Bangunan lepas pantai termasuk fasilitas yang sangat unik dengan berbagai perlengkapan penunjang produksi; drilling rig, pengolahan minyak dan gas, sarana tempat tinggal kru, dan sebagainya. Layaknya fasilitas produksi di manapun, kehandalan mesin dan peralatan produksi memerlukan suatu program pengawasan dan praduga potensi gangguan secara efisien dan tepat sasaran. Beberapa metode pengawasan yang umum di gunakan adalah; pengawatan parameter operasional, analisa getaran, thermography, dan tribology. Integrasi berbagai metode pengawasan memaksimalkan pemahaman pada setiap potensi kerusakan dan gangguan dalam proses produksi. Dalam tulisan kali ini kami coba menjelaskan tahapan kerja oils condition monitoring pada fasilitas lepas pantai – offshore platform.

Kiriman dari : ebahagia

Oils Condition Monitoring in Offshore Platform – 1

[Februari 2009]

Bangunan lepas pantai termasuk fasilitas yang sangat unik dengan berbagai perlengkapan penunjang produksi; drilling rig, pengolahan minyak dan gas, sarana tempat tinggal kru, dan sebagainya. Layaknya fasilitas produksi di manapun, kehandalan mesin dan peralatan produksi memerlukan suatu program pengawasan dan praduga potensi gangguan secara efisien dan tepat sasaran.

Beberapa metode pengawasan yang umum di gunakan adalah; pengawatan parameter operasional, analisa getaran, thermography, dan tribology. Integrasi berbagai metode pengawasan memaksimalkan pemahaman pada setiap potensi kerusakan dan gangguan dalam proses produksi. Dalam tulisan kali ini kami coba menjelaskan tahapan kerja oils condition monitoring pada fasilitas lepas pantai – offshore platform.

Lubrication Chart.

Langkah awal yang Anda perlukan adalah memiliki ‘lube chart’, suatu daftar panjang berbagai titik pelumasan, titik pengambilan sampel dari berbagai mesin/peralatan. Lube chart atau lubrication chart juga memuat daftar spesifikasi pelumas secara generik, periode penggatian, perawatan dan penambahan pelumas. Lube chart yang baik dibuat secara independen dengan mencantumkan spesifikasi pelumas secara generik dengan lampiran merek dan jenis pelumas yang di rekomendasikan, bukan sebaiknya. Kelompok kerja penyusunan lube chart harus mengacu pada rekomendasi produsen mesin/peralatan produksi dengan penyesuaian kondisi operasi dan lingkungan. Penggunaan jasa konsultan tribology sangat kami sarankan agar ketergantungan pada suatu merek atau jenis pelumas dapat di minimalkan.

Lube chart adalah daftar yang dapat saja berubah-ubah menyesuaikan perkembangan mesin/peralatan, atau modifikasi-modifikasi yang telah dilakukan di suatu fasilitas produksi. Lubrication chart dapat juga di kembangkan dengan masukkan jenis fluida lain seperti bahan bakar, air pendingin, dan lainnya. Untuk kasus ini penggunaan nama Fluids Chart lebih tepat di gunakan.

Lubes Clinic – Oils Condition Monitoring in Offshore Platform – 2

Kiriman dari : ebahagia

Oils Condition Monitoring in Offshore Platform – 2

[Februari 2009]

Setelah memiliki Lubrication Chart agenda kerja perawatan sistim pelumasan menjadi sangat jelas terpetakan serta lebih mudah dilaksanakan. Jumlah sampel periodik dengan gamblang terukur dan hanya perlu mengkalikan biaya analisa tiap sampel, Anda sudah memiliki anggaran biaya tahunan analisa pelumas.

Pemilihan Teknologi – Oils Condition Monitoring.

Coba hubungi para vendor jasa lab analisa pelumas, dalam waktu singkat Anda akan mendapat kiriman daftar lengkap harga paket analisa berdasarkan jenis fluida, kelengkapan parameter pengujian, dan tentu saja bumbu pelengkap: daftar konsumen mereka. Data yang tersembunyi dan sudah menjadi tugas Anda adalah menghitung total biaya analisa dan waktu tunda sampai hasil analisa di terima. Fasilitas produksi terpencil selalu menemui kendala dalam pengiriman sampel. Sarana kerja pengujian secara on-site analysis menjasi opsi terbaik dengan tujuan meminimalkan ketergantungan jasa lab.

Mengubungi para vendor peralatan analisa memerlukan keberanian dan jiwa besar mengingat banyaknya kejutan-kejutan tak terduga. Dari harga jual yang sangat beragam, pilihan merk, istilah-istilah asing, hingga pemahaman yang umumnya minim dalam mendukung program condition monitoring Anda.

Tabel – 2 merangkuman daftar pertimbangan dalam memilih peralatan on-site analysis.

Tip & Trick dalam memilih produk instrument pengujian:

1. Utamakan vendor dengan pemahaman condition monitoring dan aplikasi produk yang baik.

2. Tidak tergantung hanya pada suatu merk, kombinasikan beberapa peralatan dari beberapa produsen.

3. Dukungan teknis purna jual, spare part, kunjungan berkala, dan pelatihan.

4. Anda berhak meminta cost analysis dari operation & maintenance peralatan yang vendor tawarkan.

5. Pelatihan penggunaan alat – penting, pelatihan interpretasi jauh lebih penting!.

6. Pastikan vendor memiliki spare complete unit instrument bila sewaktu-waktu alat Anda bermasalah, backup unit sangat membantu hidup Anda.

7. Kenapa harus beli kambing bila banyak tukang sate?, kenapa harus membeli bila tersedia opsi sewa atau contract base on-site analysis?. Anda mungkin punya budget besar untuk pembelian, tapi apakah Anda punya waktu dan personel untuk memaksimalkan fungsi peralatan?