Select Page

Biasanya Maincont/Subcont sudah punya Manpower sendiri yang jika mereka memerlukan tenaga Skill atau Nonskill mereka cukup Call saja tenaga apa yang diperlukan (Khususnya Fabrikator )..mengenai agreement antara Maincont/Subcont dengan para Manpower supplynya ya mungkin sudah terjalin cukup lama ,mengenai harga murah manpower supply ya mau gimana lagi mungkin jika kontrak kerjasamanya kecil karena satu lain hal tenaga kerja jd korban…,Manpower Supply agak beda dgn Outsourcing karena tergantung Kontrak adakalanya Manpower Supply menyediakan alat kerja sendiri.( misalnya : Blasting/Painting ,Welder ,Mechanic ,Surveyor dll ).

Tanya – cak.topan@batam

Pak Rio;

Nanya nih. Kalo istilah, main contractor dan subcontractor sih sepertinya itu istilah umum yang ada di dunia konstruksi dan fabrikasi.
Jika misalnya main kontraktor kewalahan, ato tidak punya keahlian (misalnya aplikasi insulasi dan PFP), dia akan hire jasa subcont yang kompeten.

membaca email sampean, saya bingung dan pengen bertanya apa itu manpower supply.
tapi sampean juga sudah menjelaskan secara ragu2 dan juga bertanya apa itu manpower supply.

saya juga turut prihatin, jika memang yang dimaksud manpower supply itu orang2 yang tidak kompeten, tidak mengetahui risk hazard, dengan jaminan kesehatan terbatas (ato malah ga ada), dibiarkan di area berbahaya.

ini bukan main2. ini menyangkut nyawa orang.

Tanggapan 1 – pje704748@batamec

Cak topan;

Tidak semua manpower supply itu orang2 yang tidak kompeten/low skill,tapi mereka adalah orang2 yang memiliki skill.

Ditempat saya ada beberapa teman2 QC inspector sebagai Manpower supply.Malahan gaji mereka diatas QC inspector Main Contraktor.

Setau saya ada 2 istilah (CMIIW) pemberian job ke Subcont:

1.Lumsum,dimana budget di berikan ke subcont dengan scope work yg telah di sepakati bersama (antara Maincon dengan subcon)

Misalnya.Budget (harga perjoint pipe) sekian tuk menyelesaikan pekerjaan (fabrication + erection ) tuk system pipe ini.

2. Manpower supply,dimana pekerjaan di berikan ke subcont yg hanya menyediakan manpower berdasarkan request Maincon.

Misalnya.Untuk menyelesaikan pekerjaan system pipe ini saya (Maincon) butuh 1 QC,10 fitter,10 welder,10 helper .Jadi Maincon

Membayar ke subcon per worker.

Tanggapan 2 – rio.hendiga@akersolutions

ada yang barusan Japri saya, beliau mengatakan :

mungkin yg dimaksud sbb:

– supply: man power supply (MPS), yg dikerjakan adalah menyediakan jasa pekerja misal helper-10 orang/hari, fitter 23 orang/hari, welder 3 orang/hari, biasanya dalam satuan man day, man hour dst

– sub-contractor: yg dikerjakan adalah mengerjakan pekerjaan tertentu, misal perbaiki/fabrikasi main deck, painting hull, repair crane, instalasi listrik/radar/instrumen dst.

Nah, kalau MPS seperti ini, apakah ada ketentuan undang-undangnya ? apakah ada yang mengontrol ?

Tanggapan 3 – cak.topan

Kok mirip2 dengan dengan definisi outsourcing ya?

wah, kalo UU sih kurang mengerti. tapi bukannya outsourcing itu juga ada dimana-mana?

Tanggapan 4 – Arbie

Rekans,

Ikut nimbrung ,Sependek yang saya tau biasanya Maincont/Subcont sudah punya Manpower sendiri yang jika mereka memerlukan tenaga Skill atau Nonskill mereka cukup Call saja tenaga apa yang diperlukan (Khususnya Fabrikator )..mengenai agreement antara Maincont/Subcont dengan para Manpower supplynya ya mungkin sudah terjalin cukup lama ,mengenai harga murah manpower supply ya mau gimana lagi mungkin jika kontrak kerjasamanya kecil karena satu lain hal tenaga kerja jd korban…,Manpower Supply agak beda dgn Outsourcing karena tergantung Kontrak adakalanya Manpower Supply menyediakan alat kerja sendiri.( misalnya : Blasting/Painting ,Welder ,Mechanic ,Surveyor dll ).

Lalu setau saya tidak mesti Maincont/Subcont yg memiliki Manpower supply ,Owner/Usher/Client pun saya yakin memilikinya khususnya untuk pekerjaan Project2 tertentu ,nah mungkin diposisi ini harga cukup mantap karena biasanya yang diminta tenaga berskill&cukup pengalaman dalam berbagai macam pekerjaan walaupun kerjanya hanya 1job desc. ,CMIIW.

Share This