Corrosion allowance biasanya di tentukan berdasarkan tingkat agresifitas dari fluida dalam pipa tsb( CO2), bapak harus lakukan analisis komposisi dari CO2 dan mencari data referensi dari corrosion monitoring project2 sebelumnya dengan material yang sama atau material yang grade ketahanan korosinya lebih rendah biasanya test coupon AISI 1018 , Disamping corrosion abrasi juga bisa disebabkan oleh partikel dalam fluida yang harus di pertimbangkan dalam penentuan CA (corrosion allowance).

Tanya – Wawan Hendrawan

Dear All,

Saya akan mendesign gas sales plan baru dengan CO2 10 % dan bekerja di rating 300 lb dan 600 lb.
Bagaimana menentukan besarnya Corrosion Allowance untuk plan baru ini?
Dimana data corrosion ratenya belum ada.

Terima Kasih.

Tanggapan 1 – Sabandi Ismadi

Pak wawan YTH

Corrosion allowance biasanya di tentukan berdasarkan tingkat agresifitas dari fluida dalam pipa tsb( CO2), bapak harus lakukan analisis komposisi dari CO2 dan mencari data referensi dari corrosion monitoring project2 sebelumnya dengan material yang sama atau material yang grade ketahanan korosinya lebih rendah biasanya test coupon AISI 1018 , Disamping corrosion abrasi juga bisa disebabkan oleh partikel dalam fluida yang harus di pertimbangkan dalam penentuan CA (corrosion allowance).

Tanggapan 2 – Budi Arman

Mas Wawan,

Kalau Material yang digunakan adalah Carbon steel,
berikut saya kirimkan presentasi kuliah saya dan kalkulasi sheet sederhana nya.

Mudah2an membantu.

Attachment : CO2 Corrosion.ppt & COR.Rate.xls

Tanggapan 3 – dodi prasetya

Pak Budi,

Saya telah membaca attachmentnya,boleh tanya apakah ada calculasi untuk H2S juga (mm/year) sehingga kita juga bisa prediksi material OCTG yang dipakai bila sumur kita mengandung H2S dan CO2 cukup tinggi?

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 4 – Hidayat

Dear Prasetya,

Mungkin anda dapat mempergunakan perhitungan berdasarkan standar NORSOK M-506. mereka menyediakan file excel yang dapat di download gratis untuk perhitungan Corrosion rate.

http://www.standard.no/en/Sectors/Petroleum/NORSOK-Standard-Categories/M-Material/M-5061/

model di atas hanya dapat di gunakan untuk Partial Pressure dari H2S kurang dari 0.5 bar.
untuk corrosion allowance anda bisa download NORSOK M-001. Tidak ada salahnya anda juga mencari di SPE paper berkaitan dengan Corrosion Allowance.

Tanggapan 5 – sfl_0126

Numpang saran,

Kalo fluida mengandung H2S dan CO2 cukup tinggi setau saya kita tdk bisa memperkirakan corrosion secara merata dan mengkompensasi dg menambahkan corrosion allowance.
Hitung dulu partial pressure H2S (lihat NACE MR0175 1-2-3),dan lihat data pH fluida tsb.
Dari sini baru ketauan apakah fluida tsb terkategory Sour dan masuk ke region berapa sesuai NACE MR 0175. Stelah itu baru kita seleksi material yg akan digunakan (NACE MR0175 2 dan 3.

Efek H2S pada steel tdk menyebabkan korosi merata tp korosi setempat (Hydrogen cracking, SCC, dan pitting), jd corrosion allowance kurang berguna utk fluida dg H2S dan CO2 tinggi. Kalo salah pilih material, Stainless steel sekelas duplex bisa jebol juga.

Tanggapan 6 – Dolyn

Dear pak,

Kalau mau pake software. bisa pakai ECE.

lumayan bisa nyoba 8 hari

ECE (Electronic Corrosion Engineer)

Proprietary program for the quantitative estimation of corrosion rates and the selection of piping material. It includes:

a. corrosion rate predictor

b. evaluating the risk of early failure of carbon steel

c. corrosion-resistant-alloy evaluator

d. user friendly software in standalone PC or server-based versions

e. trial license software (for 8 days) is available; please visit

http://www.intetech.com/index.php?option=com_content&task=view&id=44&Itemid=141

Tanggapan 7 – And Riawan

jika H2S ternyata merupakan penyebab dominan korosi, laju lorosi dapat di hitung dengan menggunakan data kedalaman pitting corrosion karena H2S yang terjadi (korosi karna CO2 di abaikan) . .. kedalaman pitting corrosion diketahui dari hasil inspeksi . . .

Mohon petunjuk teman2 juga . . .