Switch gear itu pada prinsipnya sama dengan panel distribusi. Yaitu mendistribusikan beban kepanel-panel yang lebih kecil kapasitasnya. Mungkin kalau dibahasa indonesiakan Panel Tegangan Menengah (PTM) atau juga disebut MVMDB (Medium Voltage Main distribution Board) dan kalau utk teg. Rendahnya disebut LVMDB (Low Voltage Main Distribution Board). Pada pelaksanaannya dilapangan banyak pelaku dilapangan menggunakan istilah yang berbeda-beda, kadang ada yang menyebut Distribution Board, Switchgear, MCC, Panel dsb.

Tanya – noris subekti

Ada gak yg bisa bantu saya tentang penggunaan equipment yang namanya switch gear dan load bank? many
Thanks

Tanggapan 1 – Maswandi

Pak Noris,

Switchgear itu pada prinsipnya sama dengan panel distribusi. Yaitu mendistribusikan beban kepanel-panel yang lebih kecil kapasitasnya. Mungkin kalau dibahasa indonesiakan Panel Tegangan Menengah (PTM) atau juga disebut MVMDB (Medium Voltage Main distribution Board) dan kalau utk teg. Rendahnya disebut LVMDB (Low Voltage Main Distribution Board).
Pada pelaksanaannya dilapangan banyak pelaku dilapangan menggunakan istilah yang berbeda-beda, kadang ada yang menyebut Distribution Board, Switchgear, MCC, Panel dsb.

Sedang kan load bank disini dimaksudkan adalah kapasitor bank. Gunanya untuk memperbaiki power factor akibat beban motor pada panel tersebut.

Mungkin begitu aja dari saya, barang kali ada yang ingin mau manambahkan.

Tanggapan 2 – Erwin Guci

Kaya nya Load Bank ama Capacitor Bank..Lain dech……( Kalo gak salah Lho )

Tanggapan 3 – Wahyun

Load Bank : biasa dipakai buat test beban pada suatu alat seperti motor elektrik, suatu pembangkit, trafo etc …biasaynya load bank bisa terdiri dari resistior murni, inductor murni, capacitor murni dan bisa juga gabungannya.

Capacitor bank: adalah murni kapacitor dan utk kapasitas besar biasanya ada tambahan seperti inductor etc, khusus dipakai utk kompensasi daya reaktif guna menaikkan power factor sistem.

Jadi pemakaiannya tergantung dari sudut mana kita memandangnya.

Tanggapan 4 – Johand Dimalouw

Pak Noris dan Rekan2,

Saya ingin nambah koment ttg Pertanyaan anda yang singkat tentang Switchgear dan Load Bank.

1. SWTICHGEAR

Saya sepaham dengan koment Pak Maswandi.

2. LOAD BANK

Seperti koment Pak Erwin, Load Bank BUKAN Capasitor Bank, walaupun mungkin aja di dalamnya ada komponen Capasitor. Load Bank Adalah istilah yg dipakai untuk alat listrik yang dipakai sebagai Beban Listrik untuk mentest suatu sistim/Alat listrik. Misalnya anda mempunyai sebuah generator listrik atau Switchgear dengan kapasitas tertentu dan anda ingin mentest alat tersebut di lapangan. Karena belum ada beban listriknya maka anda perlu Load Bank untuk mensimulasi beban listrik tersebut. Dengan mengatur alat control di load Bank anda bisa mengalirkn arus listrik sebesar nilai yang anda mau dari Generator atau memlalu switchgear anda sehingga anda yakin bahwa generator yg anda miliki itu benar2 mampu menghasil daya listrik sesuai kapsitasnya. Jadi Load Bank adalah ‘Beban Listrik Tiruan’ untuk pengetesan atau simulasi. Isinya adalah rangkaian komponen listrik Tahanan (R), Kumparan (L) dan Capsitor (C).

Semoga membantu.

Tanggapan 5 – Maswandi

Pak Johand & Pak Erwin,

Benar Load bank itu bukan kapasitor bank. Saya lupa itu adalah beban simulasi untuk mengetest generator. Thanks untuk koreksinya.

Tanggapan 6 – Priatna, Waluya

Noris,

Ada 3 serangkai kalau kita mau commissioning beban dari pada Generator yaitu

Turbine Generator( Diesel Generator ) ,Switch Gear or MCC dan Load bank. Untuk mengetest beban dari pada Generator tsb.kita menggunakan beban dari pada load bank .karena sewaktu kita mengetest Generator kita tidak menggunakan beban dari pada motor2, beban lampu ataupun yang lainnya yang mana Beban ( breaker2 ) tsb.terpasang di MCC. Pengetesan Generator hanya dibebankan 80% dari pada beban Generator itu sendiri dan yang mana untuk pengetesannya menggunakan temporary cable dan cable2 tsb.
Di terminasi di Load bank lalu cabel2 tsb. dihubungkan kesetiap Breaker yang ada di MCC.
Dan juga cabel2 dari Generator ke MCC telah diterminasi kemudian Generator dijalankan dalam keadan beban dari Generator dan MCCadalah nol ( 0 ) load. Kemudian breaker2 di MCC di on kan step by step dan diikuti beban dari Load Bank juga Step by step sesui sesual dengan breaker yang ada di MCC. Dalam pengetesan dari pada generator kita berikan beban step by step 10%,20% sampai mencapai 80 % disamping itu check speed dan frequency dari pada Generator tsb.kemudian check semua indicator yang ada di MCC. Dan selanjutnya. Mohon maaf bila ada kekurangan dan barang kali ada rekan2 yang lain bias menambahkan.

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut: