Secara teori untuk menguatkan shaft bisa dilakukan Surface Hardening. 0.1-5mm, paling sederhana dengan las, lalu dengan diquench dengan semprotan air.

Tanya – Nezzar

Rekan Migas,

Saya harapkan masukan dari rekan-rekan migas terutama yang terkait dengan metalurgi dan vibrasi. Pada kasus high vibration centrifugal fan (negative suction), dari indikasi spektrumnya diperkirakan shaft bend. Diduga kuat shaft bend terjadi ketika fan memasuki temperature operasi 200degC approx. untuk mengatasi ini saya pikir bisa dengan mengganti shaft ke ukuran yang lebih besar atau material yang tahan panas. Pertanyaannya apakah untuk mengurangi shaft deformation/bent shaft dapat dilakukan alternatif hardening ? Atau mungkin treatment lain terhadap shaft tersebut? Terima kasih.

Tanggapan 1 – JONO

Pak Nezzar,

Pak , ada beberapa pertanyaan:

1.Bapak mengindikasikan Bent Shaft, Bapak sudah coba melakukan pengukuran phase nya (untuk konfirmasi bahwa memang ada ‘bent’ di sana)?

2. Konfigurasi mesinnya bagaimana pak?

3. High vibration nya berapa nilainya?

4. Peak vibation nya muncul di frekuensi berapa pak?

5. Speed driver nya berapa?

6. Bisa dikirimkan spectrumnya, pak?

Terima kasih.

Tanggapan 2 – irwan farobi

Btw, panas juga ya kalo sampe 200 deg C. Kalo boleh tau fan cooler motornya di control sama VSD (Variable Speed Drive) nggak?

Kalo iya bisa jadi ada bearing current, yang salah satu efeknya bisa membengkokkan motor shaft.
Terima Kasih,

Tanggapan 3 – JONO

Pak Irwan,

Gejala adanya yang bapak sebut bearing current atau biasa disebut electrical fluting tidak akan pernah bisa membengkokkan shaft dari motor.

Tanggapan 4 – patra putra

Pak Nezzar,

Secara teori untuk menguatkan shaft bisa dilakukan Surface Hardening. 0.1-5mm, paling sederhana dengan las, lalu dengan diquench dengan semprotan air.

semoga yang lain bisa menambahkan.

Tanggapan 5 – irwan farobi

Pak Budhi, izin untuk upload di milis.

Ada artikel dari Marathon Electric yg berkaitan dengan subject di atas. Terima Kasih.

Tanggapan 6 – Admin Migas

Terima kasih atas kiriman dokumen ‘Solving VFD-sourced Bearing Current Problems in AC Motors’, sudah saya upload di URL : http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=349&Itemid=42

Tanggapan 7 – JONO

Pak Irwan,

Artikel yang dikirimkan oleh Bapak Bersumber dari AEGIS SGR yang bekerja sama dengan Marathon Electric. Cukup bagus, tapi artikel tersebut menurut saya lebih cenderung promosi suatu alat untuk mencegah terjadinya current flow yang menyebabkan apa yang disebut fluting (Ini banyak terjadi jika menggunakan VFD).

Gambar shaft bengkok yang ada di artikel tersebut hanya tempelan belaka untuk sarana promosi alat tersebut yang disitu disebutkan 90% Marathon Electric menggunakannya.

Tidak ada pembahasan detail kenapa shaft motor tersebut bisa bengkok?? Karena memang gejala fluting tidak akan pernah bisa membengkokkan shaft motor tersebut.

Gejala shaft bengkok, dari pengalaman saya, biasanya muncul gejala unbalance (1xrpm sangat dominan) bila ini muncul, akan saya lakukan pengukuran phase untuyk mengkonfirmasinya.

Sederhananya, gejala fluting akan dengan mudah terdeteksi , akan muncul frekuensi dari si bearing baik itu BPFO nya maupun BPFI lalu diikuti BPF. Kemunculan frekuensi bearing ini tentunya akan menarik si analyst dan tentunya akan di monitor gejala fluting ini hingga sampai waktunya motor perlu di perbaiki.

Yang paling riskan kalau sudah muncul FTF (cage) frekuensi. Tapi selama ini saya belum pernah tau ada current flow yang menyebabkan muncul frekuensi FTF, kecuali kasus-kasus lain.

Kelemahan alat promosi AEGIS SGR tersebut adalah debu, kotoran, grease dsbnya…jadi harus rajin mengecek atau membersihkannya dan jangan lupa alat tersebut adalah tidak bisa untuk lokasi hazardous.

Terima kasih,

Tanggapan 8 – Teguh Santoso

dari gambar shaft yang bengkok,

bila diperhatikan pada area bearing terjadi panas yang sangat tinggi sampai membuat shaft gagal. kemungkinan panas tinggi tersebut adalah terlebih dulu terjadi kegagalan pada fungsi bearing tetapi motor terus dipaksa berputar. sebenarnya kegagalan bearing akibat fluting ini bisa terdeteksi lebih awal (seperti ulasan pak Jono) sebelum bearing rusak total. Jadi masih sempat ganti bearingnya sebelum rusak shaft-nya. kalau sampai terjadi seperti pada fotonya maraton, sistem pemeliharaannya harus diperbaiki lagi (atau barangkali motor tsb memang tidak pernah dimaintenance?). CMIIW.

Tanggapan 9 – Nezzar

Pa Jono dan Rekan Migas yang lain,

Terima Kasih untuk sharingnya. Saya masih belum yakin vibrasi ini disebabkan karena bent shaft, jika memperhatikan konfigurasi overhung fan (fan diujung, sebagian besar shaftnya di luar casing fan ditumpu 2 pillow block dan diputar dengan pulley /belt dan motor), shaft di dalam casing mungkin tidak lebih dari 150 mm termasuk shaft masuk ke impeller bore.
material shaft yang dipakai adalah VCN 150. Jika ada rekan migas berpengalaman dengan typical vibrasi seperti ini, please share.

Tanggapan 10 – JONO

Pak Nezzar,

Yakinkan asumsi yang ada di benak Bapak apakah Bent shaft di fan shaft Bapak dengan pengukuran phase pak,…

Tanggapan 11 – Teguh Santoso

dari gambar shaft yang bengkok,

bila diperhatikan pada area bearing terjadi panas yang sangat tinggi sampai membuat shaft gagal. kemungkinan panas tinggi tersebut adalah terlebih dulu terjadi kegagalan pada fungsi bearing tetapi motor terus dipaksa berputar. sebenarnya kegagalan bearing akibat fluting ini bisa terdeteksi lebih awal (seperti ulasan pak Jono) sebelum bearing rusak total. Jadi masih sempat ganti bearingnya sebelum rusak shaft-nya. kalau sampai terjadi seperti pada fotonya maraton, sistem pemeliharaannya harus diperbaiki lagi (atau barangkali motor tsb memang tidak pernah dimaintenance?). CMIIW