Untuk korelasi dengan wireline gun dilakukan dengan mencocokkan kedalaman log gamma ray atau ccl yang sedang direkam dengan kedalaman log gamma ray atau ccl pada log acuan yang biasanya log cbl ataupun log open hole.
Sedangkan untuk korelasi dengan tcp gun, dilakukan hal yang sama dengan diatas namun dengan mensurvey kedalaman dari ra marker pada string tcp sehingga bisa diketahui apakah string tcp tadi lebih dalam atau lebih dangkal dari seharusnya.

Tanya – Shinta Adiyaksa

Rekan-rekan,

Mohon sharingnya bagaimanakah cara untuk korelasi baik TCP gun maupun wireline gun.
Terimakasih atas penjelasan rekan-rekan semua.

Tanggapan 1 – Donny Sitompul

Untuk korelasi dengan wireline gun dilakukan dengan mencocokkan kedalaman log gamma ray atau ccl yang sedang direkam dengan kedalaman log gamma ray atau ccl pada log acuan yang biasanya log cbl ataupun log open hole.
Sedangkan untuk korelasi dengan tcp gun, dilakukan hal yang sama dengan diatas namun dengan mensurvey kedalaman dari ra marker pada string tcp sehingga bisa diketahui apakah string tcp tadi lebih dalam atau lebih dangkal dari seharusnya.

Tanggapan 2 – Galih Satria

Shinta,

Berhubung posting anda belum juga ada yang menjawab, saya akan berusaha menjawab apa yang masih saya ingat dari operasi perforasi dengan wireline sekitar 20 tahun lalu yang saya pernah saya witness.

Prinsipnya yang pertama anda harus memiliki kedalaman perforasi yang diinginkan dengan GR Log sebagai referensinya.

Yang kedua anda harus memiliki combinasi GR-CCL Log yang sudah disinkronkan kedalamannya. Bila anda memperforasi didalam casing, maka GR-CCL harus dibuat didalam casing pada sumur yang bersangkutan. Bila perforasi didalam tubing, maka GR-CCL harus dibuat didalam tubing pada sumur yang bersangkutan. Bila anda tidak memiliki GR-CCL log ini, maka anda harus melakukan runnming GR-CCL tool sebelum perforasi dilakukan.

Syarat kedua ini harus dipenuhi karena pada perforation assembly hanya ada CCL sebagai alat pengontrol kedalaman.

Yang ketiga pada saat melakukan perforasi anda harus melakukan koreksi kedalaman dengan memperhitungkan jarak antara sensor CCL dengan gun.

Prinsip korelasi untuk perforasi dengan TCP sama dengan diatas walaupun melakukan dengan peralatan yang berbeda.

Selamat melakukan perforasi dengan tepat dan aman.

Tanggapan 3 – Rivelino Pasaribu

Sebagai tambahan saja, sebaiknya korelasi dilakukan dengan mencocokkan minimal 3 collar di atas dan 3 collar di bawah interval perforasi. Kalau memang memungkinkan penggunaan shorter casing joint (untuk perforasi wireline gun) atau short joint tubing (untuk perforasi TCP) akan sangat membantu. Do not ever perforate if you are not sure 100% with the correlation.

Tanggapan 4 – Asep Amirudin Faozi

Tambahan juga, dalam korelasi wireline gun dengan menggunakan CCL ‘saja’ sangat perlu kehati2an terutama jika tdk ditemukan ‘anomali’ (seperti casing short joint ataupun long joint, casing tdk seragam panjangnya) artinya semua casing joint mempunyai panjang relatif sama/seragam seperti yang sdr.Rivelino kemukakan. Untuk menghindari kesalahan korelasi maka adalah ‘sangat baik’ untuk running Gun dengan Gamma Gun (GR/CCL tool untuk perforasi) maka korelasi dilakukan dengan mencocokkan Gamma Ray itu sendiri.