Bulan kemarin, kami mengadakan pemasangan baru daya dari PLN dan new Genset. Saat pabrik menggunakan daya PLN mesin produksi berjalan normal. Sedangkan saat menggunakan Genset, di kontrol mesin muncul power lack, dan error. Info tegangan nominal 380VAC/220VAC.

Tanya – saifullah gatot

Bulan kemarin, kami mengadakan pemasangan baru daya dari PLN dan new Genset. Saat pabrik menggunakan daya PLN mesin produksi berjalan normal. Sedangkan saat menggunakan Genset, di kontrol mesin muncul power lack, dan error. Info tegangan nominal 380VAC/220VAC.

Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut?. Bisa berbagi analisa dan praktikelnya..?

Atas perhatiannya, kami mengucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – Ahfas, Amir

Pak Gatot,

Berapa daya terpasang dari PLN?

Berapa kapasitas genset baru Bapak?

Berapa power factor normal operation di plant Bapak?

Mesin apa saja yang terinstal di sana?

Kalau mesin2 tersebut kerjanya continous kemungkinan kecil pengaruhnya.

Tanggapan 2 – saifullah gatot

Pak Amir,

Berikut data tambahannya :

Berapa daya terpasang dari PLN? 1000kVA

Berapa kapasitas genset baru Bapak? 500kVA (sebagian saja)

Berapa power factor normal operation di plant Bapak? 0,8

Mesin apa saja yang terinstal di sana? Moulding plastik, kaleng, botol dsb.

Tanggapan 3 – demank saputra

Power lack? Berapa daya maksimum dari genset? Juga bera kW daya mesin? Kemungkinan daya dari gensetnya kurang yah.
Cara mengatasi, bisa dilakukan menyalakan mesin jgn berbarengan, karena startup mesin butuh daya tinggi..

Tanggapan 4 – saifullah gatot

Pak Demank,

Beberapa hal yang disampaikan sudah kami lakukan. Genset hanya untuk mesin tertentu saja, back up sebagian, tdk ada kekurangan daya. Startup mesin juga tdk mungkin berbarengan, karena menggunakan operator, manusia.

Tanggapan 5 – demank

Oohh..

Btw2., kabel 3 phase dari genset nya sudah diperiksa masing masing ampere nya?

apakah seimbang? atau ada yang tidak imbang diantara R-S-T nya..

Amperemeter R-S-T nya biasa nya ada di panel..

Tanggapan 6 – iristiantara arief.ristiantara

Sepertinya Pak Gatot perlu menghitung ulang power consumption dari tiap-tiap mesin, terlebih consumption saat start-up. Karena kapasitas gensetnya hanya setengah dari kapasitas PLN, bisa saja genset tidak mampu mensupply, sehingga keluar signal error power lack. Setelah power consumptionnya dihitung ulang terutama untu start up, bisa diketahui kebutuhan riil powernya. Kalau saat startup powernya tidak mencukupi, bisa dibuat prosedur start up misalnya mesin dihidupkan satu per satu.

Tanggapan 7 – saifullah gatot

Pak Arif,

Kami sudah berhitung, dayanya cukup. Begitu juga startup enginnya dioperasikan manusia. Seperti reply sebelum ini. Setelah dicoba dengan unit capacitor (secara temporary), berjalan secara normal, indicator power lack lenyap.

Secara analisa belum mendapatkan kesimpulan teknis. Sebagai aplikasi sudah diatasi. Sebagai empunya belum mau membeli unit baru lagi.

Tanggapan 8 – ivran_amriadi

Kalau dari analisa saya sih terjadi drop tegangan pada saat motor besar di start. Sebaiknya disimulasikan dengan menggunakan software, bisa dengan edsa atau etap unt mengetahui profil tegangan pada saat motor starting. seandainya memang sumber masalah dari drop tegangan pada saat motor start, bisa disimulasikan juga dengan berbagai macam model start dan dapat dilihat berapa drop tegangan yang terjadi dan dianalisa efeknya terhadap system sehingga dapat dicoba metode start yang paling kecil pengaruhnya.

Tanggapan 9 – tsugi

Mencoba ikut diskusi, kalau melihat apa yang telah dilakukan pak gatot dengan menambah kapasitor maka indicator power lack lenyap ada beberapa hal yang bisa sy tarik:

– kemungkinan disain yg bapak buat terlalu tight, mungkin antara kapasitas genset dengan beban hampir sama besar.

– karena sebagian besar beban motor listrik, ada kecenderungan Cos phi menurun/kurang dari 0,8 seperti yg semula bapak sebut

– pemasangan capasitor mengurangi daya reaktif genset, sehingga daya aktif naik (cos phi naik) yang berimbas pada tercovernya beban yang dilayani sehingga indikator power lack lenyap.