Electrode selection dilihat dari aspek selain Logam yang akan di las dan jenis proses pengelasan adalah bagaimana mudah dan sulitnya treatment handling dari Electrode yang akan kita pilih, weld deposition ratenya, kemampuan electrode dalam aplikasi pengelasan. seperti handling dari type electrode Low Hydrogen akan lebih sulit dengan High Celulose Electrode yang tidak membutuhkan dilakukan Oven Dryed diatas 350 oC , kemudian kemampuan electrode untuk dipakai dalam mengelas pada semua posisi pengelasan. pilihlah type electrode jenis misal E 7010 (1 adalah untuk code all position dll). Deposition rate dari jenis electrode tersebut misal E7010 dari merek A belum tentu sama deposition rate nya dengan E7010 merek kawat las B, hal ini disebabkan oleh stabilitas busur dari jenis electrode yang dihasilkan dari manufacturer kawat las akan berbeda-beda ada yang banyak spater dan ada yang tidak sehingga ada weld depositnya bagus ada yang tidak hal tersebut berhubungan dengan formulasi dari Flux-nya.

Tanya – rio bm

Saya ada beberapa pertanyaan (maklum Pak, masih Junior).

1. Apa yang menjadi dasar pemilihan Welding Electrode (WE) dalam setiap pekerjaan fabrikasi.. Selain jenis logam yang akan di-weld dan jenis pengelasan yang digunakan tentunya..

2. Bagaimana mengetahui tanda-tanda WE yang baik.. Jenis test apa saja yang perlu saya lakukan..

3. Bagaimana mengetahui kekuatan sambungan yang dilas. Memang dari WE itu sendiri bisa diketahui Tensile Stress-nya. Tapi bagaimana kalau bagian yang dilas itu juga mengalami Beban Transversal, Beban Puntir (Twist) dan Beban Tarik (Contohnya pada chassis kendaraan Pak)..

4. Bagaimana menentukan pola lasan Pak.. Apakah las penuh atau intermitten.. Dan tebal fillet lasan..

5. Bagaimana mengetahui kualitas lasan melalui inspeksi visual..

6. Jenis logam apa saja yang bisa di Pre-Heat atau di PWHT Pak..

Maaf pertanyaannya agak sederhana Pak.. Maklum masih Junior..

Tanggapan 1 – Jimmy OC.

Pak Rio,

Saya jg msh junior spt bapak,sebelumnya mohon maklum apabila blm bias memberi info yg lengkap.

Berdasarkan pengalaman saya selama supply welding electrode khususnya di special alloy eg.: Nickel alloy, titanium and Aluminum bronze, kami seringkali dihadapkan kpd material2 yg exotic. Namun yg dpt mjd pedoman :

1. Ketahui dahulu chemical comp dr material yang akan dilas. Cocokkan dgn chemical composition TIG filler rod/welding electrode (biasanya berdasarkan range kimia yg persis / mendekati, sebaiknya jgn downgrade).

2. Tanda2 electrode yg baik ini banyak aspeknya pak, salah satunya ketika dilas. Kalau electrode / filler rod yg bagus, wasted yg terbuang sangat minim dan sebaiknya cari electrode rutile coating (electrode ini tidak mudah menyerap air dan mudah dalam penyimpanannya). Pengetesan biasanya test mekanikal dan radiography. Utk test ini bias ditanyakan lebih jelas dengan pakarnya yg kompeten di bidang ini. Bapak bias coba hub Ir. Sabandi, email: gbp@yahoo.com Kalau untuk mengetahui kualitas las hanya melalui inspeksi visual, agak sulit mengetahuinya. Namun berdasarkan pengalaman saya di lapangan, selama tidak ada undercut dan porosity hasil las scr visual sdh OK.

Mudah2an informasi saya ini dapat membantu. Thanks.

Tanggapan 2 – SYARLI WELLMAN

Pak Rio,

saya juga masih junior, tapi saya baru saja menyelesaikan diklat Welding Inspector…mungkin ini sedikit membantu:

cara pemilihan electroda biasanya di kombinasikan dengan material, sebelumnya kita harus tau spesifikasi dari material terlebih dahulu, itu bisa dilihat dari (tergantung anda menggunakan standar apa),misalnya untuk Asme Section IX, anda bisa melihatnya di QW/QB 422, disini anda harus melihat material tersebut Pno.nya berapa, baru kemudian anda mencari elektroda yang cocok berdasarkan Pno material, itu bisa anda liat di ASME section IX di QW-432 nah disini anda harus mencari Pno. minimal harus sama (tetapi ada beberapa ketentuan lain yang bisa anda baca di ASME IX untuk pemilihan material dan elektroda)…….
Mengenai uji yang akan digunakan, itu tergantung dari syarat yang diharuskan oleh Standard yang kita pakai….itu bisa Visual,RT, UT, PT/MT, mechanical test… 🙂
Mengenai preheat, anda bisa baca di standard yang akan anda gunakan yang menyaratkan untuk dilakukannya preheat, misalnya ASME, AWS, API…..kalo diterangkan disini terlalu panjang, mungkin anda harus membaca seperti standard2 yang saya sebutkan tadi misalnya

mudah2an informasi saya ini juga dapat membantu..thanks :), maaf kalo ada salah…..

Pembahasan selengkapnya :