Setiap pengelasan akan selalu di ikuti oleh deformasi akibat dari perubahan struktur mikro secara metalurgi pada daerah yang terkena panas pengelasan (HAZ).
Deformasi tidak bisa di hilangkan tetapi dapat dikurangi, ada beberapa cara untuk mengurangi atau meminimize Distorsi.

Tanya – raharjo_wida

Dear all……..

Pada proses fabrikasi/pengelasan (heavy equipt. component)-sebagaimana yg saya alami selama ini- permasalahan pada umumnya adalah

1. weld defect dan

2.deformasi

Mohon informasinya, barangkali ada cara untuk me-minimize deformasi pengelasan atau mungkin adakah software yg bisa menghitung/memprediksi arah deformasi, yg bisa mensimulasikan urutan/step pengelasan shg dimensi hasil akhir pengelasan dapat diketahui ???
Thank’s sebelumnya

Tanggapan 1 – Indrasukma

Setiap process weld pasti akan terjadi deformasi yg diakibatkan oleh difusi yg berlebih karena energi panas yg berlebih pula. Saran saya mungkin ada baiknya menggunakan FIXTURE. Ada 3D Fixture yg lumayan sangat presisi, yaitu DEMMELER, mungkin ini bisa membantu. Coba aja buka www.demmeler.com.

Tanggapan 2 – Ismadi Sabandi

Dears Pa Raharjo

Setiap pengelasan akan selalu di ikuti oleh depormasi akibat dari perubahan struktur mikro secara metalurgi pada daerah yang terkena panas pengelasan (HAZ).

Depormasi tidak bisa di hilangkan tetapi dapat di kurangi , ada beberapa cara untuk mengurangi atau meminimize Distorsi yaitu:

* Memberikan Jig atau Fixture

* Memberikan Clamping atau Pegangan penahan

* Mengurangi masukan panas pengelasan (Heat Input), dengan mengatur Ampere pengelasan, kecepatan pengelasan dan Voltage dalam ASME Sec IX untuk menentukan Heat input rumusnya sebagai berikut : Heat Input = A. V / S (Speed).

* Mengurangi Heat Input dengan mengatur tahap pengelasan (Squence of welding).

Untuk menentukan urutan pengelasan geometri joint design groove dan tebal dari material yang akan dilas harus dilihat sebagai dasar pertimbangan Weld defect disebabkan banyak factor jenis weld defect Slag inclusi kah , Cracking , porosity atau defect lainya harus di tinjau dari masing-masing defect weld.

* Bila Slag inklusi berarti kurang adanya pembersihan antara layer ke layer (setiap layer harus di grinding dan brushing)

* Bila Cracking , over heat input sehingga terjadi hot cracking, terbentuknya fasa yang getas seperti martensit atau ferrite tinggi di daerah lasan ( ini harus di tinjau Carbon equipalentnya (%CE) )

* Porosity karena gas terjebak dalam weldmetal yang keburu membeku misal disebabkan oleh: efect sheilding gas kurang baik jika GTAW or GMAW (Flow rate gase kurang), Jika SMAW electrode lembab harus di dried dalam backing oven minimal 250 oC dll.

demikian semoga membantu

Tanggapan 3 – Hasanuddin

Nambahin aja…barangkali applicable/bisa dipake.

– minimalkan jumlah layer lasan-nya

– pake cara intermittent (melompat)

– usahakan mengelas pada posisi yang paling dekat dengan garis sumbu

Tanggapan 4 – joko hartono

Sekedar tambahan juga, Lakukan pengelasan dari dua sisi (Double V groove).