Bidang kerja saya terkait dengan perancangan trailer untuk keperluan logging dan loading alat berat.. Untuk menyakinkan meyakinkan atasan saya, bahwa trailer tersebut sudah kuat secara struktur (chassiss, axle dsb) saya memerlukan tampilan secara visual (simulasi + analis kekuatan struktur) ketika trailer tersebut dibebani..
Setahu saya memang sudah ada SAP 2000, NASTRAN, ANSIS & FEA..Tapi apakah semua program tersebut juga bisa untuk simulasi keadaan seperti trailer berbelok, trailer melewati tanjakan, trailer satu axle-nya masuk lubang, trailer dalam kondisi pengereman dsb.

Tanya – rio bm

Selamat Siang Bapak / Ibu..

Mohon pencerahan-nya.. Bidang kerja saya terkait dengan perancangan trailer untuk keperluan logging dan loading alat berat.. Untuk menyakinkan meyakinkan atasan saya, bahwa trailer tersebut sudah kuat secara struktur (chassiss, axle dsb) saya memerlukan tampilan secara visual (simulasi + analis kekuatan struktur) ketika trailer tersebut dibebani..
Setahu saya memang sudah ada SAP 2000, NASTRAN, ANSIS & FEA..Tapi apakah semua program tersebut juga bisa untuk simulasi keadaan seperti trailer berbelok, trailer melewati tanjakan, trailer satu axle-nya masuk lubang, trailer dalam kondisi pengereman dsb.
Untuk di Jakarta dimana tempat training program tersebut yang certified.

Tanggapan 1 – Ilham B Santoso

Salam P Rio,

Setahu saya (CMIIW) segala software pemodelan Finite Element Hingga (FEM) hanyalah alat bantu (tool) yang kemampuannya sangat tergantung dari user, jadi jangan sampai kita berharap bahwa tool tersebut bisa secara ‘sim salabim’ menjawab kebutuhan kita. Untuk kasus kali FEM, saya bisa ceritakan secara singkat bagaimana kita bisa menggunakan tool tesebut untuk kebutuhan kita.

Aplikasi FEM dimulai dari pembuatan model dari benda real yang akan kita analisis, biasanya adalah part per part dari sistem yang komplek. Pembuatan model ini meliputi dimensional, sifat fisik material, termasuk jug penyederhanaan jenis sambungan (lasan, baut, dll), dll. Setelah model dibuat dan cukup mewakili kondisi realnya, maka baru dapat dilakukan analisis. Dalam kasus untuk mengetahui kekuatan sistem terhadap berbagai kondisi pembebanan maka kita harus memodelkan beban yang akan dialami oleh sistem akibat suatu kondisi tertentu.
Misalnya saja saat berbelok dengan kemiringan dan kecepatan tertentu maka pada sistem akan mengalami gaya akibat gaya sentrifugal, dan beban akibat pereseran titik massa benda ke arah centre dari belokan, dan lain-lain. Jadi setiap kondisi harus disusun satu persatu model beban, arah beban dan titik tangkap beban terhadap sistem.
Kemudian setelah itu dapat disimulasikan untuk melihat efek beban terhadap model sistem.

Tentu saja tingkat kesahihan (validity) hasil analisis software akan sangat bergantung dari bagaimana kita memodelkan beban dari kondisi beban yang sebenarnya dialami sistem.

Untuk pelatihan finite elemen di Jakarta, saya kurang faham tapi kalau di Bandung bisa dihubungi pak Prastowo di 022 2502822 (PT Sarana Ahli Sejati).

Semoga membantu.