Ada beberapa cara untuk membuat jarak min 30 cm pd p/l crossing dengan cable: 1. Kalau cablenya existing, P/L nya baru: pakai bitumen matress; 2. Kalau p/l nya existing cablenya baru: – pakai uraduct atw polyspace, tapi harus dihitung lagi on bottom stabilitynya karena diameter kabelnya jadi lebih besar = 30cm+30 cm = 60 cmm, – existing p/lnya di jetting sehingga mjd buried, kabel pakai uraduct .

Tanya – irsyad

Perkenalkan, saya seorang pipeline engineer yang baru saja ‘ikut-ikutan’ dalam dunia pipeline, khususnya offshore pipeline (jadi pengetahuan saya di bidang ini sangat minim sekali).

Saya ingin menanyakan masalah crossing di offshore antara cable power (20kV) dan pipa gas dimana pipa gas merupakan existing installation, technical requirement apa aja yang diperlukan?

Saya sudah mencari di DNV OS-F101, disana dijelaskan ada beberapa technical requirement yang harus dipenuhi, yaitu:

* Jarak minimum antara cable dan pipa (dijelaskan jarak minimum adalah 0.3 meter)

* koordinat crossing

* Marking existing installation

* Konfirmasi posisi dan arah crossing

* Lau out dan profil dari crossing

* Vessel anchoring

* Metode pencegahan erosi

* Metode inspeksi

Mungkin dari teman-teman ada yang bisa kasih masukan, apakah ada tambahan lain untuk technical requirement yang harus dipenuhi untuk keperluan pengerjaan crossing tersebut?

Mohon pencerahaannya, terima kasih banyak.

Tanggapan 1 – Irfan Rahmanindra

Pak Irsyad,

Ada beberapa cara utk membuat jarak min 30 cm pd p/l crossing dng cable:

1. Kalo cablenya existing, P/L nya baru: pake bitumen matress

2. Kalo p/l nya existing cablenya baru:

– pake uraduct atw polyspace, tapi hrs dihitung lagi on bottom stabilitynya krn diameter kabelnya jadi lebih besar = 30cm+30 cm = 60 cmm,

– existing p/lnya di jetting sehingga mjd buried, kabel pake uraduct

Tanggapan 2 – irsyad aini

Ok Pak Irfan, terima kasih banyak buat masukannya

Kemarin kita sudah bicara (meeting) dengan pihak yang mau melakukan crossing kabel ke pipa (disini yang merupakan existing installation adalah pipanya, dengan diameter 32′). Dari pembicaraan tersebut didapat hasil:

1. Untuk pengaruh medan magnet yang ditimbulkan oleh kabel listrik tersebut dapat dikatakan sangat kecil sekali bahkan bisa diabaikan. Sedangkan untuk medan listrik yang dihasilkan adalah nol. Dikarenakan kabel tersebut merupakan kabel tiga fase.

2. Kemungkinan besar pihak yang akan melakukan crossing akan menggunakan kabel proteksi yang terbuat dari polyurethan (mereka sih menyebutnya uraduct) dengan ketebalan hanya sekitar 4 cm. Apakah dengan spesifikasi ketebalan kabel proteksi hanya 4 cm sudah dapat dikatakan aman Pak, untuk menjaga dari kerusakan akibat beban mekanik?

3. Kemudian yang masih menjadi masalah mengenai panjang dari kabel proteksi yang akan dipasang. Karena saya masih belum menemukan standard untuk panjang kabel proteksi, jadi saya juga tanya2 ke temen saya, katanya sih 50 meter sebelum dan 50 meter setelah titik persimpangan. Tetapi yang ditawarkan pihak yang akan melakukan crossing hanya 20 meter sebelum dan sesudah titik persimpangan. Apaka Pak Irfan tau mengenai standard dari panjang kabel proteksi tersebut yang akan dipasang? Soalnya mereka sendiri (pihak yang melakukan crossing) juga menyatakan bahwa jarak 20 meter tersebut tidak ada acuan/standardnya, hanya berdasarkan pengalaman saja.

Demikian yang masih menjadi permasalahan saya, mungkin Pak Irfan atau teman-teman yang lain bisa kasih masukan?

Terima kasih banyak sebelumnya…

Tanggapan 3 -Irfan Rahmanindra

Pak Irsyad

1. Membuat jarak 30 cm salah satunya adalah untuk mencegah pengaruh medan magnet, ini tergantung dari berapa tegangan/voltage pada subsea kabelnya apakah Low Voltage atau high voltage (bukan dr hanya kabel tiga fasa)

2. Uraduct bisa untuk menjaga dari mechanical impact terutama untuk drop object , tapi ketebalan Uraduct hanya 4 cm sedangkan anda butuh jarak 30 cm as per DNV , maka dari itu existing p/l perlu di jetting sehingga menjadi burried dan tercapai jarak 30 cm. Ada yang lebih tebal & lebih berat dr uraduct yaitu polyspace , sama2 keluaran Trelleborg tapi harganya sangat mahal 3, 20 m sebelum dan 20 m setelah biasanya sudah cukup.

Tanggapan 4 – irsyad aini

Terima kasih buat masukannya lagi Pak Irfan.

1. Berarti apa yang mereka informasikan ke saya mengenai kabel tiga fasa tidak menimbulkan medan magnet mungkin agak keliru ya Pak. Sebagai informasi, kabel yang akan di crossing kan adalah kabel laut dengan spesifikasi:

– tipe EPR

– diameter keseluruhan pipa adalah 9 cm

– Berat di udara 13 kg/m

– penampang: 3×120 mm2 (tiga fasa)

– Kapasitas arus: 3×350 Ampere

– Sudut crossing 80o

Dan kabel ini sedianya akan digunakan untuk tegangan menengah (20 kV). Berdasarkan spesifikasi kabel dan kegunaan kabel untuk tegangan menengah tersebut, apakah menurut Pak Irfan sudah dapat dinyatakan aman terhadap proteksi katodik pipa (tipe anoda korban) dari medan magnet yang ditimbulkan?

2. Mengenai Polyspace, saya juga pernah baca kalo protektor kabel ini memang dikhususkan untuk melindungi kabel dari beban mekanis sekaligus menjaga jarak pipa dengan kabel (sekitar 350 mm). Kalau seandainya (usulan dari pihak yang akan melakukan crossing), pelindung pipa tetap menggunakan polyurethane dengan ketebalan 4 cm tetapi untuk menjaga jarak pipa dan kabel 0.3 meter dengan menggunakan mattras, bagaimana menurut bapak (mengingat biaya dan tingkat keamanannya)?

3. Untuk jarak/panjang pemakaian pelindung pipa, apakah memang tidak ada standardnya Pak? Kalo menurut pemikiran saya, jarak 20 meter sebelum dan sesudah persimpangan hanya untuk faktor keamanan jika posisi kabel meleset dari posisi yang ditentukan, apakah begitu Pak?

Mohon sharing-nya Pak…masukannya sangat membantu saya dan menambah pengetahuan mengenai crossing.
Terima kasih.