di lapangan dengan UT, bapak harus buat sampel dengan material yang sama dan mengandung prosentase perbedaan komposisi martensite yang berbeda. Pendekatan ini adalah pendekatan pengukuran stiffness yang berkorelasi langsung dengan perubahan velocity UT di material. Saya sarankan menggunakan shear wave transducer agar perbedaan yang terjadi lebih besar dibandingkan menggunakan long wave transducer.

itu aja yang bisa saya share Pak. Mudah2an bisa membantu..

monggo temen2 yang laen yang punya ide lebih baik untuk memberikan sarannya..

Tanggapan 10 – Iwan Husdiantama

Dear Pak Fachry, saya tugas akhir berhubungan dengan martensit. Ada besi cor yang saat pembuatannya sudah terbentuk martensit.

Nama materialnya: Ni-Hard. (www.nidi.org).

Martensit juga kadang terbentuk jika ada besi cor/baja yang mengandung austenit diberi impak/beban tiba-tiba (impact).

Tanggapan 11 – farabirazy albiruni

Dear Pak Fachry,

Bisa dijelaskan kasus yang dihadapi seperti apa?

Mengukur martensite pada austenitic stainless steel memang tidak mudah dibandingkan mengukur kadar ferrite yang bisa dilakukan oleh alat ferritscope seperti yang dijelaskan Pak Harlion. Masalah utamanya terletak pada asal usul martensite yang merupakan fasa transformasi metastabil yang berasal dari austenite.

Mungkin kalau dijelaskan kasusnya secara detail bisa kita cari teknik yang terbaik untuk solve masalah ini..

Share This