Select Page

Vibrasi sangat berpengaruh terhadap looseness dan kegagalan fatik pada baut. Yang bisa dilakukan selain memasang peredam pada interface baut dengan struktur juga mencari sumber vibrasi dan kalau bisa menurunkan tingkat vibrasi pada sumber vibrasi ataua dengan cara mensplit sehingga seluruh baut menerima tingkat vibrasi yang sama. Anda bias merujuk ke diagram S-N untuk material baut tersebut berapa besar derajat vibrasi yang masih aman untuk baut yang anda gunakan. Kalau ternyata tingkat vibrasinya masih tinggi.

Tanya – Badaruddin

Dear Milist,

Mohon Pencerahan, seberapa besar pengaruh vibration pada suatu struktur baja, yang mengunakan sambungan baut?, apakah ada kemungkinan baut yang digunakan akan kembali mengendor akibat getaran yang diberikan secara terus menerus…

Tanggapan 1 – Amin

Nyumbang :

Vibrasi dan Struktur Frame (Rangka Baja) dengan sambungan baut sangat berpengaruh erat. Gerakan Vibrasi yang berulang-ulang secara periodic memang dapat mengendurkannya. Tapi ada beberapa alternative untuk mengurangi kekenduran tersebut :

1. Pemasangan double Mur

2. Pelapisan Karet pada Baut tersebut.

Terima kasih.

Tanggapan 2 – farabirazy albiruni

Pak Badar,

Vibrasi sangat berpengaruh terhadap looseness dan kegagalan fatik pada baut. Yang bisa dilakukan selain memasang peredam pada interface baut dengan struktur juga mencari sumber vibrasi dan kalau bisa menurunkan tingkat vibrasi pada sumber vibrasi ataua dengan cara mensplit sehingga seluruh baut menerima tingkat vibrasi yang sama. Anda bias merujuk ke diagram S-N untuk material baut tersebut berapa besar derajat vibrasi yang masih aman untuk baut yang anda gunakan. Kalau ternyata tingkat vibrasinya masih tinggi dan berada di atas garis ‘aman’ pada kurva S-N untuk material baut tersebut, ya sebaiknya bapak lakukan improvement dengan menggunakan material yang memiliki kekuatan fatik lebih tinggi dibandingkan dengan material baut existing yang bapak gunakan saat ini.

Tanggapan 3 – Tecky Surawijaya

Pak Badar dan Pak Abhie,

Sedikit menambahkan, kbautnya sudah di-pretension @ minimum of 70% tensile strength (berdasarkan RCSC requirements for slip-critical/direct tension connection), biasanya fatigue nggak jadi masalah. Stress pada baut akan kurang lebih konstan, yang berfluktuasi adalah contact stress antara kedua permukaan yang dibaut.

RCSC website:

http://www.boltcouncil.org

Tanggapan 4 – Sketska Naratama

Saran saya begini,

Jika memang main problemnya pada Vibration, mengapa tidak dicari penyebab vibrasinya?

Alat vibration analyser amat berguna utk menganalisa vibrasi pada rotating equipment.

Setelah itu, baru ditentukan perihal bautnya. How many cost and how many time yang diperlukan jika kita fokus kepada bautnya? Yang padahal (usually) vibration adalah penyebab terbesar.

Seperti kita tahu bersama, spektrum vibrasi dapat membaca looseness pada equipment tersebut.

Tanggapan 5 – aang

bisakah desain baut tersebut menggunakan pseudostatic?

Tanggapan 6 – Badaruddin

Trimakasih atas saran dan masuknannya,

Mungkin bisa dijelaskan bagaimana mekanisme impact vibration terhadap kerja baut…, sebab kasusnya berupa mesin yang akan diletakan diatas sebuah struktur berupa portal atau frame yang biasanya frame atau portal tersebut terbuat dari struktur beton, akan tetapi kali ini didesain menggunakan struktur baja.

Secara umum struktur dinamic analisis terhadap dimensi atau kekakuan struktur sudah aman, (dilakukan dengan pemodelan menggunanakan finite element software, seperti sap2000), tetapi saya belum paham, tinjauan lebih detail terhadap connection jointnya yang direncanakan akan menggunakan sambungan baut and weld..

Tanggapan 7 – Zainal Abidin

Pak Badaruddin Yth,

Pak, apakah benar beban yang bekerja berupa beban kejut, karena setahu saya mesin rotasi maupun bolak balik akan menghasilkan getaran yang bersifat periodik.

Bila getaran yang terjadi berupa sinyal yang mengandung satu atau beberapa frekuensi periodik, seperti yang umum dijumpai pada mesin rotasi, maka baut sebaiknya diletakkan pada node (simpul) dari mode shape yang berdekatan dengan frekuensi eksitasi. Bila baut diletakkan pada puncak dari mode shape, maka kemungkinan besar kekendoran akan terjadi dengan cepat. Untuk mesin bolak-balik, yang memiliki komponen frekuensi yang lebih banyak dibandingkan dengan mesin rotasi, penempatan ini menjadi lebih sulit.

Bila getaran tersebut berupa beban kejut maka masalahnya menjadi rumit karena beban kejut mengandung sinyal dengan frekuensi yang lebar (wide band). Akibatnya sinyal semacam ini dapat mengeksitasi modus getar yang manapun, sehingga dimanapun baut ditempatkan, maka ia rentan terhadap getaran (kelonggaran, fatique). Jadi saya fikir mengisolasi baut dari sumber getaran adalah langkah yang baik. Langkah pencegahan lain adalah dengan memasang counter mur, ring pegas, memberikan prestress seperti pada jawaban rekan2 yang lalu, atau memperbesar panjang baut (metode ini diterapkan pada struktur lepas pantai oleh salah satu perusahaan minyak di Ind).

Saya berpendapat (maaf belum dikaji) bahwa bila kekakuan baut jauh lebih besar dari kekakuan struktur yang dihubungkannya dan kekencangan baut lebih dari suatu nilai tertentu, maka dinamika sambungan baut dapat dimodelkan sebagai ‘las’. Namun bila kekakuan baut jauh lebih kecil dari kekakuan struktur maka dinamika baut tidak dapat dimodelkan sebagai lasan, tetapi harus dimodelkan sebagai pegas. Seiring dengan bertambahnya kekendoran baut, redaman yang terjadi akan meningkat. Hal ini karena sebagian energi getaran akan diubah menjadi panas di sekitar baut. Bila kekendoran baut bertambah sehingga maka semakin banyak komponen- komponen sinyal yang muncul. Bila kekendoran sedemikian besar sehingga ‘oplak’ terjadi, maka getaran yang terjadi bersifat tak linier, karena terjadi benturan antar komponen pada struktur. Disini, saya setuju, bawa getaran yang terjadi bersifat impulsif.

Isolasi getaran antara mesin dan struktur, baik menggunakan karet ataupun pegas baja, selain bertindak untuk memperkecil getaran juga bertindak sebagai filter. Oleh karena itu, kandungan frekuensi dari getaran yang terjadi pada struktur lebih sempit (kandungan frekuensinya) dibandingkan getaran yang terjadi pada mesin.

Semoga bermanfaat,

Share This